4 Etika Bercanda yang Wajib Kita Patuhi, Jangan Menyinggung!

Mutami Matul Istiqomah
4 Etika Bercanda yang Wajib Kita Patuhi, Jangan Menyinggung!
Ilustrasi orang yang sedang tertawa (Pexels/RODNAE Productions)

Dalam beraktivitas sehari-hari kita tidak harus selalu serius. Sesekali kita perlu menyenangkan diri dengan bercanda atau bergurau. Hal ini agar aktifitas yang kita jalani tidak membosankan dan lebih menyenangkan. Bahkan, banyak orang yang sangat sering bercanda. Kita biasa menyebutnya sebagai orang yang humoris.

Bercanda memang sah-sah saja, bahkan merupakan bagian dari cara kita berkomunikasi sekaligus menghibur diri sendiri dan orang lain. Meski begitu, kita harus tetap menjaga adab atau etika sekalipun sedang bercanda. Karena jika tidak, candaan kita bisa membuat orang lain tersinggung atau sakit hati.

Orang-orang profesional seperti para stand up comedian saja banyak yang tersansung kasus karena lawakan yang menyinggung. Kita tentu tidak ingin niat bercanda kita justru membuat kita mendapat masalah. Untuk itu, berikut empat adab atau etika bercanda yang wajib kita patuhi.

1. Ketahui Pendengar atau Lawan Bicara

Saat hendak mengeluarkan candaan, kita harus paham betul siapa pendengar atau lawan bicara kita. Bercanda dengan orang-orang penting tentu tidak sebebas bercanda dengan teman tongkrongan. Oleh sebab itu, kita harus mengetahui batasan dalam bercanda.

Misalnya pendengar kita kebanyakan perempuan, maka jangan ucapkan candaan seksis yang bisa membuat tersinggung. Kita bisa menyesuaikan candaan kita dengan pendengar atau lawan bicara kita.

2. Jangan Menghina

Meskipun niatnya bercanda, jangan sampai kita menghina orang lain. Misalnya dengan menghina kondisi fisik. Hal tersebut bukannya lucu justru akan membuat orang lain menjadi tersinggung dan sakit hati. Bahkan kita bisa mendapat masalah seperti dimarahi hingga diusir karena candaan yang menghina itu.

3. Sadar Tempat dan Waktu

Saat hendak bercanda, kita harus sadar akan tempat dan waktu kita saat itu. Apakah waktu tersebut cocok untuk bercanda atau tidak. Sebagai contoh, kita tentu tidak etis bercanda ketika sedang melayat orang meninggal.

4. Sadar akan Objek Bercanda

Setiap candaan pasti memiliki objek atau bahan yang ditertawakan. Kita harus bisa memilih objek bercanda yang boleh kita sampaikan. Hal ini harus kita sesuaikan dengan kondisi seperti waktu, tempat, hingga pendengar. Jangan bercanda mengenai hal-hal yang sensitif seperti agama, suku, dan lain sebagainya kalau tidak ingin mendapat masalah.

Itulah 4 adab atau etika bercanda yang harus kita patuhi agar tidak mendapat masalah. Bercanda harusnya bisa menghibur, bukan membuat orang lain tersinggung.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak