Review POCO F8 Ultra: Paket Sultan Harga Masih Masuk Akal

Hayuning Ratri Hapsari | Nugraha Nugraha
Review POCO F8 Ultra: Paket Sultan Harga Masih Masuk Akal
POCO F8 Ultra (xiaomi)

POCO akhirnya membawa seri tertingginya ke Indonesia lewat POCO F8 Ultra dan F8 Pro. Seperti tradisi POCO dari dulu, seri F selalu diposisikan sebagai “flagship killer”, spesifikasi kelas atas, fitur melimpah, tapi harga dibuat tetap masuk akal.

Fokus kali ini tentu ada di POCO F8 Ultra, varian paling mahal yang digadang-gadang jadi tandingan serius untuk iQOO 15, Xiaomi 15, hingga beberapa flagship lain di kelas belasan juta. Yang menarik, HP ini tidak cuma jual performa, tapi mulai menyentuh sektor audio, kamera, dan pengalaman pemakaian yang lebih dewasa.

Di Indonesia, POCO F8 Ultra dijual di harga Rp11,99 juta dengan diskon perdana Rp400 ribu pada periode awal penjualan. Memang ada kenaikan sekitar Rp1 juta dibanding F7 Ultra tahun lalu, tapi lonjakannya terasa masih waras.

Apalagi kalau melihat rival yang naik sampai Rp2 juta, POCO justru kelihatan lebih “baik hati”. Upgrade yang dibawa juga paket lengkap, chipset terbaru, kamera lebih serius, baterai makin besar, dan satu senjata rahasia berupa sistem speaker 2.1 dengan subwoofer khusus.

POCO F8 Ultra datang dengan desain yang agak beda dari kebanyakan HP premium. Varian uniknya memakai tekstur mirip denim, seolah POCO lagi kolaborasi dengan brand jeans. Bahannya memang bukan kain sungguhan, melainkan kulit sintetis bertekstur kesat. Keuntungannya, grip jadi lebih enak dan tidak licin. Kekurangannya, soal selera, ada yang bakal bilang keren dan berkarakter, ada juga yang merasa terlalu nyentrik.

Untungnya POCO tetap menyediakan warna hitam yang lebih netral dengan finishing dove. Ukurannya sendiri tergolong jumbo, layar 6,9 inci, tebal 8,3 mm, dan bobot 220 gram. Jelas bukan HP yang ramah satu tangan, tapi rasa kokoh dan premium tetap terasa ketika digenggam. Sertifikasi IP68 juga sudah hadir, jadi aman dari cipratan air dan debu.

Bagian depan diisi panel AMOLED 1,5K dengan tingkat kecerahan sampai 2000 nit. Di luar ruangan, konten masih kelihatan jelas tanpa harus melotot. Refresh rate 120 Hz membuat animasi terasa mulus, baik saat scrolling maupun main game. Sayangnya, teknologi LTPO belum hadir, sehingga refresh rate hanya bisa turun ke 60 Hz, belum adaptif sampai 1 Hz seperti beberapa pesaingnya.

Meski begitu, pengalaman visual tetap memuaskan. Warna tajam, kontras dalam, dan cocok untuk nonton film maupun main game berjam-jam. Speaker stereo yang ditemani subwoofer khusus makin bikin layar besar ini terasa “hidup”.

Salah satu kejutan terbesar dari POCO F8 Ultra ada di sektor audio. Sistem speaker 2.1 hasil tuning Bose ini benar-benar beda level. Bass terasa lebih nendang, vokal tebal, dan volume kencang tanpa pecah. Bahkan ketika dibandingkan langsung dengan iPhone yang selama ini jadi patokan, POCO bisa ngasih perlawanan serius.

Buat nonton YouTube, main game, atau sekadar denger musik, efeknya langsung terasa. Suara tembakan di game lebih menghentak, musik lebih berkarakter, dan nonton film tanpa headset pun tetap nikmat. Jarang ada HP Android non-gaming yang bisa selevel ini di urusan speaker.

Sebagai HP POCO, sektor performa jelas jadi jualan utama. Di dalamnya tertanam Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM 16 GB LPDDR5X, dan storage UFS 4.1 hingga 512 GB. Kombinasi ini membuat skor benchmark tembus hampir satu juta poin di AnTuTu. Main Mobile Legends bisa mentok 120 fps, Genshin Impact stabil di 60 fps, dan suhu berkisar 43 derajat, masih aman untuk pemakaian lama.

Baterainya ikut naik jadi 6.500 mAh. Main MLBB setengah jam cuma makan sekitar 6–7 persen, sementara Genshin sekitar 10–11 persen. Charger 100W membuat pengisian super cepat, 15 menit hampir setengah, 30 menit sudah 80 persen, dan penuh kurang dari 40 menit. Bonusnya ada wireless charging 50W dan reverse charging 22,5W.

POCO F8 Ultra membawa tiga kamera 50 MP, termasuk lensa periscope untuk zoom. Hasil fotonya mengejutkan untuk ukuran POCO. Zoom 5x masih detail, 10x pun tetap layak dipakai. Warna natural, tekstur objek seperti kain atau kayu masih kelihatan jelas. Kamera ultrawide juga cukup konsisten mengikuti kamera utama, hanya sedikit lebih gelap.

Di video, kualitasnya sudah mendukung 4K 60 fps di kamera belakang, meski kamera depan masih 4K 30 fps. Bukan yang paling sempurna, tapi sudah jauh lebih serius dibanding POCO generasi lama yang fokusnya murni ke performa.

Satu catatan kecil ada di sisi sistem. Memang tidak ada iklan separah POCO kelas menengah, tapi notifikasi dari GetApps kadang masih muncul menawarkan aplikasi. Untung bisa dimatikan dalam satu menit, tapi tetap saja terasa mengganggu untuk HP harga belasan juta.

POCO F8 Ultra adalah bukti bahwa POCO mulai naik kelas. Bukan cuma HP kencang buat game, tapi sudah jadi perangkat all-rounder yang serius di audio, kamera, dan pengalaman harian. Speaker terbaik di kelasnya, performa tanpa kompromi, baterai besar dengan charging ngebut, dan kamera yang bisa diandalkan.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak