Ramadan Lebih Berkah! 3 Cara Cerdas Manfaatkan Teknologi saat Jalani Puasa

Hayuning Ratri Hapsari | AHMAD NAUFAL TIRUS
Ramadan Lebih Berkah! 3 Cara Cerdas Manfaatkan Teknologi saat Jalani Puasa
Ilustrasi puasa (Pexels/Timur Weber)

Memasuki bulan suci Ramadan 2026, tantangan utama bagi banyak orang adalah menjaga konsistensi ibadah di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari. Namun, di era digital ini, teknologi bukan lagi menjadi penghalang atau sekadar alat hiburan.

Jika dimanfaatkan dengan bijak, smartphone di genggamanmu bisa menjadi asisten pribadi yang sangat efektif untuk membantu meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menjaga produktivitas selama berpuasa.

1. Optimalkan Fitur 'Digital Wellbeing' untuk Fokus Ibadah

Godaan terbesar saat berpuasa seringkali adalah penggunaan media sosial yang berlebihan saat ngabuburit. Untuk mengatasinya, kamu bisa memanfaatkan fitur Digital Wellbeing (Android) atau Screen Time (iOS).

Dengan fitur ini, kamu bisa membatasi durasi penggunaan aplikasi hiburan dan mengalokasikan waktu lebih banyak untuk membaca Al-Qur'an digital atau mendengarkan kajian online. Mengatur jadwal "fokus" akan membantu batin lebih tenang dan terhindar dari konten negatif yang dapat mengurangi pahala puasa.

2. Gunakan Cloud Computing untuk Sinkronisasi Target Ibadah

Menjaga target khatam Al-Qur'an atau hafalan surah pendek kini lebih mudah dengan bantuan teknologi Cloud. Kamu bisa menggunakan aplikasi catatan seperti Google Keep atau Notion yang tersinkronisasi di HP dan laptop untuk memantau checklist ibadah harian.

Dengan sistem sinkronisasi ini, kamu bisa memantau progres ibadahmu kapan saja dan di mana saja, baik saat sedang istirahat di kantor maupun saat berada di perjalanan mudik.

3. Manfaatkan Smart Alarm untuk Mengatur Pola Tidur dan Sahur

Pola tidur yang berubah seringkali membuat seseorang merasa lemas saat berpuasa. Teknologi Smart Alarm pada smartwatch atau aplikasi ponsel kini sudah dilengkapi dengan pelacak kualitas tidur (Sleep Tracker).

Fitur ini bisa membantumu menentukan waktu tidur terbaik agar tetap bisa bangun sahur dalam kondisi segar. Selain itu, penggunaan alarm dengan suara yang lembut (gradual wake-up) terbukti secara medis lebih baik bagi kesehatan jantung dibandingkan alarm yang mengejutkan di waktu dini hari.

Teknologi pada dasarnya adalah alat, dan nilai manfaatnya tergantung pada siapa yang mengoperasikannya. Dengan memanfaatkan fitur-fitur canggih di atas, bulan Ramadan tahun ini tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momen transformasi diri yang lebih teratur dan religius berkat bantuan teknologi digital.

Selamat menyambut bulan suci Ramadan 2026!

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak