facebook

Kapan Gempa Terbesar dalam Sejarah Manusia? Ini 6 Fakta Temuan Para Ilmuwan

Ary Yulianto
Kapan Gempa Terbesar dalam Sejarah Manusia? Ini 6 Fakta Temuan Para Ilmuwan
ilustrasi gempa bumi (Pixabay.com/Tumisu)

Letaknya yang berada di jalur seismik atau lebih dikenal dengan Cincin Api Pasifik, menjadikan Indonesia sering mengalami gempa bumi. Jika kita melihat data yang dikeluarkan oleh BMKG, sepanjang tahun 2021 Indonesia mengalami 10.570 kali gempa tektonik. Kekuatan gempa bumi yang terjadi bervariasi sepanjang tahun, ada yang berdampak hingga memakan korban jiwa. Tengok saja gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat yang terjadi pada Januari 2021 memakan korban jiwa sebanyak 105 orang meninggal dunia.

Namun, pernahkah kalian bertanya kapan dan di mana gempa terbesar dalam sejarah manusia? Melansir laman Live Science, berikut ini enam fakta temuan para ilmuwan terkait gempa bumi terbesar yang pernah terjadi sepanjang sejarah manusia.

1. Gempa terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah

Dalam beberapa dekade ke belakang pernah terjadi gempa bumi sangat besar yang pernah tercatat dalam sejarah. Terjadi pada 22 Mei 1960, gempa bumi besar ini melanda Valdivia, Chili selatan dengan kekuatan antara 9,4 - 9,6 skala richter. Gempa bumi dahsyat ini menelan korban jiwa sebanyak kurang lebih 6000 jiwa. Selain itu, gempa bumi ini juga menciptakan gelombang tsunami yang melintasi Samudra Pasifik. Gempa di Valdivia ini terjadi karena tumbukan lempeng bumi yang memanjang sejauh kurang lebih 800 kilometer.

2. Gempa terbesar berdasarkan hasil penelitian para ilmuwan

Hasil penelitian para ilmuwan mengatakan bahwa di suatu wilayah yang saat ini dikenal dengan Chili utara telah terjadi gempa bumi yang sangat besar. Gempa bumi ini diperkirakan sebagai gempa bumi terbesar dalam sejarah manusia yang terjadi sekitar 3.800 tahun yang lalu. Gempa bumi yang sangat besar tersebut menghasilkan gelombang tsunami setinggi kurang lebih 20 meter dan sepanjang 8000 kilometer. Tsunami yang dahsyat ini membawa batu-batu berukuran mobil sejauh ratusan kilometer menuju ke arah daratan.

Hasil penelitian para ilmuwan dalam jurnal Science Advances menjelaskan bahwa gempa besar kuno yang terjadi pada 3.800 tahun yang lalu lebih besar dari gempa bumi yang terjadi di Valdivia pada tahun 1960. Jika gempa bumi Valdivia disebabkan oleh tumbukan lempeng bumi dengan panjang kurang lebih 800 kilometer, tumbukan lempeng bumi penyebab gempa bumi kuno di Chili memiliki panjang kurang lebih 1000 kilometer.

3. Gempa megathrust dan memakan banyak korban jiwa

Suatu gempa bumi yang terjadi pada zona subduksi yaitu zona pertemuan antara dua lempeng bumi dimana posisinya saling tumpang tindih disebut dengan gempa megathrust. Gempa jenis ini memiliki kekuatan yang sangat besar. Gempa jenis ini merupakan jenis gempa paling kuat di planet bumi.

Gempa di Valdivia pada tahun 1960 dan gempa kuno yang terjadi pada 3.800 tahun yang lalu termasuk dalam jenis gempa megathrust, sehingga tidak heran dampaknya sangat fatal bagi populasi di area gempa tersebut. Untuk menggambarkan dahsyatnya gempa megathrust, tengoklah kembali peristiwa gempa bumi yang menciptakan tsunami besar di Aceh pada tahun 2004 adalah gempa megathrust. Pada peristiwa tersebut sebanyak 240.000 - 280.000 jiwa meninggal dunia.

4. Bukti temuan gempa kuno terbesar

Teori tentang gempa kuno terbesar yang disampaikan oleh para ilmuwan tentunya bukan tanpa alasan. Dari hasil penelitian para ilmuwan ditemukan bukti gempa kuno terbesar pernah terjadi pada 3.800 tahun yang lalu. Bukti yang ditemukan adalah berupa benda-benda laut dan pesisir, mulai dari endapan litoral, yaitu batu besar, kerikil, dan pasir pesisir yang ditemukan di pedalaman Gurun Atacama, Chili. Selain itu ditemukan juga batuan laut dan kerang.

Temuan ini menunjukkan adanya tsunami besar yang mampu membawa benda-benda laut dan pesisir pantai jauh menuju daratan. Kaitannya dengan tsunami, maka dapat dipastikan gelombang tsunami didahului dengan gempa bumi yang sangat besar. Temuan lainnya adalah struktur batu kuno yang ditemukan oleh para arkeolog. Struktur batu ini merupakan dinding batu yang dibangun oleh manusia pada saat itu yang ditemukan di bawah endapan tsunami.

5. Pembuktian tim ahli dengan pendekatan ilmiah

Untuk mendapatkan hasil analisa yang tepat dan akurat terkait hasil temuan ini, para ilmuwan menggunakan pendekatan ilmiah dengan metode penanggalan radiokarbon yang meliputi pengukuran jumlah karbon 14, yaitu isotop karbon radioaktif yang terkandung di dalam suatu objek yang sedang diamati untuk menentukan usianya.

Hasil pengukuran karbon 14 dari 17 endapan di tujuh situs penggalian yang berjarak 600 kilometer dari pantai utara Chili, disimpulkan usia material laut yang terbawa jauh ke daratan adalah 3.800 tahun. Dengan kata lain, 3.800 tahun yang lalu telah terjadi gempa yang sangat dahsyat yang mampu menciptakan gelombang tsunami yang sangat besar sehingga mampu membawa material laut jauh menuju daratan.

6. Menjadi peringatan bagi manusia pada kehidupan di masa depan

Adanya hasil penelitian oleh para ilmuwan terkait gempa kuno dengan kekuatan yang sangat dahsyat ini, diharapkan menjadi pengetahuan dan peringatan bagi kehidupan di masa depan akan adanya potensi bahaya dari dampak gempa bumi megathrust.

Itulah enam fakta terkait hasil penelitian para ilmuwan mengenai adanya gempa terbesar dalam sejarah manusia. Potensi gempa tersebut bisa terjadi kapan saja dan semoga antisipasi serta penanganan pasca gempa bisa meminimalisir korban jiwa. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak