facebook

Kesalahpahaman Makna Healing, Mentor Satu Persen: Healing Bukan Sekadar Liburan

hesti ya
Kesalahpahaman Makna Healing, Mentor Satu Persen: Healing Bukan Sekadar Liburan
Belajar Tentang Makna Healing dari Acara Yoursay Class: Heal Your Soul (yoursay.id)

Benar tidak sih healing itu harus liburan? Apakah healing kalian selama ini benar-benar menyembuhkan atau hanya sekedar lari dari kenyataan? Yuk, coba disimak tulisan berikut ini biar kalian gak salah memahami makna healing.

Hari ini (28/7/2022) tepatnya pada pukul 14.00 WIB, platform Yoursay.id mengadakan ‘Yoursay Class’ yang bertemakan ‘Heal Your Soul’. Membahas lebih dalam tentang penyembuhan jiwa, acara tersebut dihadiri oleh Kak Ghassani Salsabila, S.Psi– mentor Satu Persen dan seorang mahasiswi Magister Profesi Klinis Universitas Indonesia.

Kesalahpahaman Tentang Makna Healing

Berkesempatan untuk menghadiri acara ‘Yoursay Class: Heal Your Soul’ secara online melalui Zoom, ada banyak sekali pengetahuan baru yang bisa saya dapat. Hal yang membuat saya tercengang adalah makna ‘healing’ yang selama ini ternyata tidak sepenuhnya saya pahami.

Biasanya kita akan melakukan healing ketika kita mulai merasa stres. Atau bahkan kita melakukannya karena kita terlalu takut akan kenyataan dan berakhir lari dari kenyataan tersebut.

Ketika para peserta ditanya mengenai apa makna dari healing, beberapa dari mereka mengatakan bahwa ‘healing itu jalan-jalan’ atau ‘healing itu dilakukan biar gak stres’. Ada pula yang berkomentar “healing untuk kebutuhan story”.

Tahu gak sih, ternyata makna healing itu gak sekedar pergi jalan-jalan, kita bahagia, terus hilanglah stres kita. Healing pun gak cuma bisa diselesaikan dengan pergi jalan-jalan. 

Salah satu peserta mengatakan, “banyak yang misused dari penggunaan kata healing”. Iya, benar. Jadi, apa sih sebenarnya makna healing itu? Kapan sih, kita harus melakukannya?

Makna dari Mental Healing

Kak Ghassani selaku penyampai materi memaparkan makna tentang mental healing. Mental healing adalah proses atau usaha dalam meringankan penyakit fisik maupun mental melalui kekuatan pikiran. 

Biasanya healing bisa dilakukan dengan metode visualisasi, sugesti, dan manipulasi aliran energi. Kita juga bisa loh meminta bantuan para profesional untuk melakukan healing.

Kapan sih Kita Butuh Healing?

Healing biasanya dilakukan ketika kita mulai kehilangan fungsi sehari-hari kita. Kehilangan fungsi tersebut biasanya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya yaitu, faktor kehilangan orang yang dicintai, mendapat kekerasan dari orang lain, ataupun merasa takut berlebih akan sesuatu.

Sebagai contoh ketika kita yang seharusnya makan sehari tiga kali, namun malah makan sehari sekali atau bahkan tidak sama sekali dalam beberapa waktu. Misalnya ketika harus menyelesaikan skripsi, namun terus menundanya dalam waktu yang lama karena perasaan cemas.

Tahapan Healing

Ketika melakukan healing ada beberapa tahapan di dalamnya. Tahap healing tersebut yaitu, acceptance (menerima kenyataan), insight (memahami penyebab dan jalan keluar masalahan), action (bertindak sesuai jalan keluar dan menganalisis tindakan tersebut), self-esteem (semangat untuk sembuh), healing (proses penyembuhan), dan meaning (memaknai permasalahan).

Walaupun tidak mutlak, namun tahapan tersebut merupakan gambaran ketika kita melalui proses penyembuhan. Jangan lupa bahwa kita tidak perlu terburu-buru untuk sembuh. Berusahalah menerima itu secara perlahan.

Apa Hal Sederhana yang dapat Membantu Healing Kita?

Kak Ghassani menyebutkan bahwa relaksasi, kontemplasi, art-therapy, dan refleksi bisa dilakukan untuk penyembuhan jiwa. Kalian bisa menonton video relaksasi pernapasan melalui YouTube, dengan catatan video tersebut harus dari sumber yang kredibilitas. 

Kalian juga bisa melakukan kontemplasi dengan meditasi, yoga, journaling, ataupun olahraga. Melakukan art-therapy juga bisa menolong kita untuk sembuh. Refleksi bisa dilakukan agar kita lebih mengenali diri sendiri. Walaupun hal-hal tersebut tidak membuat kita sembuh seutuhnya, namun setidaknya bisa menenangkan kita.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental dan Refleksi Diri

Menjaga kesehatan mental dan melakukan refleksi diri dapat menghindari kita dari proses healing. Atau dengan kata lain kita bisa mengurangi luka terhadap diri sendiri karena biasanya healing dilakukan karena sebelumnya kita memiliki luka atau ketakutan.

Semua orang pasti memiliki caranya masing-masing dalam menjaga kesehatan mental. Begitu pula dengan merefleksikan diri sendiri.

Ketika ditanya bagaimana para peserta ‘Yoursay Class: Heal Your Soul’ menjaga kesehatan mental mereka, di antaranya menjawab dengan puasa sosial media, tidak bekerja berlebihan, menonton drama Korea, ataupun jalan-jalan. Ada pula yang berkomentar dengan melakukan olahraga, baca buku, bermain gitar, hingga tidur.

Sedangkan untuk refleksi atau memahami diri sendiri, Kak Ghassani merekomendasikan untuk melakukan journaling, self talk, ataupun berdiskusi dengan orang terdekat. 

Selama sesi diskusi, kak Ghassani tak henti-hentinya menyebutkan bahwa refleksi diri itu sangat penting. Baik bagi kita yang sedang butuh healing, stres, overthinking, bahkan bagi kita yang sedang baik-baik saja.

Refleksi diri dapat membantu kita untuk mengenali kepribadian, kelebihan dan kekurangan, value dan prinsip yang dianut, keadaan tubuh, hingga tujuan hidup kita.

We are the masters of our life. We are the captain of our ship.

Fokus pada apa yang bisa kita kontrol. Maka dari itu, take action. Kita tidak bisa mengontrol orang lain ataupun keadaan. Tapi, kita bisa mengontrol diri sendiri.

Jadi, gimana nih, sudah paham kalau healing bukan sekedar liburan saja kan? Kalian juga sudah tau kan kapan kalian butuh healing dan bagaimana pentingnya menjaga kesehatan mental dan refleksi diri?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak