3 Pertanyaan untuk Introspeksi Diri, Mari Direnungkan!

Hayuning Ratri Hapsari | Delia Sanjaya
3 Pertanyaan untuk Introspeksi Diri, Mari Direnungkan!
Ilustrasi merenung (Pexels.com/AnastasiyaVragova)

Setiap orang seharusnya bisa mengintrospeksi dirinya sendiri sebelum mereka menyalahkan orang lain, pokoknya membicarakan hal tentang orang lain. Mengapa harus orang lain dulu yang kita selalu bicarakan? Kenapa tidak dimulai dari diri kita sendiri? Maksudnya seperti ini, apa diri kita sudah jauh lebih benar dibandingkan mereka yang sedang kita bicarakan keburukannya? Seburuk apa mereka? Dan sebaik apa diri kita? 

Mungkin banyak sekali kalimat-kalimat pertanyaan yang bisa kita pikirkan dari sekarang. Ternyata kita lebih sering mengurusi dan membicarakan perihal orang-orang saja. Terus bagaimana dengan diri kita sendiri? Cobalah mulai untuk introspeksi diri, sebenarnya banyak yang bisa kita perbaiki dalam kehidupan sehari-hari ini khususnya untuk diri kita sendiri.

Ini ada beberapa pertanyaan yang kemungkinan bisa untuk mengubah pemikiran kamu terhadap orang lain yang selalu kamu jadikan bahan gosip, dan bertindaklah untuk memperbaiki diri kita sendiri.

1. Apa Kita Sangat Sering Membicarakan Keburukan Seseorang?

Ilustrasi membicarakan seseorang (Pexels/Keira Burton)
Ilustrasi membicarakan seseorang (Pexels.com/Keira Burton)

Dalam kehidupan setiap orang, ada saja hal-hal yang memang tidak sesuai harapan yang kita inginkan. Terkadang seseorang pun mempunyai kesalahan yang sangat kita tidak sukai. Tapi balik lagi, yang namanya manusia itu tidak akan luput dari kesalahan. Biasanya kesalahan itu bisa dijadikan pelajaran dan untuk melatih kita agar bisa lebih baik lagi dan terus maju.

Terus kenapa kita harus repot-repot membicarakan keburukan mereka? Kenapa dengan kesalahan yang mereka perbuat itu, malah kita jadikan cap buruk dalam diri orang tersebut? Memang hidup seseorang selalu salah dan tidak ada sama sekali yang benar? Jika mereka masih punya kebaikan yang pernah dilakukan, kok kita cuma ingat buruknya saja?

Ya kalau memang tidak mau membicarakan kebaikan orang lain, lebih baik untuk tidak membicarakan keburukannya juga. Sebaiknya memang waktu dan energi yang kita punya, untuk dipakai oleh diri kita sendiri saja sambil introspeksi diri.

2. Bagaimana Jika Ucapan Kita Menyakiti Hati Seseorang?

Ilustrasi fitnah (Pexels/cottonbro)
Ilustrasi fitnah (Pexels.com/cottonbro)

Pernah menyadari tidak, bahwa ucapan yang kita keluarkan dari mulut itu ternyata menyakiti hati seseorang? Atau kita memang sengaja mengucapkan sesuatu yang memang dikhususkan untuk membuat orang sakit hati? Kalau kita berhasil dengan tujuan menyakiti hati seseorang, apa kita mau jika ada orang lain yang akan berbuat sama seperti kita yang juga pernah menyakiti hati seseorang? Jika kita bisa menyakiti hati orang lain, orang lain juga mungkin ada saja yang bisa menyakiti hati kita. Sudah siap disakiti juga? 

Tapi jika kita memang tidak sengaja menyakiti hati seseorang dengan semua kalimat yang kita pernah ucapkan, sebaiknya meminta maaflah dan jangan diulangi kembali. Sebaiknya lidah kita ini harus terus diajari agar terlatih dalam mengucapkan apapun. Mungkin kita harus memperbaiki diri sendiri dan juga lisan.

3. Berapa Banyak Kebaikan yang Sudah Kita Lakukan?

Ilustrasi dua orang wanita yang berpelukan (Pexels/Ketut Subiyanto)
Ilustrasi dua orang wanita yang berpelukan (Pexels.com/Ketut Subiyanto)

Nah, mungkin ini pertanyaan yang memang dikhususkan kepada diri kita. Sudah sebaik apa diri kita? Apa yang kita perbuat sudah mempunyai nilai yang bagus? Sudah bisa dicontoh belum perbuatan yang kita lakukan?

Kebaikan memang bermacam-macam caranya, tidak membicarakan keburukan orang lain saja itu sudah dianggap kamu adalah orang yang baik, atau kamu selalu menghargai orang lain, itu juga sudah bisa dianggap kebaikan. Jadi mulailah dari diri kita sendiri, banyaklah berbuat baik. Kita pasti punya waktu untuk bisa introspeksi diri. Tidak semua hal tentang orang, kita harus bicarakan, dan tidak semua keburukan kita, kita selalu membenar-benarkan. 

Itulah beberapa pertanyaan yang bisa kamu jawab dalam hati, apa kamu memang sudah benar dalam bersikap? Itu akan bisa kamu jadikan dorongan untuk introspeksi diri. Yuk! Kendalikan dirimu ke arah yang lebih baik.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak