News

Psikologi Belanja Lebaran: Beli Baju Baru Hingga Dekorasi Rumah Jadi Alasan Orang Padati Mal

Psikologi Belanja Lebaran: Beli Baju Baru Hingga Dekorasi Rumah Jadi Alasan Orang Padati Mal
Kubah Masjid Dekorasi Lebaran di Mal Central Park (dokumentasi pribadi/Natasha Suhendra)

Suasana Lebaran semakin terasa kental, apalagi di tempat-tempat umum seperti mal. Pada Sabtu (14/03/2026), Mal Central Park, Jakarta Barat, mulai dipadati pengunjung. Akhir pekan yang bertepatan dengan momen menjelang hari raya membuat jumlah pengunjung melonjak drastis dibandingkan hari-hari biasanya. Ribuan orang datang bersama keluarga untuk mencari berbagai kebutuhan sebagai persiapan menyambut Idulfitri yang tinggal menghitung hari.

Fenomena ini sejalan dengan data tahunan yang menunjukkan bahwa kuartal kedua, khususnya masa Ramadan dan Lebaran, merupakan puncak aktivitas ritel di Indonesia. Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), pertumbuhan penjualan ritel saat menjelang Lebaran biasanya mengalami kenaikan antara 30 hingga 40 persen dibandingkan bulan-bulan biasa. Hal ini dipicu oleh cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) yang menjadi motor penggerak utama daya beli masyarakat.

Masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan psikologis untuk melakukan pembaharuan diri pada hari raya, yang secara otomatis berdampak pada lonjakan konsumsi barang-barang seperti pakaian, makanan, hingga dekorasi rumah.

Informasi Acara Lebaran di Mal Central Park (dokumentasi pribadi/Natasha Suhendra)
Informasi Acara Lebaran di Mal Central Park (dokumentasi pribadi/Natasha Suhendra)

Kemeriahan Jelang Hari Raya di Tengah Kota

Hiasan yang ada di mal ini turut menambah kesan hari raya yang kental. Mengusung tema “Raya Reflection”, tahun ini Mal Central Park mengangkat nuansa Ramadan yang suci, elegan, dan penuh refleksi. Instalasi kubah masjid berwarna biru, gold, dan putih yang terletak di Atrium Laguna memberikan kesan mewah sekaligus menenangkan bagi para pengunjung. Tidak hanya di area utama, setiap toko di sana juga didekorasi dengan hiasan bernuansa hari raya untuk menarik minat pelanggan.

Selain dekorasi yang meriah, Mal Central Park juga mengadakan serangkaian acara untuk memeriahkan suasana. Melalui akun Instagram resminya, @centralparkmal, pihak pengelola membagikan berbagai kegiatan menarik, salah satunya adalah peragaan busana (fashion show) bertajuk "Raya Soirée". Pergelaran busana ini menjadi magnet tersendiri karena menampilkan karya terbaru dari perancang busana kenamaan Indonesia seperti Ivan Gunawan dan Deden Siswanto.

Tren belanja kategori fashion memang selalu menempati urutan pertama dalam daftar belanja Lebaran. Sebuah survei perilaku konsumen menunjukkan bahwa sekitar 60–70% masyarakat Indonesia memprioritaskan alokasi dana mereka untuk membeli baju baru bagi keluarga. Gaya busana muslim yang modern namun tetap santun (modest fashion) seperti yang dipamerkan di Mal Central Park menjadi acuan bagi masyarakat urban Jakarta dalam menentukan penampilan mereka saat Idulfitri.

Selain itu, hiburan keluarga juga menjadi faktor penting yang membuat mal tetap ramai. Lomba fashion show anak-anak dengan hadiah fantastis serta pertunjukan musik dan seni khas Timur Tengah turut menjadi bagian dari rangkaian acara. Hal ini menciptakan pengalaman belanja yang tidak hanya sekadar transaksi, tetapi juga sebagai sarana rekreasi keluarga.

Siasat Diskon dan Psikologi Pengunjung

Berbagai promosi dan diskon besar-besaran diadakan oleh hampir seluruh tenant, mulai dari toko elektronik, gerai pakaian, hingga restoran (F&B). Diskon ini merupakan strategi krusial untuk menangkap momentum "uang panas" masyarakat. Nuansa Ramadan yang penuh kehangatan pun ikut dirasakan oleh salah satu pengunjung Mal Central Park yang bernama Tirta Iva.

“Terasa, sih, sudah dekat-dekat hari Lebaran, jadi banyak banget yang mencari baju dan keperluan-keperluan rumah tangga untuk persiapan Lebaran,” ujar Tirta saat ditemui di lokasi.

Tirta menambahkan bahwa banyaknya pilihan promosi menjadi alasan utama dirinya lebih memilih mal daripada berbelanja secara daring untuk keperluan hari raya. Ia merasa bahwa aspek kenyamanan dan kelengkapan barang adalah faktor penentu.

“Banyak, sih, yang ditawarkan di mal. Jadi, banyak diskon-diskon juga buat Lebaran. Terus pilihannya juga banyak, jadi lebih prefer ke mal juga karena adem dan tempatnya juga kondusif,” kata Tirta.

Pada akhirnya, keramaian di Mal Central Park mencerminkan optimisme ekonomi masyarakat. Lebaran bukan hanya tentang ritual keagamaan, tetapi juga tentang pergerakan ekonomi yang masif. Dari busana rancangan desainer ternama hingga paket kudapan di restoran, semua bergerak searah dengan semangat masyarakat untuk merayakan hari yang fitri dengan penuh suka cita dan kebersamaan.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda