Soundpeats C30: TWS 300 Ribuan, Seberapa Worth It?

Sekar Anindyah Lamase | Nugraha Nugraha
Soundpeats C30: TWS 300 Ribuan, Seberapa Worth It?
Soundpeats C30 (shopee)

Pasar TWS harga Rp300 ribuan sekarang sudah jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Jika dulu segmen ini identik dengan suara standar dan fitur minim, kini mulai banyak brand berani menghadirkan teknologi yang biasanya hanya ada di kelas midrange.

Salah satu yang menarik perhatian adalah Soundpeats C30. TWS ini diposisikan sebagai opsi upgrade bagi pengguna entry-level yang ingin merasakan fitur Active Noise Cancelling tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Soundpeats sendiri bukan pemain baru. Sejak 2024, beberapa produknya cukup sering masuk daftar rekomendasi TWS terjangkau. Kehadiran C30 jelas menambah pilihan menarik di pasar Indonesia, terutama bagi yang penasaran seperti apa rasanya memakai TWS dengan ANC hybrid, LDAC, hingga Bluetooth versi terbaru di harga yang masih ramah kantong.

Dari sisi desain, Soundpeats C30 menggunakan model stem dengan sentuhan metallic di bagian tangkai. Logo Soundpeats menyatu di area touch control, sehingga tampilannya tetap bersih tanpa banyak ornamen berlebihan. Pilihan warnanya memang hanya hitam, tetapi tampilannya terlihat elegan dan tidak murahan.

Charging case-nya mengusung desain clamshell dengan tekstur mirip kulit di bagian luar. Tekstur ini membuatnya tidak licin saat digenggam. Bobot total bersama case hanya sekitar 44 gram, jadi tetap nyaman dibawa ke mana-mana. Untuk ketahanan, TWS ini sudah mengantongi rating IP54, artinya aman dari debu ringan dan percikan air. Dipakai olahraga atau kehujanan tipis masih relatif aman.

Driver yang digunakan berdiameter 12 mm titanium-plated PU composite diaphragm. Secara spesifikasi, ini cukup menjanjikan untuk menghasilkan bass yang lebih bertenaga dibanding TWS entry-level pada umumnya.

Hal yang cukup mengejutkan adalah dukungan Bluetooth 6.0 dan codec LDAC. Biasanya fitur seperti ini jarang ditemukan di harga Rp300 ribuan. Selain AAC, pengguna bisa mengaktifkan LDAC untuk mendapatkan kualitas audio dengan bitrate lebih tinggi, tentu jika perangkat sumbernya mendukung.

Pengalaman makin lengkap berkat aplikasi pendukung PeatsAudio. Lewat aplikasi ini, pengguna bisa mengatur mode ANC, memantau baterai, mengaktifkan dual device connection, hingga mengubah fungsi gesture. Equalizer 9-band juga tersedia dengan opsi preset seperti Bass Boost, Rock, Pop, hingga Custom EQ yang bisa disimpan dengan nama sendiri. Untuk kelas harga ini, kelengkapan aplikasi menjadi nilai tambah yang signifikan.

Saat pertama kali digunakan dengan preset bawaan “Soundpeats Classic”, karakter suaranya langsung terasa condong ke bass. Dentumannya cukup tebal dan menggelegar, cocok untuk genre pop, EDM, atau hip-hop. Bass-nya memang bukan yang super presisi, tetapi masih dalam batas wajar dan tidak sampai merusak keseluruhan lagu.

Bagian mid terdengar cukup jelas untuk vokal, walau detailnya belum terlalu tajam. Sementara treble terasa sedikit ditahan. Efeknya, karakter suara menjadi agak warm dan cenderung dark. Bagi sebagian orang ini justru nyaman karena tidak menusuk telinga, tetapi bagi yang menyukai detail tinggi mungkin perlu sedikit penyesuaian lewat EQ.

Saat beralih ke LDAC, kedalaman suara terasa sedikit lebih baik dibanding AAC. Namun karena tuning dasarnya memang tidak terlalu agresif di treble, peningkatannya tidak terasa drastis. Volume maksimalnya cukup lantang, tetapi di atas 75% kualitas mulai sedikit kasar. Idealnya, gunakan di kisaran 50–70% untuk menjaga keseimbangan suara.

Soundpeats mengklaim hybrid ANC hingga 52 dB. Dalam penggunaan nyata, tentu tidak sebanding dengan TWS flagship jutaan rupiah, tetapi performanya sudah tergolong bagus untuk harga ini. Suara mesin kendaraan, AC ruangan, atau kebisingan latar bisa diredam cukup signifikan.

Di transportasi umum, ANC-nya membantu sehingga pengguna tidak perlu menaikkan volume terlalu tinggi. Untuk kebisingan ekstrem memang masih tembus, tetapi intensitasnya jauh berkurang. Sayangnya, transparency mode terasa kurang maksimal. Suara sekitar masih kalah oleh musik yang diputar, sehingga kurang ideal untuk aktivitas luar ruangan yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.

Soundpeats C30 diklaim mampu bertahan hingga 10 jam tanpa ANC dan 7 jam dengan ANC aktif. Dalam pengujian, hasilnya cukup mendekati klaim tersebut. Dengan ANC aktif dan volume 50%, daya tahannya sekitar 6 jam 45 menit. Tanpa ANC, hampir menyentuh 10 jam.

Charging case-nya mampu memberikan total penggunaan hingga sekitar 52 jam. Pengisian ulang earbud dari kosong ke penuh memakan waktu sekitar 30–35 menit. Bahkan dengan pengisian 10 menit saja, TWS ini bisa digunakan hingga 3 jam. Fitur fast charging seperti ini jarang ditemukan di segmen harga serupa.

Dengan harga resmi sekitar Rp399 ribu, Soundpeats C30 menawarkan paket yang sulit diabaikan. Bluetooth 6.0, LDAC, dual connection, ANC hybrid, aplikasi lengkap, fast charging, hingga IP54 menjadi kombinasi yang sangat kompetitif.

Memang ada beberapa kompromi seperti transparency mode yang kurang optimal dan karakter suara yang agak dark. Namun melihat harganya, apa yang ditawarkan sudah terasa sepadan.

Bagi pengguna TWS entry-level Rp150–200 ribuan yang ingin naik kelas dan mencoba ANC tanpa harus membeli produk midrange mahal, Soundpeats C30 bisa menjadi langkah upgrade yang masuk akal. Fitur lengkap, suara bassy yang menyenangkan, serta baterai awet membuatnya layak dipertimbangkan sebagai salah satu TWS murah paling menarik saat ini.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak