Pelaksanaan sensus penduduk online telah berlangsung selama 1 bulan, terhitung mulai 15 Februari 2020. Sejauh ini sudah ada 3,6 juta keluarga yang telah mengisi sensus penduduk online.
Pemerintah khususnya Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga yang menyelenggarakan sensus penduduk memiliki target sebesar 22,9 persen keluarga di Indonesia atau sekitar 18 juta keluarga. Dengan waktu pengisian sensus penduduk online hingga 31 Maret 2020 atau sekitar beberapa hari lagi maka target tersebut terasa cukup sulit untuk dicapai.
Namun, berbagai upaya telah dilakukan oleh BPS untuk mencapai target pengisian sensus penduduk online, salah satunya dengan sosialisasi dan koordinasi ke instansi-instansi pemerintah baik yang berada di pusat maupun di daerah. Koordinasi yang dimaksud adalah dengan memberikan pendampingan tata cara pengisian sensus penduduk online.
Sesuai arahan dari masing-masing kepala daerah, pemerintah mengharapkan seluruh pegawai negeri sipil untuk mengisi sensus penduduk online. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah partisipasi penduduk di dalam menyukseskan sensus penduduk 2020.
Upaya lainnya, yang juga dilakukan oleh BPS adalah mengajak kaum milenial, baik yang sedang duduk di sekolah menengah atas (SMA) maupun para mahasiswa untuk membantu mengisi keberadaan keluarganya di dalam sensus penduduk online.
Kaum milenial memiliki potensi melek teknologi dan mampu memahami maksud dari setiap pertanyaan yang diajukan di dalam sensus penduduk online, sehingga dengan adanya partisipasi dari kaum milenial tersebut dapat membantu mencatatkan keluarganya melalui sensus penduduk online.
Sensus penduduk bertujuan untuk mengetahui jumlah, komposisi dan karakteristik penduduk di Indonesia. Selain itu, sensus penduduk juga ingin mengetahui kondisi tempat tinggal yang sedang didiami oleh keluarga tersebut mulai dari status kepemilikan, jenis lantai terluas, keberadaan tempat pembuangan air besar, dan sumber utama air minum yang digunakan.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut ingin memotret keadaan fasilitas dan infrastruktur yang dimiliki oleh setiap keluarga di Indonesia. Sehingga arah kebijakan yang akan diambil dapat lebih tepat sasaran dan berdaya guna.
Masih rendahnya persentase pengisian sensus penduduk online dari target yang hendak dicapai dapat disebabkan oleh beberapa faktor teknis maupun non teknis.
Salah satu permasalahannya, yaitu pada saat pendampingan pengisian sensus penduduk online terdapat beberapa orang yang tidak bisa login ke dalam aplikasi menggunakan NIK dan nomor KK karena tidak memiliki jaringan atau koneksi internet yang baik.
Permasalahan koneksi dan jaringan internet hampir selalu terjadi di beberapa daerah yang sulit diakses secara geografis. Tidak adanya sinyal hingga tidak adanya kuota internet menjadi alasan utama beberapa penduduk masih belum mengisi sensus penduduk secara online.
Faktor lainnya yang juga menjadi masalah saat pelaksanaan sensus penduduk online adalah terdapat beberapa handphone berbasis android yang tidak bisa mengakses halaman sensus penduduk online, sehingga harus menggunakan HP teman atau laptop untuk mengisi sensus penduduk online.
Berbagai permasalahan yang terjadi saat pelaksanaan sensus penduduk online selalu dibenahi dan diperbaharui dari waktu ke waktu untuk meningkatkan kemudahan penduduk di dalam mengakses halaman sensus penduduk 2020.
Masalah keamanan data penduduk dalam sensus penduduk online
Badan Pusat Statistik (BPS) menjamin kerahasiaan dan keamanan data penduduk yang telah mengisi sensus penduduk online. Hal itu tercermin di dalam UU No. 16 tahun 1997 tentang statistik, dimana BPS memiliki kewajiban untuk menjaga kerahasiaan data yang diberikan.
Permasalahan keamanan data menjadi pertanyaan yang sering ditanyakan oleh beberapa pihak mengenai pelaksanaan sensus penduduk online. Hal itu juga akibat adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan membuat aplikasi sensus penduduk berbasis android di playstore yang mengatasnamakan sensu penduduk 2020.
Badan Pusat Statistik (BPS) telah memberikan konfirmasi dan klarifikasi bahwa BPS tidak membuat aplikasi android ataupun aplikasi lainnya untuk mengisi sensus penduduk 2020. BPS menegaskan bahwa akses untuk mengisi sensus penduduk online 2020 hanya melalui tautan sensus.bps.go.id.
Saat ini data merupakan salah satu komoditas penting yang lebih bernilai dari emas maupun minyak bumi. Informasi yang didapat melalui data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik dan pola hidup dari seseorang. Kasus keamanan data pernah menghebohkan dunia saat dokumen mengenai Cambridge Analytica terkuak.
Dokumen tersebut berisi mengenai aktivitas pencurian data pengguna facebook dalam kampanye pemilihan presiden di Amerika Serikat. Hal itu juga berdampak hingga dipanggilnya Mark Zucekrberg CEO facebook oleh kehakiman Amerika Serikat mengenai tingkat keamanan pengguna facebook.
Sensus penduduk 2020 telah berusaha mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk seperti pencurian data ataupun pembobolan database penduduk yang telah mengisi sensus penduduk online.
Hal itu tercermin dari adanya kewajiban memasukkan kode captcha, membuat password dan membuat pertanyaan keamanan untuk melindungi data pengguna yang telak mengakses dan mengisi sensus penduduk online.
Mari bersama menyukseskan sensu penduduk 2020 dengan berpartisipasi mengisi sensus penduduk secara online.