5 Digicam Terbaik 2026 Harga Rp23 Jutaan, Cocok untuk Foto Estetik

Bimo Aria Fundrika | Nugraha Nugraha
5 Digicam Terbaik 2026 Harga Rp23 Jutaan, Cocok untuk Foto Estetik
Sony Cyber-shot DSC W830 (shopee)

Tren kamera pocket memang unik. Sempat berjaya di era 2000-an, lalu pelan-pelan tenggelam karena kehadiran DSLR, mirrorless, dan tentu saja kamera HP yang makin sakti. Banyak orang merasa sudah cukup mengandalkan ponsel untuk foto harian. Tapi memasuki 2026, digicam justru bangkit lagi. Bukan tanpa alasan. Karakter warna khas, proses motret yang simpel, dan nuansa nostalgia membuat kamera saku kembali dilirik, terutama oleh generasi yang mulai bosan dengan hasil foto HP yang terlalu “sempurna”.

Di kelas harga 2 sampai 3 jutaan, pilihan digicam sekarang makin menarik. Fiturnya sudah jauh lebih matang dibanding era lawas. Ada layar flip, optical zoom, sampai kemampuan video resolusi tinggi. Buat kamu yang ingin punya kamera praktis tanpa harus belajar setting ribet seperti mirrorless, berikut lima model yang paling layak dipertimbangkan di 2026.

1. Kodak Pixpro C1

Kodak Pixpro C1 (shopee)
Kodak Pixpro C1 (shopee)

Kodak Pixpro C1 bisa dibilang jadi gerbang paling bersahabat buat pemula. Begitu dipegang, kesan pertama yang terasa adalah dimensinya yang benar-benar ringkas. Kamera ini ringan, mudah masuk kantong, dan nyaman dipakai buat aktivitas sehari-hari, entah sekadar ngopi di kafe atau jalan santai sore hari.

Bagian paling menarik dari C1 adalah layar 2,8 inci yang bisa dilipat sampai 180 derajat. Fitur ini terasa mewah untuk kelas harganya, terutama buat kamu yang suka selfie atau bikin vlog pendek. Framing jadi lebih mudah tanpa harus nebak-nebak posisi wajah. Sensornya 13 MP dengan lensa 26mm f/2.0, memang bukan spek kelas profesional, tapi untuk kebutuhan media sosial sudah lebih dari cukup.

Karakter foto dari kamera ini punya warna natural khas digicam, tidak setajam dan se-“AI” kamera HP. Justru di situ letak pesonanya. Kekurangannya hanya satu, belum ada optical zoom. Jadi kalau mau memotret objek jauh, kamu harus mendekat secara fisik. Dengan harga sekitar Rp2,5 jutaan, Pixpro C1 tetap jadi pilihan paling masuk akal buat pemula.

2. Kodak Pixpro FZ55

Kodak Pixpro FZ55 (shopee)
Kodak Pixpro FZ55 (shopee)

Sedikit naik dari C1, ada Kodak Pixpro FZ55 yang terasa lebih matang. Desainnya masih khas kamera saku, tapi fiturnya lebih fleksibel. Kamera ini sudah dibekali sensor 16 MP dan lensa 28mm, ditambah 5x optical zoom. Fitur zoom ini penting banget buat kamu yang sering motret pemandangan, gedung, atau momen yang jaraknya tidak selalu dekat.

Kualitas fotonya cukup tajam di berbagai kondisi, termasuk saat cahaya mulai redup. Warna yang dihasilkan tetap natural dengan noise yang masih terkontrol. Mode otomatisnya juga praktis, cocok buat pengguna yang tidak mau pusing utak-atik setting.

FZ55 terasa seperti kamera set-and-go. Tinggal nyalakan, bidik, jepret. Buat traveling, dokumentasi acara kecil, atau sekadar mengabadikan momen harian, kamera ini sudah sangat memadai. Harganya berada di kisaran Rp2,8 jutaan, masih masuk akal untuk fitur yang ditawarkan.

3. Sony Cyber-shot DSC W830

Sony Cyber-shot DSC W830 (shopee)
Sony Cyber-shot DSC W830 (shopee)

Nama Sony di dunia kamera saku memang sudah legendaris, dan DSC W830 jadi bukti bahwa produk lawas pun masih relevan di 2026. Kamera ini membawa sensor 20,1 MP dengan lensa Zeiss Vario Sonnar serta 8x optical zoom. Kombinasi ini membuat hasil foto terlihat tajam dan detail, bahkan dibandingkan beberapa digicam keluaran baru.

Salah satu fitur andalannya adalah Optical SteadyShot yang membantu mengurangi blur saat memotret tanpa tripod. Cocok buat kamu yang sering foto sambil jalan atau di kondisi cahaya kurang ideal. Mode otomatisnya juga pintar membaca situasi, jadi pemula pun bisa langsung dapat hasil bagus.

Tidak banyak fitur futuristik di kamera ini, tapi justru kesederhanaannya yang bikin nyaman dipakai. Untuk foto liburan, keluarga, atau street photography santai, W830 masih jadi salah satu pilihan terbaik di harga sekitar Rp2,9 jutaan.

4. Fujifilm Instax Mini Evo

Fujifilm Instax Mini Evo (shopee)
Fujifilm Instax Mini Evo (shopee)

Instax Mini Evo beda sendiri dibanding yang lain. Ini bukan cuma digicam, tapi kamera hybrid digital plus instan. Kamu bisa memotret seperti kamera biasa, memilih hasil terbaik di layar 3 inci, lalu mencetaknya langsung ke kertas Instax. Pengalaman yang tidak bisa diberikan kamera HP.

Yang bikin seru, ada 10 efek lensa dan 10 efek film yang bisa dikombinasikan sesuka hati lewat dial bergaya analog. Rasanya seperti main kamera jadul tapi dengan teknologi modern. Ada juga konektivitas Bluetooth untuk kirim foto ke smartphone.

Mini Evo cocok buat kamu yang suka storytelling visual, bikin scrapbook, atau sekadar ingin punya foto fisik dengan gaya estetik. Harganya sekitar Rp3,1 jutaan, sedikit lebih mahal tapi sebanding dengan pengalaman yang ditawarkan.

5. Yashica City 200

Yashica City 200 (shopee)
Yashica City 200 (shopee)

Di segmen harga ini, Yashica City 200 jadi yang paling agresif soal zoom. Kamera ini punya 10x optical zoom, terbesar dibanding pesaingnya. Buat motret objek jauh tanpa harus mendekat, City 200 jelas unggul.

Sensornya memang 13 MP, tapi sudah mendukung perekaman video hingga resolusi 5K, cukup relevan untuk kebutuhan konten masa kini. Bodinya tetap ringkas dan ringan, UI-nya sederhana, sehingga cocok buat pengguna yang baru pindah dari kamera HP.

Dengan harga sekitar Rp3,4 jutaan, City 200 pas buat kamu yang ingin fleksibilitas lebih tanpa harus masuk ke dunia mirrorless.

Di rentang 2 sampai 3 jutaan, digicam 2026 menawarkan banyak karakter menarik yang tidak dimiliki kamera HP. Bukan soal mana yang paling mahal, tapi mana yang paling cocok dengan kebutuhan. Mau foto estetik ala analog, kamera travel praktis, atau zoom fleksibel, semuanya sudah ada pilihannya.

Satu hal yang pasti, sensasi motret pakai digicam tetap punya rasa berbeda. Lebih personal, lebih santai, dan hasilnya sering kali terasa lebih “hidup”.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak