alexametrics

Pemanfaatan Startup Digital Untuk Mendongkrak UMKM di Masa Pandemi

Wiji Dila Lesta
Pemanfaatan Startup Digital Untuk Mendongkrak UMKM di Masa Pandemi
Ilustrasi umkm (freepik)

Perlunya pemasaran melalui platform online dengan memanfaatkan startup digital dalam memasarkan usaha diharapkan dapat memajukan perekonomian nasional

Suara.com - Merebaknya Virus Corona ke seluruh belahan dunia membuat tatanan sosial  yang ada pada suatu kehidupan masyarakat berubah. Berbagai bidang kehidupan selain bidang kesehatan pun ikut terdampak salah satunya bidang perekonomian di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari kemerosotan kondisi ekonomi di Indonesia yang menuju kearah resesi  ekonomi atau kontraksi besar yang terjadi dalam perekonomian yang mengalami perlambatan dalam bidang perekonomian Indonesia.

Kementerian Keuangan (Kemenkau) mencatat, salah satu dunia usaha yang terdampak signifikan adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal tersebut disebabkan oleh physical distancing atau jaga jarak sehingga menyebabkan penurunan belanja investasi termasuk untuk pembangunan dan perolehan aset tetap, dan penurunan realisasi belanja pemerintah termasuk belanja barang, serta menyebabkan terjadinya penurunan perdagangan luar negeri yang cukup tajam yang kemudian berpengaruh terhadap perkembangan UMKM.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kerumunan di masa pandemi Covid-19 yang kemudian membuat masyarakat harus tetap berdiam diri dirumah untuk memutus penyebaran mata rantai Covid-19.

Menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Keci, dan Menengah (KUKM) tahun 2018, jumlah pelaku UMKM sebanyak 64,2 juta atau 99,99% dari jumlah pelaku usaha di Indonesia. Daya serap tenaga kerja UMKM adalah sebanyak 117 juta pekerja atau 97% dari daya serap tenaga kerja dunia usaha.

Sementara itu kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar 61,1%, dan sisanya yaitu 38,9% disumbangkan oleh pelaku usaha besar yang jumlahnya hanya sebesar 5.550 atau 0,01% dari jumlah pelaku usaha, dimana Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut didominasi oleh pelaku usaha mikro yang berjumlah 98,68% dengan daya serap tenaga kerja sekitar 89%. Sementara itu sumbangan usaha mikro terhadap PDB hanya sekitar 37,8%.

Hal tersebut dapat dilihat bahwa peran UMKM dalam bidang perekonomian sangat mendominan serta memiliki kontribusi yang besar dalam perekonomian nasional, akan tetapi selama adanya pandemi Covid-19 membuat perekonomian nasional mengalami penurunan. Untuk itu, perlu adanya upaya agar UMKM dapat berkembang menjadi tombak perekonomian nasional walaupun ditengah pandemi Covid-19 salah satunya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi melalui pemanfaatan startup digital di era saat ini yang semakin canggih.

Di Era Digital saat ini dimana teknologi yang kian canggih serta makin mengalami kemajuan secara signifikan sehingga dapat mempermudahkan pekerjaan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu keuntungan dalam bidang ekonomi dengan memanfaatkan platform online melalui penggunaan startup digital oleh para pelaku usaha untuk mendongkrak UMKM yang ada di Indonesia agar dapat berkembang pesat walaupun ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

Selain itu juga pemanfaatan platform online ini dapat menjadi garda terdepan dalam memyongsong pencapaian pilar ekonomi SDGs (Sustainable Development Goals) 2030 melalui pembangunan berkelanjuan seperti penciptaan lapangan kerja, penciptaan kondisi kerja yang layak, inovasi bisnis, adaptasi dan mitigasi dampak negatif ekonomi, sosial dan lingkungan paa operasi bisnis untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan bekerja sama dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Indonesia yakni  dengan menjalin kerjasama bersama para pelaku e-commerce atau ahli teknologi (IT) dengan mengembangkan suatu aplikasi maupun unicorn yang akan menjadi wadah sebaga tempat dalam mempromosikan produk atau kerjainan tangan yang diproduksi oleh UMKM.

Komentar