Pasar smartphone tahun 2026 tidak bisa dibilang bersahabat. Harga komponen naik, nilai tukar fluktuatif, dan efeknya terasa sampai ke segmen mid-range. Di tengah kondisi itu, Infinix tetap berusaha mempertahankan identitas seri Note sebagai “value monster”. Lewat Infinix Note 60, brand ini mencoba membuktikan bahwa harga Rp4 jutaan masih bisa terasa masuk akal, asalkan paket yang ditawarkan benar-benar matang.
Dengan banderol sekitar Rp4.099.000 untuk varian 8/256 GB, posisinya langsung berhadapan dengan Redmi Note 15 Pro 5G yang harganya sedikit lebih tinggi. Pertanyaannya, apakah Note 60 hanya menang di harga, atau memang punya sesuatu yang lebih?
Sejak generasi sebelumnya, seri Note dikenal berani membawa frame metal di kelas harga yang biasanya masih didominasi plastik. Tradisi itu berlanjut di Note 60. Saat digenggam, sensasinya langsung terasa berbeda. Frame aluminium yang dingin dan kokoh memberi kesan lebih mahal dari harga aslinya.
Bagian belakangnya menggunakan finishing matte dengan aksen glossy di area modul kamera. Desain kamera kini mengikuti tren jendela besar ala flagship modern, tetapi tetap mempertahankan karakter khas Infinix. Tidak terasa meniru mentah-mentah, masih ada identitas desain sendiri.
Varian warna Fish Blue yang diuji menampilkan nuansa biru kehijauan yang bersih dan kalem. Pilihan warna lain seperti Titanium, Rose Gold, Black, dan Mocha Brown membuat konsumen punya banyak opsi sesuai selera.
Infinix Note 60 dibekali layar AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate hingga 144 Hz. Angka ini lebih tinggi dibanding banyak kompetitor yang masih berhenti di 120 Hz. Memang, 144 Hz tidak selalu aktif di semua aplikasi, tetapi tetap memberi ruang lebih untuk pengalaman scrolling dan gaming yang lebih mulus.
Kecerahan puncaknya diklaim mencapai 4.500 nits, dengan High Brightness Mode di sekitar 1.600 nits. Dalam penggunaan luar ruangan, layar tetap terbaca jelas tanpa perlu memicingkan mata. Proteksi Gorilla Glass 7i juga menambah rasa aman, meski belum masuk kelas Victus seperti flagship premium.
Yang menarik, UI sistem terasa bersih tanpa sisipan iklan sistem. Bloatware memang ada, tetapi sebagian besar bisa dihapus. Animasi transisi halus dan terasa matang, memberi pengalaman visual yang mendekati kelas lebih tinggi.
Dapur pacu menjadi salah satu daya tarik utama. Infinix Note 60 menggunakan Dimensity 7400 5G yang dipadukan dengan RAM 8 GB dan penyimpanan UFS 2.2 256 GB. Skor AnTuTu v11 berada di kisaran 960 ribuan, angka yang solid untuk kelas harga ini.
Dalam penggunaan sehari-hari, performanya responsif dan stabil. Mobile Legends bisa berjalan di 120 FPS dengan cukup konsisten, sesuatu yang bahkan tidak semua pesaing izinkan di kelas ini. Untuk game berat seperti Genshin Impact, performa berada di kisaran 40-an FPS dengan manajemen suhu yang masih terkendali. Sistem pendingin 3D Ice Core VC membantu menjaga stabilitas, meski Infinix tampaknya memilih strategi aman agar suhu tidak melonjak terlalu tinggi.
Di sektor daya, Note 60 membawa baterai 6.500 mAh yang tergolong besar untuk kelas mid-range. Penggunaan harian seperti streaming satu jam hanya menghabiskan sekitar 6–7%, sementara gaming 30 menit di game ringan berkisar 8–10%. Untuk game berat, konsumsi daya masih di angka wajar.
Yang membuatnya berbeda adalah dukungan wireless charging hingga 30W. Fitur ini masih sangat jarang ditemukan di harga Rp4 jutaan. Selain itu, tersedia reverse wireless charging 5W dan reverse wired 10W. Untuk pengisian kabel, charger bawaan 45W mampu mengisi daya dengan cukup cepat.
Kombinasi baterai besar dan fleksibilitas pengisian ini menjadi nilai tambah signifikan yang sulit disaingi.
Secara spesifikasi, kamera utama 50 MP dengan OIS memang kalah angka dari rival yang membawa sensor 200 MP. Namun dalam praktik, hasil fotonya tetap kompetitif. Warna terlihat hidup dengan karakter tersendiri, detail cukup tajam, dan mode ultrawide 8 MP masih mampu menjaga konsistensi warna di kondisi terang.
Perekaman video sudah mendukung 4K, termasuk kamera depan. Stabilisasi tersedia dan cukup membantu, meski tanpa mode stabil hasilnya masih terasa khas mid-range yang sedikit goyang.
Tambahan unik berupa sensor detak jantung dan pengukuran oksigen darah di bodi belakang mengingatkan pada era Samsung Galaxy Note 9 yang pernah membawa fitur serupa. Fitur ini memang bukan kebutuhan utama, tetapi menjadi pembeda yang menarik.
Infinix Note 60 memang tidak sempurna. Sertifikasi IP64 hanya melindungi dari percikan air, bukan rendaman seperti IP68 pada sebagian pesaing. Garansi juga standar 12 bulan. Namun jika melihat keseluruhan paket, metal frame, layar 144 Hz, performa gaming 120 FPS, baterai besar dengan wireless charging, serta kamera 50 MP OIS, menjadi nilai yang ditawarkan terasa lebih dari cukup untuk harga Rp4 jutaan.
Di tengah pasar yang makin mahal, Note 60 berhasil mempertahankan identitas seri Note sebagai pilihan dengan value tinggi. HP ini mungkin bukan yang paling unggul di setiap aspek, tetapi kombinasi fitur yang jarang ditemukan di kelasnya membuatnya tetap relevan.
Untuk pengguna yang mencari HP rasa flagship tanpa harus masuk ke harga dua digit, Infinix Note 60 adalah salah satu opsi paling menarik saat ini.