alexametrics

Bagimu Menikah Itu Masalah Hati, Bukan Berlandaskan 5 Hal Ini!

Latifah
Bagimu Menikah Itu Masalah Hati, Bukan Berlandaskan 5 Hal Ini!
Ilustrasi pernikahan (pexels.com/Deden Dicky Ramdhani)

Betah sendiri tak berarti kamu gak ingin menikah. Hanya saja, perihal pernikahan ini adalah persoalan kenyamanan hati.

Karena itulah, hingga kini kamu masih kukuh untuk sendiri. Berbagai alasan berikut ini, menurutmu tak seharusnya dijadikan landasan sebuah pernikahan. Sehingga, kamu menolak jika tergesa-gesa melepas masa lajang disebabkan alasan di bawah ini!

1. Jam biologis yang terus berjalan, bagimu tak cukup jadi alasan untuk menikah terburu-buru

Hal ini sering kali kamu dengar dalam berbagai nasihat yang mendorongmu untuk segera menikah. Dengan alasan kamu gak selalu muda, dan jam biologis terus berjalan, membuat banyak orang berpandangan kalau seorang cewek itu gak perlu terlalu milih-milih.

Prinsip seperti ini yang gak pernah sreg di hatimu. Seolah-olah, menikah itu hanya untuk memperoleh keturunan. Seakan-akan pasangan yang belum dikaruniai momongan menjadi kasta lebih bawah daripada mereka yang sudah mempunyai anak. Bukankah seharusnya, ada tidaknya keturunan, tak menjadi soal dan sama sekali tak memengaruhi kebahagiaan?

2. Restu orangtua memang penting, tapi ketika berbenturan dengan kebahagiaanmu, nanti dulu

Bukannya kamu bermaksud durhaka pada orangtua dengan menolak pasangan yang mereka pilihkan. Hanya saja, mereka hanya tahu bagian luar dari calon pasanganmu itu. Tapi belum tahu-menahu bagaimana karakter yang sesungguhnya.

Bagimu, status atau kedudukan calon pasangan bukanlah perkara utama. Percuma saja jabatan tinggi, kalau pernikahan hanya bikin kamu tersiksa. Karena kebahagiaanmu adalah tanggung jawabmu sendiri, dengan berat hati, kamu menolak perjodohan yang sudah diatur oleh orangtua.

3. Pernikahan memang ibadah, karena alasan itulah harusnya lebih berhati-hati

Tak terhitung lagi berapa banyak orang yang mendorongmu menikah dengan alasan pernikahan adalah ibadah. Kamu pun sepakat.

Bagimu, pernikahan adalah ibadah yang berat dan terpanjang, yakni seumur hidup. Karena itulah, gak boleh menyikapinya dengan sembarangan. Kudu hati-hati dan dipersiapkan dengan matang. Supaya bisa menjalaninya dalam waktu yang lama, hingga maut memisahkan.

4. Bagimu, pernikahan itu bukan perkara ikut-ikutan

Urusan pernikahan ini rasanya terlalu serius untuk dijadikan alasan ikut-ikutan. Hanya karena teman-teman sepantaran sudah menikah semua, kamu pun buru-buru, supaya gak dibilang ketinggalan. Nope!

Saat kamu masih single, mereka boleh saja berbicara yang indah-indah tentang menikah. Namun, jika nantinya harapan indahmu itu tak sesuai kenyataan, apakah mereka mau bertanggung jawab karena sudah ‘menghasut’ untuk menikah segera? Tentu tidak, bukan?

5. Menikah itu juga perkara waktu, meski kamu sudah ngebet, tapi kalau memang belum saatnya, mau berkata apa?

“Sudah mapan, kok masih saja melajang? Emangnya mau cari apa lagi, sih?”

Ih, mulut situ ribet amat dah. Dikira mereka, kamu saat ini masih saja sendiri karena belum mau untuk melepas masa lajangmu.

Padahal, karena memang belum ketemu jodohnya. Ada yang kamu suka, karakternya sudah cocok, tapi ternyata sudah ada yang punya. Ada yang suka kamu, tapi gak sesuai dengan kriteria yang kamu cari. Daripada menyesal nanti, mending sendiri, kan?

Setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing. Ada yang mudah bertemu jodohnya, ada pula yang tak begitu lancar di urusan asmara. Santai saja. Selama kamu bahagia, tak masalah.

Jangan hanya karena alasan-alasan yang seharusnya tak layak dijadikan landasan, kamu malah mengorbankan kebahagiaan diri sendiri dengan memilih orang yang salah. Baru, deh setelah itu menyesal. Tentu, kamu gak mau kan?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak