Kolom

Antara Minat, Jurusan, dan Karier: Haruskah Semuanya Selalu Sejalan?

Antara Minat, Jurusan, dan Karier: Haruskah Semuanya Selalu Sejalan?
Ilustrasi Memilih Jurusan Kuliah (magnific.com/jcomp)

Dulu saat mengambil keputusan untuk kuliah, jurusan yang terlintas pertama kali di benak saya adalah pendidikan. Pilihan itu memang saya buat atas keinginan sendiri di usia yang masih terbilang belum begitu mengenali diri sendiri. Saya hanya memilih berdasarkan kecondongan minat yang saat itu lebih cenderung ke Pendidikan Bahasa Arab.

Seiring berjalannya waktu, terkadang saya pun mempertanyakan pilihan jurusan yang saya ambil. Ada masa ketika saya merasa minat saya justru berada di bidang yang berbeda. Namun, semakin banyak bertemu orang dan melihat perjalanan karier mereka, saya mulai menyadari bahwa hubungan antara minat, jurusan, dan pekerjaan ternyata tidak sesederhana yang selama ini saya bayangkan.

Hal semacam ini mungkin juga dirasakan oleh sebagian anak muda lain di luar sana. Ada yang merasa salah jurusan ketika tugas kuliah terasa semakin berat, ada pula yang baru menyadarinya menjelang lulus karena merasa tidak tertarik bekerja di bidang yang dipelajari selama bertahun-tahun. Pertanyaannya, apakah perasaan salah jurusan benar-benar berarti kita telah memilih jalan yang salah?

Memang benar, sejak berada di bangku SMA, kita diarahkan untuk memilih jurusan yang sesuai dengan minat. Tidak ada yang salah dengan ini, sebab saya pun lebih bisa menikmati ketika belajar di bidang yang saya sukai. Kemudian, setelah menjalani perkuliahan, ada ekspektasi yang perlahan muncul bahwa kelak kita harus berkarier di bidang yang linear dengan jurusan yang kita ambil. Akibatnya, ketika mulai tertarik pada bidang lain, tak sedikit orang langsung merasa "aku salah jurusan."

Padahal, jika kita pikirkan lagi, realitas dunia kerja tidak selalu berjalan lurus dan mulus. Ada banyak lulusan di luar sana yang bekerja di bidang lain. Alasannya sangat beragam: ada yang menyesuaikan peluang kerja, terbentur tuntutan ekonomi, memanfaatkan kesempatan yang datang, atau bahkan menemukan minat baru. Yang ingin saya tekankan di sini adalah bekerja di luar jurusan tidak lantas menjadikan proses empat tahun kuliah yang dijalani menjadi sia-sia.

Meskipun seseorang akhirnya bekerja di bidang lain, kuliah tetap memberi manfaat. Ini bukan hanya soal ilmu yang dipelajari di modul ataupun pembelajaran di dalam kelas. Selama kuliah, kita juga belajar berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, beradaptasi dengan lingkungan baru, hingga bekerja sama dengan orang lain.

Bekal-bekal seperti inilah yang tetap berguna, apa pun bidang pekerjaan yang nantinya dipilih. Karena itu, mungkin kita sebaiknya tidak terlalu cepat memberikan label salah jurusan. Sebab terkadang yang salah memang bukan jurusannya, melainkan ekspektasi kita bahwa semuanya harus berjalan linear. Padahal hidup yang kita jalani bisa saja dinamis dan banyak perubahan seiring waktu.

Di sisi lain, minat pun bukan sesuatu yang bersifat permanen. Ketertarikan seseorang bisa berubah seiring dengan bertambahnya pengalaman yang dirasakan. Bahkan saya pribadi yang awalnya suka menulis pun sempat tertarik mempelajari bahasa Arab sampai kemudian kembali lagi menikmati dunia kepenulisan. Pengalaman ini cukup menyadarkan saya bahwa minat seseorang terhadap suatu bidang memang bisa berubah dan berkembang seiring waktu.

Pada situasi tertentu, minat, jurusan, dan karier memang bisa saling bertemu. Namun, tidak ada keharusan bagi ketiganya untuk selalu berjalan berdampingan. Seseorang yang memilih bekerja di bidang lain yang tidak selaras dengan jurusan kuliahnya tidak lantas bisa dikatakan gagal dalam berkarier.

Begitupun sebaliknya, pekerjaan yang selaras dengan minat dan jurusan pun tidak bisa menjadi ukuran kesuksesan. Sebab setiap orang bisa saja memiliki definisi yang berbeda tentang hal itu. Dan akhirnya, yang menentukan masa depan kita mungkin bukan sekadar tentang seberapa lurus perjalanan antara minat, jurusan, dan karier, melainkan seberapa mampu kita bertumbuh ketika rencana hidup tidak berjalan sesuai yang dibayangkan.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda