Kolom

Standar Makeup di Dunia Kerja: Mengapa Bare Face Dianggap Tidak Profesional?

Standar Makeup di Dunia Kerja: Mengapa Bare Face Dianggap Tidak Profesional?
Ilustrasi perempuan memakai makeup (magnific)

Pernah tidak, melihat perempuan datang ke kantor tanpa makeup lalu langsung mendapat komentar seperti, "Kok pucat?", "Lagi sakit ya?", atau "Dandan dikit dong biar kelihatan lebih segar."

Saya pun pernah mendapatkan komentar serupa. Saat datang ke kantor tanpa makeup, ada saja yang bertanya apakah saya sedang sakit atau kurang tidur. Padahal, kondisi saya baik-baik saja. Saya hanya sedang tidak ingin memakai makeup hari itu.

Kalimat-kalimat seperti itu mungkin terdengar sepele, bahkan sering dianggap basa-basi. Namun, jika dipikirkan lebih dalam, ternyata di masyarakat, wajah alami perempuan masih kerap dipandang sebagai sesuatu yang kurang layak untuk ditampilkan di dunia kerja.

Seolah-olah tampil profesional tidak cukup hanya dengan bekerja dengan baik, tetapi juga harus memenuhi standar penampilan tertentu.

Lantas, mengapa profesionalisme perempuan di dunia kerja masih begitu lekat dengan penampilan?

Ketika Makeup Berubah Menjadi Standar Profesional

Banyak perempuan yang merasa lebih percaya diri setelah berdandan. Makeup bisa menjadi hobi, bentuk kreativitas, bahkan cara seseorang mengekspresikan dirinya. Masalahnya muncul ketika pilihan itu perlahan berubah menjadi tuntutan.

Banyak lingkungan kerja yang menganggap perempuan yang datang tanpa makeup sering kali dianggap kurang rapi, kurang serius, atau terlihat seperti sedang sakit.

Padahal, tampil dengan wajah tanpa polesan bukan berarti tidak menjaga kebersihan diri atau tidak menghargai pekerjaannya. Bare face sejatinya adalah wajah alami seseorang.

Yang membuat saya heran dan merasa tidak adil, standar ini sering kali hanya berlaku bagi perempuan. Hal yang sama tidak berlaku untuk laki-laki.

Laki-laki cukup datang ke kantor dengan pakaian yang sesuai, rambut rapi, dan tubuh bersih. Sebaliknya, perempuan sering kali harus mengeluarkan effort lebih hanya untuk dianggap memenuhi standar profesional yang sama.

Profesionalisme Seharusnya Tidak Diukur dari Penampilan

Di dunia kerja, kompetensi semestinya menjadi penilaian utama. Cara seseorang bekerja tidak ditentukan oleh riasan di wajahnya, melainkan oleh kemampuan, tanggung jawab, dan etos kerjanya.

Sayangnya, persepsi tentang perempuan di dunia kerja masih sering dipengaruhi oleh standar kecantikan. Ketika perempuan tampil bare face, muncul asumsi bahwa ia kurang berusaha atau tidak peduli terhadap penampilannya.

Makeup membutuhkan waktu, keterampilan, dan tentu saja biaya. Bagi pekerja dengan gaji yang pas-pasan, terutama di sektor pelayanan atau retail, tuntutan untuk selalu tampil dengan makeup berarti ada pengeluaran tambahan yang harus ditanggung sendiri.

Ironisnya, Hal-hal seperti ini sering kali luput dari perhatian. Biaya itu hampir tidak pernah dianggap sebagai bagian dari tuntutan pekerjaan.

Makeup Harus Tetap Menjadi Pilihan, Bukan Kewajiban

Menurut saya, yang perlu diubah adalah cara kita memandang perempuan yang memilih untuk tidak memakai makeup.

Kalau seseorang senang berdandan, good for them. Kalau makeup membuat seseorang merasa lebih percaya diri, itu juga tidak masalah.

Namun, perempuan yang memilih tampil dengan wajah alami seharusnya tidak dipandang kurang profesional hanya karena tidak memenuhi ekspektasi tertentu.

Dunia kerja seharusnya menjadi ruang yang menghargai kemampuan, bukan tempat yang diam-diam menetapkan standar kecantikan sebagai syarat untuk dianggap serius dan profesional.

Selama seseorang berpakaian sesuai ketentuan, menjaga kebersihan diri, dan menjalankan pekerjaannya dengan baik, seharusnya bare face tidak menjadi persoalan.

Perempuan tidak butuh izin untuk tampil dengan wajah alaminya. Yang perlu dipertanyakan justru mengapa dunia kerja masih merasa berhak menentukan wajah seperti apa yang pantas disebut profesional.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda