4 Kiat Membentuk Anak Bermental Kuat, Jadi Bekal Masa Depannya!

Hayuning Ratri Hapsari | Riva Khodijah
4 Kiat Membentuk Anak Bermental Kuat, Jadi Bekal Masa Depannya!
Ilustrasi anak memakai kostum astronot (Pexels.com/Amina Filkins)

Di antara hal penting bagi orangtua, yakni mempersiapkan anak untuk menghadapi masa depan dengan sebaik mungkin. Dan salah satu penentu masa depan seseorang adalah kondisi mental.

Untuk memiliki hidup yang sukses diperlukan mental yang kuat. Tentunya sebagai orangtua, kamu mau dong, punya anak bermental baja? Maka dari itu, simak terus tips berikut, ya!

1. Bantu si kecil agar berani menghadapi ketakutan

Rasa takut dialami oleh siapa pun tanpa memandang usia. Bila sejak kecil anak sudah dilatih untuk menghadapi ketakutan, saat besar nanti ia akan terbiasa untuk tetap melangkah meski ada rasa takut di dalam hatinya.

Keberanian menghadapi rasa takut ini juga termasuk ciri orang yang bermental kuat, lho. Oleh sebab itu, kalau anak sedang takut cobalah dirangkul dan disemangati agar dia punya keberanian. Jangan malah diejek atau dibanding-bandingkan dengan anak lain, ya!

2. Membantunya untuk bersaing dengan dirinya sendiri

Sah-sah saja memiliki harapan agar anak bisa berprestasi. Sayangnya, terkadang orangtua jadi kelewatan memasang ekspektasi tinggi dan ketika gak berhasil dipenuhi anak, berbuntut kecewa dan perilaku tak pantas. Misalnya, saja, anak jadi dimarahi habis-habisan.

Supaya anak bermental kuat, latihlah supaya dia bisa bersaing dengan dirinya sendiri. Dengan begitu, dia gak sibuk menengok pencapaian orang lain dan bisa memusatkan perhatian sepenuhnya pada capaian pribadi. Mental seperti ini gak hanya bikin anak sukses, tapi juga bahagia karena dia jadi gak merasa perlu untuk membanding-bandingkan diri.

3. Ajarkan anak untuk bersabar

Di antara ciri orang bermental kuat adalah kemampuan untuk bersabar. Ini penting sekali mengingat apa pun yang ingin dicapai oleh seseorang selalu membutuhkan kesabaran.

Oleh sebab itu, kalau anak sering meminta sesuatu harus cepat, latih si kecil untuk bersabar dan menunggu. Atau melatihnya mengatur rasa kecewa ketika apa yang diinginkan gak bisa dipenuhi. Bila ini sudah terlatih, si kecil akan pandai untuk mengatur emosi. Bukan emosi yang mengontrolnya, tapi dia yang mengendalikan emosi.

4. Buat anak menoleransi kegagalan

Hal selanjutnya yang perlu orangtua lakukan, adalah membuat anak ‘bersahabat’ dengan kegagalan. Dengan begitu anak gak akan ciut nyalinya ketika gagal. Maka dari itu, kalau anak belum bisa melakukan sesuatu dengan benar, jangan dimarahi, tapi disemangati sampai dia bisa melakukannya.

Semoga dengan uraian tadi bisa membantumu melatih anak agar bermental kuat, ya. Selamat mencoba!

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak