ARTSUB di Mata Pengunjung Pemula: Menggugah, Megah, tapi Juga Gerah

Bimo Aria Fundrika | Siti Aminah
ARTSUB di Mata Pengunjung Pemula: Menggugah, Megah, tapi Juga Gerah
ARTSUB 2025 (DocPribadi/Siti Aminah)

Pameran seni kontemporer tahunan ARTSUB kembali digelar di Surabaya. Inisiatif yang lahir dari Rambat, pendiri Jagad Gallery, ini pertama kali hadir pada 2024 di Pos Bloc Surabaya dengan tema Ways of Dreaming. Tahun ini, ARTSUB memasuki edisi keduanya dan berlangsung di Balai Pemuda Surabaya selama lima minggu, mulai 2 Agustus hingga 7 September 2025.

Lebih dari seratus seniman dari berbagai daerah di Indonesia berpartisipasi, menampilkan beragam medium seperti lukisan, instalasi, video, karya tiga dimensi, hingga eksperimen lintas disiplin. Selain pameran utama, rangkaian acara juga dilengkapi dengan workshop, kurasi seni rupa, diskusi, hingga sub-performance.

Jika tahun lalu ARTSUB mengeksplorasi mimpi melalui tema Ways of Dreaming, edisi 2025 mengangkat Material Ways. Tema ini menyoroti bahan dan material bukan hanya sebagai medium, tetapi juga sebagai bahasa ekspresi seni kontemporer.

Lantas, seperti apa keseruan ARTSUB kali ini? 

1. Pengalaman Pertama, ARTSUB 2024

ARTSUB 2024 (DocPribadi/Siti Aminah)
ARTSUB 2024 (DocPribadi/Siti Aminah)

ARTSUB 2024 jadi pengalaman pertama saya datang ke pameran berskala besar. Bahkan sebelum masuk, sudah ada patung dan karya tiga dimensi besar, termasuk dari Nyoman Nuarta, yang langsung memancing rasa penasaran.

Di dalam, pameran tak hanya berisi lukisan, tapi juga instalasi, karya 3D, pertunjukan audio visual, hingga ruang gelap dengan karya glow in the dark. Penataan tiap zona cukup ramah bagi pengunjung awam sehingga tidak membosankan.

Butuh sekitar 3 jam bagi saya menyusuri seluruh area, meski tentu berbeda bagi tiap orang. Sayangnya, di tengah teriknya Surabaya, pendingin ruangan yang kurang maksimal membuat pengalaman jadi agak gerah.

2. Pengalaman Kedua, ARTSUB 2025

ARTSUB 2025 (DocPribadi/Siti Aminah)
ARTSUB 2025 (DocPribadi/Siti Aminah)

ARTSUB 2025 hadir dengan tema Material Ways, menyoroti medium dalam seni kontemporer. Sejak pintu masuk, pengunjung disambut instalasi dari kabel dan kawat, lalu karya dengan material unik seperti fiberglass, tanah liat, keramik, tali makrame, hingga kaca. Pameran dibagi ke enam zona, termasuk area basement alun-alun yang disulap menjadi ruang pamer sekaligus tempat istirahat.

Di zona terakhir tersedia merchandise, sementara di tengah pameran ada instalasi musik interaktif yang boleh dimainkan pengunjung dengan tetap menjaga suasana. Tahun ini sistem pendingin lebih maksimal, sehingga meski Surabaya terik, suasana dalam pameran tetap nyaman.

Bagi saya, tema tahun lalu, tentang mimpi, lebih universal dan mudah dipahami. Tema tahun ini memang menuntut lebih banyak pemahaman, terutama bagi pengunjung awam. Namun justru itu menambah pengalaman baru: melihat karya bukan hanya dari hasil akhir, tapi juga dari material yang digunakan. Setiap kunjungan memberi perspektif segar tentang seni.

Secara keseluruhan, ARTSUB 2025 sangat layak dikunjungi. Pameran masih berlangsung hingga 7 September di Surabaya. Ajak teman atau keluarga, kenakan outfit ternyaman, dan jangan lupa abadikan momen terbaikmu di sana!

Tiket & Akses
Tiket ARTSUB dapat dibeli secara online maupun di loket dengan harga Rp100.000. Diskon 50% tersedia bagi anak-anak serta pelajar/mahasiswa dengan menunjukkan kartu identitas dan melakukan pembelian langsung di lokasi.

Setiap pengunjung akan menerima gelang tiket, brosur berisi peta lokasi, panduan do’s and don’ts, serta daftar seniman peserta. Untuk memperkaya pengalaman, setiap karya dilengkapi kode QR yang dapat dipindai untuk mengakses informasi detail tentang karya maupun profil senimannya.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?