facebook

6 Alasan Klasik Pasangan Selingkuh, Pernah Mengalaminya?

Mutami Matul Istiqomah
6 Alasan Klasik Pasangan Selingkuh, Pernah Mengalaminya?
ilustrasi selingkuh (pixabay)

Berselingkuh atau menduakan cinta pasangan dengan orang lain bahkan banyak orang, masih kerap terjadi dalam hubungan asmara maupun rumah tangga. Hal demikian seringkali menyulut pertengkaran, perpisahan, sampai perceraian. 

Selingkuh mungkin bisa melampiaskan beberapa perasaanmu sesaat. Namun, dampaknya bisa melekat dalam dirimu seumur hidup. Hal ini harus kamu hindari dan buang jauh-jauh dalam diri dan kepribadianmu. Salah satunya dengan menyimak beberapa alasan seseorang berselingkuh di bawah ini agar kamu bisa menjauhi hal tersebut dengan pasangan, sehingga tercipta hubungan asmara yang sehat. 

1. Jenuh atau bosan

Alasan perselingkuhan yang pertama adalah karena bosan. Padahal, merasa bosan adalah hal yang wajar dalam hubungan yang seharusnya bisa dikelola dengan baik. Misalnya, menciptakan suasana yang berbeda di rumah, mengajak pasangan berlibur, bahkan melakukan hal seru di rumah seperti masak bersama atau yang lainnya. Intinya mencoba hal-hal yang jarang dilakukan bersama juga bisa mengusir kebosanan.

Bosan biasanya terjadi karena rutinitas yang begitu-begitu saja, bukan? Jadi, ketika merasa bosan, seharusnya kita bisa mengajak pasangan untuk melakukan hal baru yang seru, ketimbang menjalin hubungan asmara dengan orang baru. 

2. Merasa kurang dengan sikap pasangan

Alasan yang kedua adalah merasa kurang dengan sikap pasangan. Hal tersebut bisa disebabkan karena pasangan yang sibuk dengan pekerjaan, tugas, maupun urusan rumah tangga. Dengan minimnya waktu untuk berduaan sehingga tercipta, rasa kurang diperhatikan, disayang, dan diperlakukan sebagaimana mestinya. 

Hal tersebut sebenarnya bisa dialihkan dengan komunikasi yang baik dan rasa saling memahami. Komunikasi adalah kunci agar hubungan asmara tetap berjalan seirama. Apapun yang kamu rasakan, jangan pernah sungkan untuk membicarakannya dengan pasangan. Asal melihat situasi dan kondisi yang pas, komunikasi bisa meningkatkan rasa saling memahami, memperbaiki sikap, dan merekatkan kembali hubungan asmara antara kamu dan pasangan.

3. LDR

Alasan yang ketiga adalah LDR atau menjalin hubungan jarak jauh dengan pasangan. Meski tidak semuanya, tapi beberapa orang yang menjalani hubungan LDR rentan sekali dengan perselingkuhan. Jarak dan waktu seolah menjadi pembenaran, padahal selingkuh tetap tidak dibenarkan.

Seseorang yang menjalin hubungan jarak jauh dengan pasangan, biasanya akan dekat dengan orang lain yang berada di sampingnya setiap hari. Kedekatan yang mungkin bermula dari pertemanan, bisa menjadi dekat dan berakhir di hubungan yang salah, tidak bisa berjalan. 

Padahal menurut saya, jika seseorang sudah berkomitmen dengan sang kekasih bahkan sudah menikah, sudah bukan waktunya lagi untuk bermain api dengan pasangannya. Masa-masa LDR tersebut sebaiknya digunakan semaksimal mungkin untuk mencari uang. Baik itu untuk modal nikah maupun menghidupi anak istri. Dengan motivasi yang tinggi dan sikap yang gigih, LDR bukanlah alasan untuk berselingkuh.

4. Terpengaruh lingkungan

Alasan yang keempat adalah terpengaruh oleh lingkungan. Tidak mustahil bagi seseorang untuk terpengaruh orang lain, apalagi yang betemu setiap hari dalam pergaulannya. Jika seseorang merasa bahwa berselingkuh adalah hal yang salah dan tidak boleh. Namun, melihat di lingkungan mereka hal tersebut sudah dianggap biasa, maka akan sangat mungkin seseorang tertular perilaku buruk dari sana. 

Seseorang yang awalnya merasa was-was karena takut ketahuan atau merasa tidak tenang karena hal tersebut bukanlah hal yang benar, berangsur merasa berani dengan melihat teman-teman atau orang di lingkungan sekitarnya.

5. Doyan

Alasan yang kelima adalah karena memang orang tersebut doyan berselingkuh. Tidak memiliki rasa kurang apapun dengan pasangan, bahkan hubungan dengan pasangan selalu baik-baik saja, namun tetap saja memainkan hati pasangannya. Alasan yang kelima ini merupakan alasan yang tidak bisa diterka. Karena orang tersebut selalu berperilaku sama, seolah tidak menyembunyikan apa-apa.

Namun, ketika sudah ketahuan, tidak berarti semuanya berhenti. Karena sudah doyan, maka sampai kapanpun dia tidak akan pernah merasa cukup melampiaskan rasa cinta kepada satu orang. Dia akan selalu butuh orang lain demi menuruti keinginannya. 

6. Merasa jatuh cinta lagi

Alasan yang terakhir adalah karena merasa jatuh cinta lagi. Jatuh cinta seperti pada pandangan pertama dengan orang baru memang sebuah hal yang sangat mungkin terjadi. Entah karena melihat prestasi, paras yang cantik atau tampan, kemampuan finansial, serta yang lainnya. 

Jatuh cinta lagi sebenarnya bukanlah jatuh cinta. Melainkan rasa kagum kepada seseorang. Jika diterima dengan sederhana, maka hal tersebut bisa berhenti sebagai rasa kagum. Namun jika dibiarkan membara, maka bisa menjadi cinta buta. 

Ketika melihat seseorang dan merasa dia sangat menjadi tipe kamu, padahal kamu sudah memiliki pasangan maupun kekasih, alangkah baik membiarkan perasaan kagum tersebut berhenti di situ. Jangan dibiarkan terkagum-kagum karena hal tersebut bukanlah hal yang baik.

Nah, itu dia 6 alasan klasik pasangan selingkuh. Dengan alasan apapun, selingkuh tidak dibenarkan. Kamu boleh saja memulai hubungan yang baru dengan orang lain, tetapi kamu harus memastikan bahwa jalinan dengan yang lalu sudah selesai. Jangan sampai kamu menyakiti dan merepotkan banyak hati. Jangan sampai kamu terkena karma dari sumpah serapah orang-orang yang kamu buat sakit hati. Semoga bermanfaat!

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak