Kolom

Rutinitas Ngopi: Mood Booster dan Hangatnya Kebersamaan Bareng Keluarga

Rutinitas Ngopi: Mood Booster dan Hangatnya Kebersamaan Bareng Keluarga
ilustrasi ngopi dengan keluarga (Unsplash/Roman Kraft)

Saat scrolling Youtube Short, aku lantas menjumpai channel Youtuber yang merupakan orang Indonesia yang tinggal di India. Konten-kontennya pun seputar budaya dan kesehariannya selama tinggal di sana, termasuk kebiasaan mengkonsumsi chai masala dengan keluarga.

Chai masala sendiri adalah minuman teh susu yang diberikan rempah-rempah, dan dikonsumsi di pagi hari bersama roti atau camilan. Hal ini jadi mengingatkanku pada rutinitasku sendiri yakni ngopi. Baik sebagai mood booster, atau sekadar momentum kebersamaan keluarga yang hangat.

Dunia Menjadi Lebih Indah dengan Ngopi

Mengutip laman Medicalxpress, terdapat studi baru para peneliti dari Universitas Bielefeld dan Universitas Warwick yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, yang mengemukakan bahwa orang-orang yang mengkonsumsi kafein biasanya mempunyai suasana hati yang lebih baik setelah minum secangkir kopi atau minuman berkafein lainnya. Efeknya sendiri justru lebih terasa di pagi hari ketimbang siang harinya.

Profesor Sakari Lemola dari Universitas Bielefeld bahkan menuturkan bahwa 80% orang dewasa di seluruh dunia mengkonsumsi minuman berkafein, dan penggunaan zat perangsang semacam ini sudah lama ada dalam sejarah manusia. “Bahkan hewan liar pun juga mengkonsumsi kafein. Semisal lebah dan tawon, yang lebih menyukai nektar dari tanaman yang mengandung kafein,” tuturnya.

Kopi adalah Mood Booster Wajib

Kuakui saja, aku memiliki rutinitas ngopi setiap pagi tanpa bisa diganggu gugat. Kecuali kesiangan dan nggak sempat ngopi, ya sudah deh. Sepanjang hari aku bakal kena withdrawal syndrome dengan gejala pusing, lemas, dan uring-uringan yang menyiksa sekali.

Tipe kopi kesukaanku bukanlah macam cappucino, machiato, atau art latte ya. Melainkan kopi hitam sederhana hasil seduhan bubuk kopi dan gula pasir. Terkadang diberi tambahan seperti jahe geprek sebagai penambah aroma dan rasa hangat. Kadang juga dengan iseng kuberi topping daun kemangi supaya aromanya kian harum. Aneh memang.

Namun, ada kalanya aku menghentikan rutinitas ngopi, terutama menjelang bulan puasa dan saat tubuh sudah memberi ‘alarm’. Menjelang bulan puasa, aku sudah menghentikan asupan kafein secara total sejak h-3 atau h-4 puasa. Gunanya supaya tubuh nggak kaget saat nggak kena asupan kafein, dan agar nggak lemas. Berdasarkan pengalaman, puasa tanpa menghentikan kopi justru bikin menderita.

Sedangkan ‘alarm’ tubuh yang kumaksud adalah saat badan sudah tremor setelah ngopi. Biasanya beberapa bulan setelah menjalani rutinitas ini, sih. Jadi mau nggak mau harus puasa ngopi selama beberapa hari dulu. Atau diselingi dengan teh, supaya nggak jadi zombie saat asupan kafein diputus tiba-tiba.

Ngopi adalah Momentum Kebersamaan Keluarga

Bagiku, ngopi di pagi hari nggak hanya jadi rutinitas semata, melainkan momentum kehangatan bareng keluarga. Dengan secangkir kopi, kami menikmati pagi sebelum persiapan berangkat kerja. Terkadang diimbangi dengan camilan berupa biskuit kering, atau roti tawar untuk dicelupkan ke dalam kopi. Diselingi dengan percakapan ngalor ngidul tanpa tujuan pasti.

Semula membicarakan semut yang mengerubungi gula, lanjut ngobrolin menu makan siang apa, dan bahkan bisa sampai ke topik horor. Atau kadang berbagi petuah dan nasihat dari orang tua ke anak-anak, atau dari kakak kepada adik-adik. Semuanya dikemas dengan santai, ringan, dan aroma kopi yang menguar syahdu.

Warung Kopi adalah Markas Besar Berbagi Informasi

Bagi para bapak-bapak, ngopi yang paling juga syahdu selain ngopi bareng keluarga ya tentunya ke warung kopi. Berdasarkan informasi A1 terpercaya, warung kopi adalah markas besar penyampaian maklumat umum dan rahasia.

Para bapak-bapak dari segala background bakal berkumpul, kemudian berbagi informasi segala bidang. Di pedesaan, perkumpulan semacam ini diisi oleh berbagai profesi seperti: blantik (pedagang ternak), loper (penjual unggas hidup), petani, juragan tebu, pedagang sayur, penjual tahu, sopir, bahkan kamituwo (ketua dusun) sekalipun. Semuanya bakal berkumpul, bertukar sapa, berbagi cerita dan keluh kesah, sampai pengalaman horor masing-masing.

Begitu sih yang kutahu dari warung kopi dekat rumahku.

So, ngopi bukan hanya suatu rutinitas tanpa alasan, ya. Terkadang, lewat aktivitas itulah mood booster dan motivasi tercipta, di samping manfaat kafein bagi manusia. Anyway, kawan-kawan suka ngopi pagi nggak nih?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda