Ulasan

Ulasan Buku Kitab Writerprenenur, Jangan (Takut) Jadi Penulis

Ulasan Buku Kitab Writerprenenur, Jangan (Takut) Jadi Penulis
Buku Kitab Writerprenenur, Jangan (Takut) Jadi Penulis.[Dokumen pribadi/Sam Edy]

Menulis, selain bisa dijadikan sebagai profesi yang mendatangkan lembaran-lembaran rupiah, juga memiliki sederet manfaat yang penting diketahui oleh khalayak. Salah satu manfaat menulis yang saya yakin juga dialami oleh para penulis adalah membuat pikiran lebih terang, karena apa yang dipikirkan selama ini akhirnya dapat tersalurkan lewat deretan kata-kata.

Menulis bisa dipelajari oleh siapa pun. Terlebih kegiatan menulis sebenarnya sudah kita pelajari sejak kecil. Bukankah sejak duduk di bangku Sekolah Dasar kita sudah terbiasa menulis berbagai mata pelajaran di buku tulis? 

Tugas kita (bila benar-benar ingin menjadi penulis) selanjutnya adalah berusaha menuliskan apa yang kita rasakan, pikirkan, dan alami. Atau bisa juga menuliskan pengalaman hidup orang lain. Itu langkah pertama. Langkah kedua kita bisa belajar tentang kiat-kiat menulis dari ahlinya. Bisa kita baca dalam buku-buku tentang kiat menulis, atau bertanya pada teman-teman penulis.  

Dalam buku berjudul ‘Kitab Writerprenenur, Jangan (Takut) Jadi Penulis’ dijelaskan bahwa banyak orang menulis berdasarkan ilmu yang telah diperolehnya dan menerapkannya dalam kehidupan nyata lalu menuangkannya ke dalam sebuah tulisan. Sebagai contoh buku ‘Bukan Guru Oemar Bakrie, Menjadi Guru Cerdas Finansial’ adalah sebuah buku yang ditulis oleh seorang guru ekonomi. Ia berhasil mengaplikasikan ilmu ekonomi ke dalam kehidupannya sehari-hari sehingga menjadi guru yang bisa meningkatkan perekonomian keluarganya.

Bicara tentang ide menulis, memang ada banyak bertebaran ide di sekeliling kita. Kita hanya perlu rajin mengaktifkan indra pendengaran, penglihatan, dan perasa kita. Lalu selanjutnya menuliskannya menurut versi kita, dengan disertai sumber-sumber tepercaya yang akan semakin menguatkan dan membuat semakin menarik tulisan yang akan kita buat.

Banyak sekali buku yang ditulis berdasarkan pengalaman hidup. Contohnya buku ‘Hee ah Lee, The Four Fingered Pianist’ yang menceritakan kisah sukses seorang anak dari Korea yang hanya memiliki empat jari di kiri dan kanan tetapi mampu menjadi pemain piano kelas dunia. Pengalaman hidup memiliki cakupan tema tulisan yang luas dan dinamis sehingga kita tidak perlu takut akan kehabisan ide di sini (halaman 40).

Bagi Anda yang ingin belajar menulis, saya merekomendasikan untuk membaca buku ‘Kitab Writerprenenur, Jangan (Takut) Jadi Penulis’ karya Sofie Beatrix yang diterbitkan oleh Gramedia (tahun 2011). Semoga ulasan ini bermanfaat untuk Anda. Tetap semangat menulis, ya?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda