facebook

Ulasan Film Scream 5, Kembalinya Sosok Ghostface Meneror Seluruh Kota

ALIMMUL FATTAH
Ulasan Film Scream 5, Kembalinya Sosok Ghostface Meneror Seluruh Kota
Cuplikan film Scream 5 (imdb)

Akhir-akhir ini banyak sekali bermunculan film reboot atau bahkan sekuel dari film jadul era tahun 90-an, bahkan bisa lebih tua lagi. Film-film yang mendapat jatah reboot dan sekuel datang dari berbagai genre, diantaranya ada genre aksi, thriller, bahkan sampai horor sekalipun ikut mendapat jatah.

Salah satunya adalah franchise film Scream yang merilis film kelimanya pada 12 Januari 2022 lalu. Siapa yang tak mengenal karakter Ghostface dan topeng ikoniknya yang membunuh sadis setiap korbannya. Film pertamanya sudah dirilis semenjak tahun 1996 lalu.

Film ini merupakan keluaran dari Paramount Studio, dan menunjuk Matt Bettinelli-Olpin dan Tyloe Gillett sebagai sutradara yang menahkodai filmnya. Untuk pertama kalinya, film ini tidak diarahkan oleh sineas horor kawakan Wes Craven yang sudah menyutradarai film-film sebelumnya.

Sedangkan untuk jajaran pemerannya sendiri, banyak aktor dan aktris muda seperti Jena Ortega, Mikey Madison, Melissa Barrera, Dylan Minnete, Mason Gooding, dan masih banyak lainnya. Satu yang menarik, mereka tetap mempertahankan pemeran lamanya seperti Neve Campbell, Courtney Cox, David Arquette, serta Marley Shelton.

Dua puluh lima tahun sejak pembunuhan pertama oleh sosok bertopeng di kota kecil Woodsboro, warga kini kembali diteror oleh sosok yang sama. Korban tewas kembali berjatuhan, dan satu korban yang selamat adalah Tara, adik dari Sam, yang ternyata adalah putri dari Billy Loomis (pembunuh seri pertama).

Sam akhirnya meminta tolong eks sherrif, Dewey (Arquette) untuk membantu mengusut kasus ini, hingga kasus ini pun semakin membesar dan menarik perhatian jurnalis kawakan, Gale Weathers (Cox) yang juga mantan kekasih Dewey. Sementara korban pun terus berjatuhan dengan pola yang mulai terbaca.

Kita sudah disuguhkan dengan adegan menegangkan sejak opening film ini, apalagi teknik pengambilan gambar secara one-long-shot semakin membuat kita hanyut dan merasakan atmosfer seram dalam film. Namun, lama-lama format yang digunakan sedikit membosankan, karena hanya menggunakan itu-itu saja tanpa ada format baru.

Trik horor pun juga sama, sineas hanya tampak menunda atau mempercepat momen jump scare, tanpa membuat sesuatu yang baru. Mungkin satu yang menarik minat penonton untuk menonton film ini adalah nostalgia, ditambah tetap bermainnya para pemain lama dalam film ini menjadikan perasaan nostalgia itu semakin terasa.

Jika kamu penasaran dan ingin menonton sendiri film ini, anda dapat menyaksikannya lewat platform streaming Paramount Plus.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak