Jurnalisme Warga di Era Digital: Menelisik Potensi dan Tantangan

Hayuning Ratri Hapsari | Wahyu Astungkara
Jurnalisme Warga di Era Digital: Menelisik Potensi dan Tantangan
Ilustrasi tugas jurnalis (Freepik/macrovector)

Era digital semakin berkembang dan merambah kemanapun. Efeknya, peran jurnalisme warga menjadi signifikan untuk terlibat menyediakan informasi dan memperluas cakupan pemberitaan.

Jurnalisme warga mengacu pada praktik warga yang bukan jurnalis, namun, berpartisipasi dalam proses pengumpulan, pemberitaan, dan berbagi berita. Fenomena ini telah mengubah lanskap media, memungkinkan masyarakat untuk menjadi kontributor berita aktif, dan menawarkan potensi serta tantangan.

Potensi Jurnalisme Warga di Era Digital

1. Partisipasi Masyarakat yang Lebih Aktif

Kemajuan teknologi dan ketersediaan internet telah mengakomodasi partisipasi aktif masyarakat dalam proses pemberitaan. Warga dapat dengan cepat menyampaikan informasi tentang peristiwa di sekitarnya dengan menggunakan perangkat seluler mereka.

2. Cakupan Berita yang Lebih Luas

Dengan partisipasi masyarakat yang aktif, cakupan berita menjadi lebih luas dan mendalam. Jurnalisme warga memungkinkan laporan langsung dari tempat kejadian, yang sering kali sulit diakses oleh media tradisional.

3. Peningkatan Perspektif Diversitas

Dalam jurnalisme warga, berbagai perspektif dan sudut pandang masyarakat dapat tercermin dalam pemberitaan. Ini membantu mewujudkan representasi yang lebih adil dan inklusif.

4. Warga Terlibat Mengawasi 

Jurnalisme warga berperan sebagai "mata dan telinga" masyarakat, membantu memperkuat pengawasan terhadap pihak-pihak yang berwenang dan institusi publik.

5. Meningkatkan Kesadaran Publik

Informasi dari jurnalisme warga dapat membantu meningkatkan kesadaran publik tentang isu-isu lokal dan global yang relevan.

Tantangan Jurnalisme Warga di Era Digital

1. Validitas Informasi

Tidak semua informasi yang disampaikan oleh jurnalisme warga dapat diandalkan. Ada risiko tersebarnya informasi palsu atau tidak diverifikasi yang dapat menyesatkan masyarakat.

2. Etika dan Privasi

Jurnalisme warga berhadapan dengan masalah etika dan privasi. Beberapa kontributor mungkin tidak memahami implikasi hukum atau moral dari pemberitaan mereka.

3. Profesionalisme dan Standar Jurnalisme

Meskipun partisipasi aktif masyarakat berharga, jurnalisme warga tidak selalu mengikuti standar profesional jurnalisme seperti verifikasi sumber dan informasi faktual.

4. Overload Informasi

Ketersediaan informasi dalam jumlah besar dari berbagai sumber dapat menyebabkan overload informasi dan membingungkan pembaca.

5. Ancaman Keselamatan

Sangat mungkin terjadi, masyarakat enggan berpartisipasi dalam jurnalisme warga karena khawatir atau takut akan bahaya ancaman, intimidasi dari pihak-pihak yang tidak setuju dengan pandangan mereka. 

Melihat besarnya potensi keterlibatan masyarakat menyajikan informasi, terutama di lingkungan sekitar sudah saatnya setiap warga negara terlibat menjadi pewarta warga sebagaimana disadur dari sumber tulisan D. Gillmor (2004). We the Media: Grassroots journalism by the people, for the people.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak