Aktor Thailand Ohm Pawat diduga melakukan perundungan atau bullying di masa lalu. Kabar tersebut santer terdengar di media sosial. Bahkan kabarnya sang aktor merundung anak pengidap autisme ketika ia masih SMP.
Kasus perundungan adalah isu yang banyak diperbincangkan. Dalam kurun waktu beberapa terakhir ini, banyak kasus perundungan terungkap, sebagian besar menyeret nama-nama pesohor berbagai negara. Nah, apa saja bentuk perundungan yang ada? Mengutip Very Well Family, yuk kita kenali masing-masingnya.
1. Perundungan Verbal
Seperti namanya, bentuk perundungan ini berupa ejekan, cemoohan, hinaan, dan labeling yang merendahkan orang lain. Para pelaku memilih target perundungan berdasarkan cara mereka melihat, berperilaku dan bertindak.
Bentuk perundungan verbal sulit diidentifikasi karena sudah hampir selalu terjadi di luar pengawasan orang dewasa. Di sisi lain, orang dewasa banyak yang merasa bahwa perkataan anak kecil bukan hal yang menyakiti.
Padahal perundungan verbal adalah salah satu bentuk perundungan yang paling merusak. Target akan merasa tak berarti, menarik diri dari pergaulan dan kehilangan percaya diri. Akibatnya hal tersebut meninggalkan bekas luka emosi yang dalam.
BACA JUGA: Kasus Perundungan Terungkap, Ini 3 Kontroversi Ohm Pawat yang Juga Bikin Geger
2. Perundungan Fisik
Yang termasuk perundungan fisik adalah memukul, meninju, mendorong, menampar dan bentuk kekerasan lainnya. Target perundungan ini kebanyakan adalah orang yang memiliki fisik lebih lemah atau mempunyai ukuran tubuh yang lebih kecil.
3. Pengucilan atau Bullying Relational
Pengucilan adalah salah satu bentuk perundungan yang juga merusak mental seseorang. Terkadang, perundungan ini membuat orang terintimidasi secara relasi. Para pelaku melakukan pengucilan demi meningkatkan status atau derajat mereka. Mereka akan memanipulasi situasi, menyebarkan gosip bohong, dan menghancurkan kepercayaan.
4. Cyberbullying
Cyberbullying terjadi seiring meningkatnya pengguna internet dan media sosial. Bentuk cyberbullying adalah menyebarkan foto dan video yang merugikan satu pihak. Pelaku cyberbullying sulit untuk diidentifikasi sebab teknologi bisa menyembunyikan pengunggahnya.
5. Pelecehan Seksual
Bentuk perundungan ini sering dialami oleh perempuan, namun bukan berarti laki-laki boleh abai. Perundungan ini bisa terjadi saat seseorang dipermalukan secara seksual, dikomentari kasar, diintimidasi secara vulgar, dan lain-lain.
Selain itu, sexting juga merupakan salah satu bentuk dari pelecehan seksual, misalnya saat seseorang menyebarkan foto yang mengandung konten porno ke orang lain tanpa izin orang tersebut.
6. Perundungan Secara Emosional
Bentuk perundungan ini mengacu pada tindakan yang tujuannya merusak emosi dan psikologi seseorang, bisa lewat ucapan, dan tindakan. Contoh dari bentuk perundungan ini adalah bergosip, mengejek seseorang di belakang sampai membuat orang tersebut terlihat buruk.
Itu dia berbagai bentuk perundung. Mau apa pun bentuknya, perundungan bukan sikap yang bisa ditoleransi. Pasalnya dampak dari perbuatan ini sangat merusak dan membahayakan pihak lain.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS