alexametrics

Kerja Banting Tulang, Saldo Tabungan Masih Nihil, Ini 5 Alasannya

Latifah
Kerja Banting Tulang, Saldo Tabungan Masih Nihil, Ini 5 Alasannya
Ilustrasi Mesin ATM. (pixabay.com/peggy_marco)

Salah satunya melampiaskan stres dengan belanja!

Suara.com - Umumnya orang bekerja, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan juga keinginan. Namun, bekerja banting tulang tak menjamin seseorang akan mapan secara finansial.

Bisa jadi, kamu termasuk yang selama ini sering kebingungan, kenapa kok sudah bekerja keras, tapi saldo tabungan masih saja nol. Padahal, tabungan ini penting sekali untuk dana darurat juga keamanan finansial.

Nah, hal-hal berikut mungkin yang menjadi alasannya. Yuk, kita simak bersama apa saja itu.

1. Gaya hidup konsumtif

Sebenarnya selama ini, gajimu itu sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sisanya, kalau mau jujur, bisa untuk ditabung. Hanya saja, keinginanmu banyak. Dengan gaya hidup yang konsumtif itulah yang membuat gajimu sekadar numpang lewat.

2. Belanja sebagai penghilang rasa stres

Tak bisa dimungkiri, beban kerja yang berat memang membuat seseorang jadi rentan stres. Hal ini biasanya diatasi dengan belanja sepuasnya. Sayangnya, kebiasaan inilah yang membuat saldo tabunganmu terus tergerus sampai tak tersisa lagi.

3. Tidak realistis menentukan jumlah tabungan

Tak semua orang bisa mendapatkan gaji yang besar. Bisa mendapat penghasilan yang mampu untuk menyambung hidup saja sudah syukur. Karena itu, kamu pun harus realistis dalam menentukan target untuk menabung.

Jangan karena semangat nabung, tapi penghasilannya gak mencukupi. Ketika faktanya kamu hanya bisa menabung sedikit, akhirnya membuatmu kecewa dan malah merasa menabung hanya sia-sia saja dengan jumlahnya yang sedikit itu.

4. Bercermin pada teman

Sering kali, godaan pertemanan itulah yang membuatmu kesulitan untuk menabung. Berusaha mengimbangi gaya hidup teman, akhirnya bikin kamu keteteran.

Perlu kamu sadari, tiap orang itu memiliki kondisi yang berbeda-beda. Walaupun kamu dan rekan kerjamu mungkin bergaji sama, tapi bisa jadi, dia bukanlah kepala keluarga. Sehingga penghasilannya murni untuk kebutuhannya.

Sementara kamu yang menjadi tulang punggung keluarga, mau tak mau, penghasilanmu habis untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga, dan untuk kebutuhan pribadimu jadi lebih sedikit. Jadi, jangan disamakan ya!

5. Tidak membuat anggaran keuangan

Tidak adanya anggaran keuangan, membuatmu jadi menghabiskan gajimu dengan tanpa aturan. Asal saja, tanpa melihat mana yang penting dan tak penting.

Jika kamu tak ingin terus-menerus saldo tabunganmu kosong, cobalah mulai sekarang membuat anggaran pemasukan dan pengeluaran. Patuhlah terhadap anggaran yang telah kamu buat sendiri.

Tak ada yang bisa menjamin masa depan. Bisa saja seseorang di-PHK karena situasi ekonomi yang tiba-tiba memburuk. Itulah sebabnya, penting sekali untuk menabung. Supaya apa pun yang terjadi, kondisi keuanganmu tetap aman.