Menurut saya, rasa ingin seperti orang lain ketika melihat mereka dalam posisi yang lebih baik merupakan hal wajar yang dirasakan oleh seorang manusia. Hanya saja, sering kali rasa tersebut tidak bisa dikelola dengan baik.
Kalau bisa disalurkan ke hal yang positif, tentu rasa ingin sebaik orang lain bisa menjadi penyemangat diri untuk berusaha dengan lebih baik. Sayangnya, tidak sedikit orang yang menyalurkan rasa tersebut kepada hal yang lebih jauh lagi, yakni menjadi tidak senang dengan orang tersebut atau bahkan memiliki niat buruk untuk menjatuhkan.
Sebetulnya, tentu saja baik yang kita lihat dalam diri orang lain hanyalah pakaian yang ditampakkan. Untuk mencapai semua itu, tentu saja ada perjuangan yang dikorbankan. Hanya saja, kita tidak selalu memahami hal itu. Langsung saja fokus dengan apa yang ditampilkan.
Merasa iri dengan orang lain ketika dia menjadi lebih baik adalah suatu keadaan yang tidak bisa ditampik. Namun, cobalah untuk dikelola dengan beberapa tips di bawah ini agar kamu merasa lebih lega dan bahagia dalam menjalani hidup.
1. Akui
Pertama, kamu perlu mengakui bahwa orang lain memang unggul dalam beberapa part hidup di mana kamu merasa bahwa hal tersebut merupakan sebuah kelemahan bagi dirimu sendiri. Kamu tentu akan melihat sudut yang bertolak belakang di antara kamu dan orang yang menjadi sasaran tersebut, bukan?
Tidak peduli bagaimana kehidupan yang ia jalani sebenarnya, kamu hanya perlu menerima bahwa dalam beberapa part hidup yang kalian miliki, kamu merasa iri terhadap beberapa hal. Dalam kebanyakan keadaan menampik rasa iri justru akan membuat perasaanmu bertambah buruk.
2. Ungkapkan
Kamu mungkin berpikir bahwa iri kepada orang lain harus berada dalam relung hati yang tersembunyi. Namun, tahukah kamu bahwa dalam beberapa keadaan, mengungkapkan hal tersebut justru akan membuat kamu merasa jauh lebih baik.
Kamu memendam rasa iri bertahun-tahun dengan manusia lain. Hal tersebut membuat kamu terus merasa sakit setiap kali bertemu atau bersosialisasi.
Gumpalan iri tersebut seolah menjadi dendam yang tidak akan pernah bisa untuk dituntaskan. Kamu bisa merasakannya, tapi tidak menemukan jalan keluarnya. Seolah tersesat dalam sebuah kotak, dan tidak bisa bergerak.
Mengungkapkan perasaanmu kepada orang yang bersangkutan bisa jadi membuat kamu merasa lebih lega. "Aku iri deh, kamu itu banyak yang suka", "Tubuh kamu ideal banget nggak kayak aku. Iri deh", "Tahu nggak, aku iri ngeliat kamu punya hidup yang sempurna. Suami yang baik, anak yang lucu, mertua yang sudah kayak orang tua sendiri" dan lain sebagainya.
Kamu emang tidak pernah bisa menebak apa yang akan dijawab oleh lawan bicaramu ketika kamu mencoba untuk berterus terang.
Sangat mungkin apabila dia hanya tertawa dan menganggap kamu sedang bercanda, diam seribu bahasa karena tidak pernah mengira kamu punya perasaan yang dipendam, atau punya kata-kata bijaksana meskipun dia tidak akan pernah tahu bagaimana hidup dalam posisimu saat ini.
Enyahlah apa yang akan disampaikan mereka, yang penting kamu sudah berusaha untuk membuat hatimu merasa lebih nyaman dan lega.
3. Menganggap itu sebagai sebagian dari hidup
Pernah atau tidak kamu berpikir bahwa beberapa kesakitan dalam hidup adalah isi dari hidup itu sendiri. Memang semua orang ingin hidup sempurna dan bahagia. Tapi, perjalanan itu memang akan membuat hidup terasa lebih isi dan berwarna.
Siapa juga yang ingin sedih, merasa rendah, merasa lebih buruk dari orang lain, tentu tidak ada. Tapi, kenapa tidak coba kita terima itu sebagai bagian dari hidup? Bahwa hakikatnya, manusia memang berbeda. Kamu bisa apa, orang lain bisa apa. Kamu iri dengan orang, orang juga ada yang iri dengan kamu. Biasa saja, kan?
Kontrol diri dengan kalimat positif yang akan membuat suasana hatimu menjadi lebih baik. Jangan sampai percikan iri yang kecil itu menjadi jalan untuk berbuat banyak keburukan. Sesulit apapun itu, dirimu sendiri yang bisa mengendalikan dirimu.
Jadi, itu dia beberapa cara mengelola perasaan iri di dalam hati. Semoga kita selalu bisa berpikir dan berperilaku positif dalam menjalani hidup ini, ya!