alexametrics

Film The Medium: Ketika Kepercayaan Berubah Menjadi Keraguan

Nida Amalia Manggala
Film The Medium: Ketika Kepercayaan Berubah Menjadi Keraguan
FIlm Thailand The Medium (Twitter/@gdh559)

The Medium merupakan salah satu film horor dari Thailand yang wajib kamu saksikan. Film horor ini mengusung konsep dokumenter layaknya film Keramat, REC, Paranormal activity, dan lain sebagainya. Tidak tanggung-tanggung, film The Medium ini merupakan hasil kolaborasi sutradara Thailand dan Korea Selatan, Banjong Pisanthanakun serta Na Hong-Jin.

The Medium dapat dikatakan menjadi film yang sukses dan diterima baik penikmat genre horor. Menyadur celebrities.id, film The MEdium debut pertama kali lewat Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) pada Juli 2021.

The Medium berhasil menyandang film terbaik, dengan membawa pulang hadiah sebesar 20 juta Won atau 243 juta Rupiah. The Medium bahkan sukses di Korea Selatan dengan meraup 7,3 juta USD atau sekitar 104 miliar Rupiah. Di Indonesia, The Medium menjadi film horor Thailand tersukses yang diputar di bioskop Indonesia versi CGV, dengan jumlah penonton 325  ribu lebih hingga 6 November 2021.

Bagaimana jalan cerita film The Medium?

Film horor berdurasi 131 menit ini menceritakan para pemuda yang ingin membuat tayangan dokumenter mengenai kehidupan dukun atau para medium di daerah Isan, Thailand Utara. Mereka lalu bertemu Nim (diperankan oleh Sawanee Utoomma), salah satu dukun yang disegani oleh masyarakat Isan karena menjadi mediator roh Bayan. Roh Bayan merupakan salah satu dewa keramat yang disembah oleh masyarakat setempat.

Keluarga Nim diyakini dipilih dewa Bayan untuk menjadi perantara membantu manusia sejak dulu. Namun, dewa Bayan membutuhkan mediator dari setiap generasi di keluarga Nim. Awalnya , orang yang terpilih menjadi mediator roh Bayan adalah Noi (diperankan oleh Sirani Yankittikan), saudara Nim. Noi menolak karena tidak percaya dengan adanya roh Bayan, dan memilih menikah dengan suaminya berlatar belakang dari nenek moyang seorang penjajah yang telah dikutuk.

Penampilan Narilya Gulmongkolpech (tengah) di film The Medium. [Instagram]
Penampilan Narilya Gulmongkolpech (tengah) di film The Medium. [Instagram]

Konflik dalam film ini terjadi saat Mink (diperankan oleh Narilya Gulmongkolpech), anak perempuan Noi bertingkah laku aneh. Nim mengira roh Bayan akan memasuki tubuh Mink. Oleh sebab itu, para tim mulai mengikuti Mink untuk mendokumentasi perpindahan roh Bayan ke dalam tubuh Mink.

Namun, semakin lama, gejala-gejala yang tampak bukan pengaruh dari roh Bayan. Kondisi Mink kian parah dan menunjukkan perilaku aneh. Nim mencoba mengobati keponakannya dari kutukan roh-roh jahat yang merasuki keponakannya.

Nim yang ada di titik terendah kemudian ditanya mengenai keberadaan roh Bayan. Hal itu membuat kepercayaan Nim kepada roh Bayan menjadi luntur. Dari situlah semua keadaan semakin kacau dengan kutukan leluhur yang tidak bisa dihindari.

Apa yang membuat film ini sangat laris di pasaran?

The Medium membuat penonton merasakan sensasi menonton video dokumentasi asli kehidupan dukun Thailand. Kita ikut merasakan perjalanan tim dokumenter mencari dukun di kawasan Thailand Utara, hingga mengikuti ritual pengusiran roh jahat.

Jalan cerita yang mengusung tema perdukunan sangat familiar bagi masyarakat di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara lainnya, sehingga mudah diterima penonton. Uniknya, film horor ini dapat menyajikan kesan merinding dan ngeri tanpa ada jump scar berlebih, yang merupakan andalan genre ini pada umumnya. Cerita yang tidak mudah ditebak menjadi poin utama kelebihan dari film ini.

Film ini masuk ke dalam tontonan untuk usia 17 tahun ke atas karena terdapat banyak adegan kekerasan dan kekejaman. The Medium pertama kali tayang di Indonesia pada 20 Oktober 2021. Apakah kamu tertarik untuk menonton film The Medium dan ikut merasakan kengeriannya?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak