alexametrics

5 Hal yang Pantang Diumbar ke Media Sosial, Kamu Harus Bijak!

Mutami Matul Istiqomah
5 Hal yang Pantang Diumbar ke Media Sosial, Kamu Harus Bijak!
Ilustrasi bermain sosmed (pixabay.com)

Sosial media kini tidak sekadar sarana mencari informasi, tapi juga sudah sebagai wadah bagi orang-orang untuk berekspresi. Banyak orang rela berjam-jam memantau pantangan media sosial mereka, mengunggah banyak hal, dan menceritakan ribuan hal. 

Namun, beberapa dari mereka tidak mempedulikan banyak hal yang sebenarnya pantang atau kurang baik jika dibagikan ke media sosial. Meskipun sosial media adalah wadah di mana segala keingintahuan bisa dituntaskan, tapi kita tetap harus memperhatikan beberapa aspek agar image kita tetap terjaga dan menghindari diri kita dari masalah dengan orang lain. Nah, beberapa hal yang pantang kamu umbar ke media sosial tersebut bisa kamu simak dibawah ini, ya!

1. Rencanamu ke depan

Setiap orang pasti punya rencana atau setidaknya angan-angan terhadap hal yang akan dilakukannya di masa depan ataupun di esok hari.  Apakah kamu pun demikian?

Sebuah hal wajar jika kamu ingin membagikan rencanamu ke depan di media sosial, untuk membuktikan bahwa kamu hidup tidak asal hidup. Maksudnya, kamu punya planning yang tertata untuk ke depannya. Namun, tanggapan orang tidak melulu sama dengan apa yang kita bayangkan.

Dengan melihat planning-mu, belum tentu orang lain akan termotivasi atau setidaknya mendukungmu. Namanya hidup, tidak ada yang tahu kan? Terkadang, apa yang kita dapatkan tidak melulu sama dengan yang kita rencanakan. Ketika hal itu terjadi, akan banyak orang yang mencelamu karena tidak berhasil menjalankan planning-mu sendiri. 

2. Masalah

Ketika kamu mendapati sebuah masalah, entah dengan pasangan atau sahabat, kamu pasti geram dan ingin segera menuliskan ceritanya di media sosialmu. Tujuannya, agar semua orang tahu bahwa A bukanlah orang yang baik dan kamu lebih benar ketimbang A.

Namun sebenarnya, mengunggah masalah di sosial media tidaklah membuahkan apa-apa. Orang justru akan merasa tidak nyaman dengan postingan-postinganmu, bahkan kamu akan dijadikan bahan gosip.

Hal yang terlihat sepele, tapi ketika melibatkan banyak orang bisa menjadi banyak sudut pandang. Bukannya masalahmu selesai, masalahmu malah tidak kunjung usai.

3. Informasi pribadi

Informasi pribadi termasuk hal yang pantang di bagikan di media sosial, terutama KTP ataupun kartu lain yang mengandung nomor NIK. Kalau dilihat atau ditemukan oleh orang yang salah, identitasmu bisa digunakan untuk berbagai hal buruk.

Misalnya seperti mengajukan pinjol, penipuan, bahkan kredit sana-sini yang hanya akan merugikan dirimu sendiri. Sebisa mungkin, jangan pernah tunjukan identitasmu di sosial media ataupun orang yang tidak kamu kenal.

4. Aib orang lain

Kamu juga tidak boleh menyebar aib orang lain, lho. Sebisa mungkin, tutuplah aib orang lain seolah kamu menutup aibmu sendiri. Lagian, tidak ada gunanya juga kamu mengumbar aib orang di media sosial, kan?

Namun, bagi orang yang kamu sebar aibnya, bisa saja mendapatkan banyak dampak, mulai menjadi bahan pergunjingan, dijauhi banyak orang, bahkan sampai mengucilkan diri sendiri karena merasa malu dengan orang lain. Sentuhan jarimu yang lincah, bisa menjadi masalah yang merambah kemana-mana. 

5. Pendapatan

Saat ini, banyak orang memamerkan berapa pendapatannya dan aset yang dimiliki di media sosial, entah untuk tujuan apa. Padahal, orang lain tidak ada yang peduli juga kamu mau memiliki pendapatan sekian atau sekian. 

Orang-orang justru mungkin akan menganggap kamu sombong atau bahkan sebagian kecil ada yang iri, ingin berada di posisimu. Sombong bukanlah hal yang baik. Hati-hati, lho, dengan kamu mengumbar berapa banyak pendapatanmu bisa jadi beberapa dari orang yang tahu akan memanfaatkanmu atau berniat buruk karena mengatahui jumlah uangmu banyak.

Sebanyak apa pun pendapatanmu, jangan pernah sombong. Semua itu hanya titipan. Suatu saat nanti jika Tuhan berkendak mengambil, habislah kamu. Kalau mau bersyukur, boleh saja. Banyak caranya, seperti bersedekah, membantu orang yang susah, mendirikan pondok pesantren, atau rumah yatim. Banyak kok caranya, tidak melulu harus di up ke sosial media, ya.

Jadi, meskipun media sosial bisa diakses dengan begitu mudah, efek dan dampaknya pun besar. Tidak hanya menjadi sumber informasi, tapi jika dilakukan dengan kurang bijak malah menambah banyak masalah. Oleh karena itu, bijaklah dalam bersosial media, ya!

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak