Laptop gaming biasanya identik dengan bodi tebal, berat, dan desain agresif yang sulit diajak kompromi untuk kerja profesional.
Lenovo mencoba mematahkan stigma tersebut lewat Lenovo Legion 7i Gen 10. Ini adalah laptop gaming 16 inci dengan performa kelas atas, namun dikemas dalam bodi tipis, ringan, dan berwarna putih elegan. Sekilas, tampilannya bahkan lebih mirip laptop kerja premium ketimbang laptop gaming.
Menariknya, Legion 7i Gen 10 bisa dibilang sebagai versi “lebih masuk akal” dari Legion Pro 7i Gen 10. Spesifikasinya memang sedikit diturunkan, terutama di sektor GPU, tetapi tetap membawa performa yang sangat kencang untuk gaming, editing, hingga kebutuhan AI modern.
Lenovo Legion 7i Gen 10 hadir dengan desain khas seri Legion yang cenderung minimalis dan profesional. Warna Glacier White membuat laptop ini terlihat bersih, modern, dan unik di tengah dominasi laptop gaming hitam. Material yang digunakan adalah aerospace-grade aluminium pada bagian cover layar dan penutup bawah, memberi kesan kokoh sekaligus dingin saat disentuh.
Dimensinya terbilang impresif untuk laptop performa tinggi. Ketebalan hanya berkisar 1,59-1,79 cm, dengan bobot laptop 1,98 kg. Bahkan jika digabung dengan charger 245W yang cukup besar, total bobotnya masih di kisaran 2,5 kg, jauh lebih ringan dibanding laptop gaming 16 inci kebanyakan. Ini membuat Legion 7i Gen 10 terasa lebih realistis untuk dibawa meeting atau kerja mobile.
Salah satu nilai jual terkuat laptop ini ada di layarnya. Lenovo membekali Legion 7i Gen 10 dengan panel OLED 16 inci resolusi 2.5K (2560 × 1600), refresh rate 165 Hz, serta dukungan NVIDIA G-SYNC. Tingkat kecerahan mencapai sekitar 500 nits di mode SDR dan bisa melonjak hingga 1100 nits di mode HDR, sesuai klaim Lenovo.
Cakupan warna 100% DCI-P3 dengan color volume di atas 118% membuat layar ini sangat ideal untuk editing foto, video, hingga desain grafis profesional. Ditambah sertifikasi DisplayHDR True Black 1000, Dolby Vision, serta kalibrasi warna pabrik, pengalaman visualnya terasa benar-benar premium. Permukaan layar memang glossy, khas OLED, tetapi justru membuat warna terlihat lebih hidup.
Untuk performa, Lenovo Legion 7i Gen 10 ditenagai Intel Core Ultra 9 275HX dengan 24 core, dipadukan dengan NVIDIA GeForce RTX 5070 Laptop GPU 8 GB GDDR7 berbasis arsitektur Blackwell. Walaupun bukan varian RTX tertinggi, performanya tetap sangat buas.
RTX 5070 Laptop membawa Ray Tracing generasi keempat, Tensor Core generasi kelima, serta dukungan DLSS 4 Multi Frame Generation. Teknologi ini mampu menghasilkan hingga tiga frame tambahan per frame yang dirender, membuat game AAA berat bisa berjalan dengan frame rate sangat tinggi meskipun ray tracing diaktifkan. Performa AI-nya pun melonjak jauh, dengan kemampuan hingga 798 TOPS, jauh di atas generasi sebelumnya.
Dalam penggunaan nyata, laptop ini sangat nyaman untuk gaming berat, rendering Blender, hingga editing video 4K dan AV1. Proses rendering GPU di Blender bisa dipangkas drastis, sementara ekspor video di Adobe Premiere Pro dan DaVinci Resolve berjalan cepat dengan suhu yang tetap aman.
Lenovo langsung membekali Legion 7i Gen 10 dengan RAM 32 GB DDR5 5600 MHz dual-channel, yang masih bisa di-upgrade berkat dua slot SODIMM. Untuk storage, tersedia SSD NVMe PCIe Gen 4 1 TB, dengan dua slot M.2 sehingga pengguna bisa menambah SSD tanpa harus mengorbankan storage utama.
Konektivitasnya juga tergolong lengkap. Ada Thunderbolt dengan power delivery, HDMI 2.1, USB 3.2, audio jack 3,5 mm, hingga SD card reader ukuran penuh, fitur yang jarang ditemukan di laptop gaming modern. Untuk koneksi nirkabel, laptop ini sudah mendukung WiFi 7 dan Bluetooth 5.4.
Lenovo menyematkan kamera IR 5 MP dengan dukungan Windows Hello. Kualitasnya tergolong sangat baik untuk laptop gaming, bahkan cukup untuk live streaming tanpa webcam tambahan, apalagi jika dipadukan dengan NVIDIA Broadcast. Keyboard Legion tetap menjadi salah satu yang paling nyaman, dengan travel distance 1,6 mm, per-key RGB, dan layout yang enak untuk mengetik lama maupun gaming.
Sistem pendingin Legion ColdFront Hyper mampu menjaga suhu CPU dan GPU tetap stabil meski performa dipacu. Area WASD dan palm rest juga tetap relatif adem, sehingga nyaman untuk sesi gaming panjang.
Baterai 84 Wh memang bukan yang terawet di kelasnya, tetapi masih wajar untuk laptop dengan spek setinggi ini. Penggunaan ringan bisa bertahan sekitar 4 jam, sementara keunggulannya ada di fast charging. Dalam 30 menit, baterai bisa terisi sekitar 50%, dan penuh dalam waktu kurang dari 2 jam.
Di Indonesia, Lenovo Legion 7i Gen 10 (2025) dibanderol di kisaran Rp39 jutaan, lengkap dengan Microsoft Office, garansi Legion Ultimate Support, serta Accidental Damage Protection hingga 3 tahun.
Dengan kombinasi performa ekstrem, bodi tipis dan ringan, layar OLED mewah, serta desain yang jauh dari kesan gaming, Legion 7i Gen 10 adalah pilihan ideal bagi gamer, kreator, dan profesional yang butuh satu laptop untuk semua kebutuhan.