4 Hal yang Bisa Kamu Lakukan untuk Bangkit dari Burnout

Ayu Nabila | Rion Nofrianda
4 Hal yang Bisa Kamu Lakukan untuk Bangkit dari Burnout
Ilustrasi burnout (pexels/Nataliya Vaitkevich)

Perkembangan globalisasi masa kini menuntut karyawan untuk dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Tuntutan dan tekanan dalam pekerjaan mengharuskan individu untuk mampu lebih banyak berkontribusi bagi kemajuan perusahaannya. Meskipun demikian, tidak semua karyawan mampu bertahan dalam situasi tertekan saat bekerja bahkan dapat mengakibatkan burnout ketika bekerja.

Burnout merupakan sebuah kondisi kelelahan fisik, mental maupun emosional yang dialami oleh individu dalam jangka waktu lama serta adanya keterlibatan emosional dirasakan cukup tinggi. Mc Ghee menyebutkan bahwa kondisi burnout yang dialami seseorang kemudian memicu dampak negatif bagi individu tersebut yaitu semangat kerja yang menurun, adanya sikap sinisme dalam bekerja, munculnya perasaan ditolak oleh lingkungan, merasa gagal serta rendahnya self esteem individu tersebut.

Kondisi burnout jika dibiarkan terus menerus akan berdampak terhadap berubahnya kondisi psikologis yang dialami karyawan akibat reaksi kerja yang tidak menguntungkan baginya. Adapun wujud dari perubahan tersebut menurut Sujipto yaitu berupa kelelahan fisik, kelelahan emosional dan kelelahan mental karena bekerja dalam situasi yang menuntut keterlibatan emosional sehingga membuat individu tersebut kurang nyaman dalam menjalankan tugasnya.

Berikut 4 cara yang dapat dilakukan untuk bangkit kembali dari kondisi burnout saat bekerja:

1. Self efficacy

Hal pertama yang dapat dilakukan oleh individu yaitu meningkatkan self efficacy sehingga mampu menilai kemampuan yang dimiliki saat melakukan tugas maupun tindakan yang diperlukan untuk mencapai performansi tertentu.

Bandura menyebutkan bahwa individu yang memiliki self efficacy yang tinggi, ketika dihadapkan dengan situasi yang menekan akan berusaha lebih keras dan berani untuk menetapkan target atau tujuan yang akan dicapai.

Self efficacy ini disinyalir dapat mengurangi stress kerja yang dialami karyawan dan bukan tidak mungkin kondisi burnout pun dapat teratasi serta dapat kembali bersemangat dalam menjalankan pekerjaan.

2. Kurangi multitasking

Melakukan banyak hal pada waktu yang bersamaan tentu saja sangat melelahkan, untuk itu perlu disadari bahwa lakukanlah pekerjaan satu persatu namun dapat terselesaikan dibandingkan dengan melakukan banyak pekerjaan tetapi tidak satupun selesai dengan maksimal. Alangkah baiknya setelah selesai mengerjakan suatu pekerjaan dapat beralih ke pekerjaan lainnya.

BACA JUGA: Orang Tua Wajib Tahu, 4 Tips Mengatasi Si Kecil Rewel saat Bersilaturahmi

3. Menjadi pribadi positif

Kemampuan berpikir positif ini dapat terus dilatih salah satunya yaitu mengupayakan berada dilingkungan yang baik pula hingga akhirnya dapat tertular energi positif dari orang lain.

Setiap beban kerja yang dihadapi dipandang secara positif dan tentu saja dapat menghambat masuknya energi negatif yang dapat mengganggu performa individu dalam bekerja. Pribadi yang memiliki energy positif cenderung memiliki pola pikir berfokus kepada kebaikan dalam situasi apapun.

4. Istirahat cukup

Jangan paksakan diri untuk begadang pada malam hari dan melakukan hal-hal yang dapat memicu dampak psikologis lainnya. Istirahat yang cukup dapat membantu mengembalikan mood serta meningkatkan kembali konsentrasi saat beraktivitas. Oleh sebab itu, penting untuk dapat memiliki waktu istirahat yang cukup demi dapat bangkit dari burnout.

Demikianlah 4 hal yang bisa dilakukan untuk dapat bangkit kembali dari burnout dan bekerja lebih produktif demi memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan tempat bekerja.

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak