Memang bukan kisah Roro Jonggrang yang membangun seribu candi dalam waktu semalam, tetapi Kementerian PU (Pekerjaan Umum), berusaha agar bisa mempercepat penanganan dampak bencana yang terjadi di Indonesia. Khususnya di daerah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Behind the scene pembangunan Jembatan Teupin Mane, Kab. Bireuen dan Bener Meriah, Provinsi Aceh, diunggah oleh laman @pupr_binamarga. Jujur ini kali pertama saya melihat bagaimana pembangunan sebuah jembatan, dan dibangunnya dalam waktu singkat, lima belas hari saja.
Namun mustahil jika dikerjakan dengan sendirian, Kementerian PU dibantu oleh TNI AD dan BUMN konstruksi PT PP langsung bergerak. Sehingga jembatan tersebut bisa langsung difungsikan, dan warga menyambut dengan lega hati.
Faktanya, "Dari 38 ruas jalan nasional terdampak, sebanyak 26 ruas telah fungsional, sementara sisanya masih dalam tahap perbaikan dan pemasangan jembatan bailey.
Di Sumatera Utara, 10 dari 12 ruas jalan nasional terdampak telah kembali berfungsi. Sementara di Sumatera Barat, 29 dari 30 ruas jalan nasional terdampak telah fungsional dan ditargetkan sepenuhnya pulih sebelum akhir Desember 2025," ungkap Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.
Nah, itu saja dari bidang Bina Marga, yang berfokus kepada pemulihan jalan dan jembatan, belum lagi sektor sumber daya air, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Benar-benar menjadi PR besar untuk melakukan rehabilitasinya secara bertahap dan menjaga ketahanan pangan pada daerah yang terdampak banjir bandang.
Sambutan Haru Warga Aceh atas Berfungsinya Jembatan Teupin Mane
Lalu lalang masyarakat Aceh atas terbangunnya kembali jembatan darurat, Teupin Mane, Kab. Bireuen dan Bener Meriah sungguh disambut warga dengan tangis haru. Bagaimana tidak, salah satu masyarakat aceh Nurhayati mengungkapkan rasa gembiranya, "Alhamdulillah hari ini bisa pulang ke rumah, karena sudah 20 hari menginap di rumah saudara, akibat jembatan terputus. Terima kasih bapak Presiden, ucap Nurhayati.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh beberapa warga yang melintas jembatan, mereka sangat haru dan bahagia akhirnya bisa kembali melalui salah satu nadi transportasi di Provinsi tersebut. Yang mana Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dihubungkan oleh jembatan Teupin Mane ini.
Ya, seperti yang kita tahu bahwa banjir bandang dan longsor melanda dan melumpuhkan mobilitas maupun distribusi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Sekarang roda perekonomian kembali berputar, walaupun belum sepenuhnya dan sebelumnya juga jembatan Teupin Mane masih diujicobakan dengan sistem buka tutup, agar keamanan dan keselamatan warga ketika melintas bisa dipantau.
Saya jadi ingat di tanggal 2 Desember 2025, saat pembangunan jembatan ini sedang berjalan. Mobilitas warga menggunakan jembatan ini ala kereta kabel, rasanya sedih. Saudara-saudara di sana terkena musibah, kehilangan banyak hal dan semoga mereka dikuatkan dan mengambil hikmah dari setiap pembelajaran musibah yang terjadi. Bahwa dalam kondisi apapun kita harus bersyukur dan percaya bahwa Tuhan akan memberikan yang lebih baik lagi.
Masih ada dua jembatan yang lain dalam proses penyelesaian, yakni jembatan Kutablang untuk jalur utama Bireuen dan Lhokseumawe. Jembatan ini akan menghubungkan dua wilayah tersebut sepanjang 63 meter. Lebih panjang daripada jembatan Teupin Mane yang memiliki panjang 30 meter dan berbobot 40 ton.
Penyelesaian akan jauh lebih cepat jika cuaca cerah, tetapi musim penghujan memang sedang terjadi otomatis target penyelesaian bisa mundur sewaktu-waktu. Tetapi semua pihak, baik itu pemerintah, TNI, dan warga bekerja dengan optimal agar semuanya segera selesai. Ada banyak harapan yang masih dilangitkan, dari pemulihan, pendistribusian kebutuhan, dan bagaimana kehidupan bisa kembali berjalan dengan kegigihan. (NP)