alexametrics

Jangan Dipaksakan, 4 Ciri Skincare Tidak Cocok dengan Kulit Kamu

Funcrev Id
Jangan Dipaksakan, 4 Ciri Skincare Tidak Cocok dengan Kulit Kamu
Ilustrasi memakai skincare. [unsplash]

Setiap orang pasti ingin memiliki kulit yang sehat. Berbagai upaya dilakukan seperti mengatur pola hidup sehat hingga menggunakan perawat kulit atau skincare secara rutin. Namun tidak jarang yang justru menjadi masalah baru karena kulit tidak cocok dengan skincare yang digunakan.

Mencari produk skincare yang cocok untuk kulit memanglah tidak mudah. Perlu banyak percobaan agar tahu produk mana yang paling cocok dan memberi dampak yang baik bagi kulit. Jadi, penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda bahwa suatu produk tidak cocok untuk kulit Anda sebelum menyebabkan kerusakan. 

Melansir The Healthy, berikut adalah tanda-tanda yang mungkin Anda alami saat menggunakan produk skincare yang tidak cocok dengan kulit.

1. Terasa terbakar atau perih yang intens saat menggunakan produk untuk pertama kali

Jika kulit terasa panas atau bahkan ada rasa tersengat saat diolesi atau menggunakan suatu produk, hal itu menandakan bahwa produk tersebut tidak cocok dengan kulit Anda. Biasanya hal ini terjadi karena mungkin saja kulit Anda alergi dengan salah satu bahan yang terkandung dalam produk tersebut.

Untuk dapat mengetahui produk tersebut cocok atau tidak dengan kulit, Anda dapat mengukur dengan cara melihat seberapa lama sensasi tersebut bertahan. Rasa panas atau menyengat memang wajar, tapi sensasi ini seharusnya hanya berlangsung selama sekitar satu menit. Jika rasa panas atau tersengat tersebut terus terjadi dalam waktu yang lama, bisa jadi produk skincare yang Anda gunakan tidak cocok.

2. Kulit menjadi kering bahkan mengelupas

Selain panas, efek lain yang biasa ditimbulkan adalah kulit menjadi kering bahkan mengelupas. Jika Anda mengalami hal ini, terutama di sekitar hidung dan di sudut mulut, Anda mungkin menggunakan produk skincare secara berlebihan, seperti retinoid atau benzoil peroksida. 

"Retinoid sendiri memang digunakan untuk membantu pengelupasan kulit ringan, mengatur pematangan sel kulit, dan menyebabkan iritasi ringan pada kulit, yang mendorong pertumbuhan kolagen baru,” jelas Tsippora Shainhouse, MD, dokter kulit bersertifikat di Beverly Hills, California, dan instruktur klinis di Universitas California Selatan.

Retinoid memang dimaksudkan untuk secara perlahan mengurangi munculnya garis-garis halus, bahkan pigmentasi kulit, dan menebalkan kulit agar terlihat lebih muda. Namun, jika mereka menyebabkan terlalu banyak iritasi, sampai-sampai kulit Anda mengelupas dan kulit menjadi merah dan sensitif, sebaiknya untuk dihentikan.

Peradangan kronis sebenarnya dapat membuat kulit stres dan mempercepat penuaan kulit, jadi coba kurangi resep retinoid Anda menjadi sekali atau dua kali seminggu dan lapisi dengan pelembab lembut. 

Jika masih terlalu mengiritasi, cobalah retinol yang berasal dari tumbuhan yang dijual bebas, efeknya akan lebih ringan. Jika ini masih juga, coba pertimbangkan untuk menghindari obat tipe ini.

3. Muncul ruam dan gatal-gatal

Cara yang biasanya mudah untuk diidentifikasi adalah munculnya efek negatif berupa ruam pada kulit yang menyebabkan gatal-gatal. Terlebih lagi ketika ruam muncul dalam waktu lama atau setelah Anda berkali-kali menggunakan produk tersebut. Tidak hanya itu, ruam tersebut biasanya juga dilengkapi dengan kulit memerah dan iritasi.

Efek samping ini biasanya disebabkan oleh bahan kimia dalam pengawet, pengharum, dan sebagainya yang dapat mengiritasi kulit. Maka dari itu, Anda sebaiknya selalu melakukan tes reaksi sebelum menggunakan suatu produk skincare.

Caranya mudah, cukup lakukan percobaan sebelum Anda menggunakan sepenuhnya. Anda dapat mengoleskan sedikit produk pada area kecil kulit, seperti punggung tangan atau belakang telinga. Jika muncul ruam dan gatal bisa disimpulkan produk tersebut kurang cocok pada kulit Anda.

4. Kulit menjadi lebih berminyak dari biasanya

Jika Anda mendapati kulit Anda tiba-tiba lebih licin dari biasanya, itu bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang menghilangkan minyak alaminya. Kulit Anda secara alami bertindak sebagai penghalang untuk mencegah kotoran dan radikal bebas lainnya di lingkungan. 

Hal ini dilakukan kulit dengan mempersenjatai diri dengan keseimbangan minyak yang sehat dan menjaga kelembapan. Mencuci secara berlebihan atau menggunakan produk yang kurang cocok dapat berakibat pada kehilangan minyak alami yang menjaga kulit.

"Jika Anda menggunakan produk yang keras atau tidak cukup pelembab, kulit Anda akan mengimbanginya dan menghasilkan lebih banyak minyak," jelas Eric Schweiger, MD, dokter kulit, pendiri Schweiger Dermatology Group.

Itulah tadi empat tanda-tanda yang sering muncul jika suatu produk perawatan kulit atau skincare yang Anda gunakan tidak cocok dengan kondisi kulit. Untuk lebih jelas mengenai hal tersebut Anda bisa tanyakan langsung kepada dokter atau spesialis kulit agar mendapatkan jawaban yang lebih baik.

Sumber:

Jenn Sinrich. 8 Signs Your Skin Products Are Secretly Damaging Your Face. Diakses pada 6 September 2021 melalui The Healthy.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak