Buku dengan judul Psikologi Islam karangan Ibnu Sina ini merupakan sebuah buku filsafat Islam yang membahas konsep jiwa dalam pandangan beliau.
Ibnu Sina atau yang lebih dikenal sebagai Avicenna adalah seorang filsuf, ahli kedokteran, dan ilmuwan yang hidup pada abad ke-10 dan ke-11.
BACA JUGA: Sejarah Hidup Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari dan Kebangkitan Santri
Ibnu Sina dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pemikiran Islam, dan kontribusinya dalam bidang filsafat dan kedokteran banyak dikenal dan dihargai hingga saat ini.
Karya-karya Ibnu Sina seperti "Al-Qanun fi al-Tibb" dan "Kitab al-Shifa" dalam bidang kedokteran, serta "Al-Shifa" dan "Kitab al-Najat" dalam bidang filsafat, sering kali dianggap sebagai karya-karya penting dalam sejarah pemikiran Islam.
Dan berikut ini adalah salah satu karyanya yang membahas ilmu psikologi yang dapat memberikan perspektif ilmiah tentang ruh atau nafs dengan merujuk pada dalil-dalil naqli.
Ibnu Sina memiliki teori matang terkait konsep jiwa dan hubungannya dengan fisik seperti halnya Aristoteles dan Plato.
Buku Psikologi Islam karya Ibnu Sina ini sebenarnya merupakan merger dua kitab yang berjudul Ahwal al-Nafs dan Tsalas Rasail al-Nafs.
Bagi Ibnu Sina, jiwa merupakan hal terpenting untuk diketahui sebab di dalamnya ada jejak Tuhan. Hal ini pun tertuang dalam hadits "man arafa nafsah arafa rabbah". artinya "Barang siapa yang mengetahui jiwanya, dia mengetahui Tuhannya."
Manusia hidup memiliki dua entitas yang disebut dengan badan dan jiwa. Jiwa manusia meskipun inheren, merupakan satu unit tersendiri yang terlepas dari badan.
Sedangkan jiwa atau nafs adalah substansi immateriil yang menjadi penyebab gerak dan mengendalikan tubuh. Namun jiwa dan badan disatukan untuk sebuah kepentingan untuk mengarungi hidup di dunia.
Bahkan meskipun keduanya saling terhubung dan membutuhkan satu sma lain, namun nyatanya ada kala antara badan dan jiwa seringkali tidak selalu singkron.
Ibnu Sina berpendapat bahwa badan bukan merupakanpengusung jiwa, namun sebaliknya jiwalah yang membawa badan.
Jika diumpamakan tubuh manusia sebagai mesin, maka dia akan membutuhkan daya. Ungkapan tersebut disebut dengan Quwwah oleh Ibnu Sina.
Daya adalah sebuah energi untuk menggerakkan seluruh aksi humanistik yang meliputi pikiran, perbuatan serta semua denyutan yang tidak disadari dalam diri manusia sendiri.
Quwwah terbagi menjadi 2:
1. Quwwah Iradiyyah yakni daya yang disengaja.
2. Quwwah An-Nafsaniyyah yakni daya yang terpaksa.
Mengenai jiwa manusia, terdapat 3 layer yakni Al-Nafs Almalakiyah atau An-Nafs Al-Insaniyyah merupakan kekuatan yang menjadikan manusia hidup dan menggunakan potensi nalar dan pikiran serta memberikan perintah reaksi yang rasional.
BACA JUGA: Ulasan Buku 'Mata Penuh Darah', Kumpulan Cerpen dengan Gizi Tinggi
Tidak hanya manusia saja, namun binatang pun juga dapat membedakan banyak hal seperti binatang yang berbeda jenis atau sesama jenis namun beda koloni maupun dalam satu koloni.
Mereka dapat mengenali induk, saudara atau rival mereka. Dan dalam penjelasan tersebut dalam perspektif Ibnu Sina adalah hasil kerja daya imajinasi retentif (Quwwah Mutakhayyilah) dan daya estimasi (Quwwah Mutawahhimah).
Nah, itulah ulasan dari konsep jiwa yang tertera dalam buku Psikologi Islam karya Ibnu Sina menurut pandangan beliau.