facebook

5 Tips Keuangan yang Dapat Dipelajari dari Para Gen Z!

Winda Luthfia
5 Tips Keuangan yang Dapat Dipelajari dari Para Gen Z!
Ilustrasi perencanaan keuangan.[Pixabay.com/stevepb]

Terdapat beberapa generasi yang hidup pada era globalisasi seperti sekarang, yaitu Baby Boomers, Generasi X, Generasi Y, Generasi Z, hingga Generasi Alpha.  Berdasarkan hasil sensus penduduk pada tahun 2020, penduduk Indonesia didominasi oleh para Generasi Z dengan populasi 74,93 juta atau 27,94% dari total penduduk Indonesia (Sensus penduduk, 2020).

Lalu, siapakah Generasi Z ini?

Generasi Z, iGen, generasi post-milenial, homelanders atau homeland generation adalah sebutan untuk para mereka yang saat ini diperkirakan berusia 10 hingga 25 tahun  atau mereka yang lahir pada tahun 1997-2012.

Menurut Pew Research Center, Generasi Z berada pada jalur yang tepat untuk menjadi generasi yang paling terdidik. Hal ini karena mereka tumbuh pada era teknologi yang sudah maju, yang membuat mereka dipengaruhi oleh internet dan media sosial ketimbang generasi sebelumnya.

Untuk itu, para Generasi Z ini memiliki kebiasaan Finansial yang berbeda daripada generasi sebelumnya untuk masa depannya yang lebih baik.

Berikut adalah lima tips keuangan yang dapat dipelajari dari para Gen Z.

1. Menghabiskan uang untuk mendapatkan pengalaman, bukan barang

Pixabay.com/jeshoots-com
Pixabay.com/jeshoots-com

Perbedaan yang ada pada Generasi Z dengan para generasi pendahulunya adalah kebiasaan dalam menghabiskan uang. Banyak Generasi Z memilih mengurangi pengeluaran untuk membeli barang-barang atau materi berupa mobil, ponsel, pakaian, dan lain-lain.

Sebagai Generasi Z mereka lebih memilih untuk menghabiskan uang untuk kegiatan-kegiatan yang lebih memiliki dampak pada kehidupannya. Misalnya saja, mengikuti kursus berbayar, liburan atau pun traveling untuk mencari pengalaman baru.

2. Memulai menabung sejak dini

Pixabay.com/visionpics
Pixabay.com/visionpics

Generasi Z mungkin merupakan generasi termuda, akan tetapi generasi ini memiliki kebiasaan yang paling baik dalam hal menabung. 

Belajar dari keadaan orang tua mereka yang melewati masa krisis dan resesi, para Generasi Z ini pada akhirnya harus mengambil langkah yang berbeda untuk menghemat uang.

Bagi para Generasi Z, tidak ada kata terlalu cepat untuk memulai menabung. 

Hal tersebut dikarenakan memulai menabung lebih awal membuat mereka memiliki harapan nasib yang lebih baik daripada generasi sebelumnya.

3. Membuat pilihan dan pengorbanan adalah bagian dari hidup

Pixabay.com/visionpics
Pixabay.com/visionpics

Dalam hidup, kita harus membuat pilihan dalam hal bagaimana kita akan menghabiskan uang, terutama untuk tujuan kesenangan.

Belajar dari keadaan orang tua mereka, para Generasi Z banyak membuat pilihan dan pengorbanan pada usia muda. Hal ini cenderung membuat kebiasaan baru berupa sangat hemat dalam mengeluarkan uang, terutama untuk hal-hal yang tidak perlu.

4. Membuat rencana keuangan agar lebih stabil

Pixabay.com/geralt
Pixabay.com/geralt

Generasi Z adalah perencana keuangan yang baik. Salahkan kenaikan biaya pendidikan, atau pun lowongan pekerjaan yang semakin sulit.

Para generasi Z ini memulai perencanaan keuangan jauh lebih awal daripada generasi sebelumnya demi masa depan mereka, bahkan sebelum para generasi milenial mulai mempertimbangkannya.

5. Lebih memilih kegunaan dan kualitas, daripada merek terkenal

Pixabay.com/shotkitimages
Pixabay.com/shotkitimages

Meskipun orang tua para Generasi Z ini adalah Generasi X yang cenderung memiliki loyalitas pada sebuah nilai sejarah. Namun, par Generasi Z tidak mudah terkesan pada hal tersebut.

Bagi para Generasi Z, nilai guna dan kualitas dari sebuah barang jauh lebih penting daripada seberapa terkenal logo atau pun merek pada barang yang mereka gunakan.

Itulah lima tips keuangan yang dapat dipelajari dari Gen Z! Semoga bisa dijadikan referensi untuk mengubah kebiasaan finansial kita yang kurang sehat.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak