alexametrics

6 Tips Menghadapi Anak yang Rewel, Jangan Memarahinya!

Mutami Matul Istiqomah
6 Tips Menghadapi Anak yang Rewel, Jangan Memarahinya!
Ilustrasi anak yang sedang rewel (Pexels/JepGambardella)

Anak yang rewel seringkali membuat orangtua bingung. Bahkan jika kita sedang kelelahan, anak yang rewel bisa membuat kita marah. Namun, adalah hal yang wajar bagi seorang anak apalagi masih batita tiba-tiba rewel, karena keterbatasannya dalam menyampaikan sesuatu. Sehingga orangtua juga kurang bisa memahami apa yang anak mau.

Memang bukanlah perkara yang mudah untuk membuat anak batita tenang dan menurut di usianya tersebut. Seringkali kita juga tidak enak kepada tetangga jika anak terus-terusan menangis dan mengganggu kenyamanan banyak orang. Apalagi jika sedang berada di tempat umum, anak yang rewel, menangis, ataupun ngamuk seringkali menjadi pusat perhatian banyak orang dan seolah menyudutkan kita sebagai orangtua tidak bisa mengurus anak dengan baik.

Nah, beberapa cara di bawah ini bisa orangtua terapkan jika anak tiba-tiba rewel.

1. Jangan marah

Jika kita sedang lelah setelah beraktivitas dan disambut dengan anak yang rewel, usahakan jangan memarahi anak. Karena itu dapat melukai perasaannya. Kita bisa mensiasatinya dengan menarik nafas panjang, sehingga emosi bisa diredam.

Memarahi anak, biasanya tidak membuat anak menjadi tenang, melainkan bertambah rewel. Jika anak menangis lalu kita marahi, tangisannya akan semakin menjadi-jadi. Memarahi anak yang sedang rewel, tidaklah menyelesaikan masalah, tapi justru membuat masalah bertambah parah. Jadi, kita harus tenang agar lambat laun, tangisan anak bisa kita kendalikan.

2. Memberikan perhatian penuh

Alih-alih memarahi anak, kita justru harus memberikan perhatian penuh kepadanya. Kalau kita sedang menyambi anak dengan mengurus pekerjaan rumah tangga, alangkah lebih baik tinggalkan dulu semuanya. Biarkan perhatian kita hanya terfokus kepada anak. 

Kalau sedang di tempat umum, berhentilah melakukan aktivitas. Cobalah untuk mencari tempat sepi dan menenangkan anak. Buatlah dia menyadari bahwa saat itu ibu atau ayahnya hanya memperhatikan dia, tidak ada yang lain.

Kadang pula, anak merasa cemburu jika ibu atau ayahnya terus mengurus kakaknya. Si kecil yang rewel bisa jadi hanya ingin mencari perhatian kepada ibu dan ayahnya.

3. Cari tahu penyebabnya

Anak yang rewel tidak mungkin tanpa alasan. Anak selalu memiliki alasan, tapi juga memiliki keterbatasan dalam menyampaikan. Tidak jarang anak mengatakan sesuatu yang kurang jelas, sehingga kita juga kesulitan untuk memahaminya. 

Jika anak rewel, periksalah beberapa bagian tubuhnya. Misalnya, tepuk-tepuk perutnya, apakah kembung atau tidak. Coba juga untuk mengukur suhu tubuhnya, apakah demam atau tidak. Jangan lupa pula, cek pampers-nya, apakah sudah waktunya atau harus diganti atau belum. Karena terkadang, anak rewel bisa disebabkan karena badannya merasakan sakit, ataupun merasa tidak nyaman dengan sesuatu yang melekat di tubuhnya. 

4. Mengalihkan perhatian

Mengalihkan perhatian juga bisa dilakukan ketika anak rewel. Misalnya, kita bisa mengalihkan perhatiannya dengan memainkan permainan yang seru, seperti main air yang dijamin anak akan suka. Kita juga bisa mengalihkan perhatiannya dengan cara mengatakan, "Dek, liat tuh di atas kok ada cicak, ya? Adek lihat nggak?" yang akan membuat si kecil tertarik memperhatikan hal lain.

5. Membawanya ke luar rumah

Anak yang rewel di rumah mungkin saja dikarenakan merasa bosan. Tidak ada salahnya jika kita mengajaknya jalan ke taman maupun hanya keluar sekadar menghirup udara segar. 

Kalau di luar ada anak-anak yang sedang main, tidak ada salahnya juga untuk mengenalkan kepada teman-temannya. Sehingga tidak hanya betah, tapi anak juga belajar untuk mandiri dan bersosial.

6. Menyanyikan lagu yang anak suka

Jika kita terbiasa mengajak anak menyanyi sejak kecil, biasanya di usianya menginjak dua tahun, anak sudah mulai bisa mengikuti nyanyian kita. Nah, ketika sedang rewel kita bisa mengajaknya bernyanyi bersama agar ia merasa senang dan ceria lagi.

Itu dia 6 tips yang bisa diterapkan ketika anak sedang rewel. Semoga bermanfaat!

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak