Ulasan Film Memories of Murders, Kisah Pengusutan Kasus Pembunuhan Berantai

Ayu Nabila | Lena Weni
Ulasan Film Memories of Murders, Kisah Pengusutan Kasus Pembunuhan Berantai
Cuplikan Adegan dalam Film Memories of Murders (Viu)

Memories of Murders, film thriller kriminal Korea jadul satu ini pantang banget buat kamu lewatkan! Pasalnya, alur ceritanya bakal bawa kamu ke labirin teka-teki dari kasus pembunuhan berantai banyak wanita.

Film ini sendiri digarap oleh sutradara kenamaan Korea, Bong Joon Ho dan dibintangi sederet bintang film kenamaan seperti Song Kang Ho, Kim Sang Kyung, Kim Roe Ha, sampai Byun Hee Bong. Adapun kisahnya seperti yang terangkum berikut ini! 

Memories of Murder mengikuti kisah tentang perjalanan pengusutan kasus pembunuhan seorang wanita yang dilakukan seorang detektif bernama Park Doo Man (Song Kang Ho).

Diceritakan pengusutan yang dipimpin Park Doo Man berjalan kacau sebab pola penyelidikan tidak mendalam dan terkesan dibuat sesuka hati oleh Park Doo Man dan rekan. 

Sampai kemudian, datanglah seorang detektif muda asal Seoul yang dimutasi ke Hwaseong, desa terpencil, wilayah kerja Park Doo Man. Ia digambarkan sebagai pemikir kritis, teliti dan berintuisi tajam, amat bersebrangan dengan Park Doo Man dan rekan.

Meski demikian, mereka secara resmi ditugasi untuk mengusut kasus pembunuhan berantai yang sama. Pengusutan pun berjalan alot dengan sederet terduga pelaku dan deretan petunjuk yang abu-abu. 

Tidak mengecewakan memang meluangkan 2 jam 12 menit untuk menyaksikan film thriller kriminal garapan sutradara Bong Joon Ho satu ini. Alur cerita yang mengalir didukung pula dengan kemampuan akting para aktor dan aktrisnya yang ciamik.

Dialognya pun tak kaku, nampak begitu realistis dan menjadi daya tarik yang tak tertolak. Pun dengan gesture para pemainnya, detail-detail sepele seperti traktor petani yang merusak TKP, sampai jatuhnya beberapa tokoh di pematang sawah membuat adegan tiap adegan terasa jauh lebih hidup dan menghibur. 

Narasi pengusutan kasus yang dibuat sebentar terang, sebentar kemudian abu-abu, memberi denyut tersendiri dalam film ini. Olehnya, emosi penonton berhasil dinaik-turunkan dan membuncahkan rasa penasaran.

Soal sinematografi, tune, suara, hingga angle kamera akan mengingat kita pada kebanyakan film jadul, serta menghadirkan beragam suasana dalam tiap adegan.

Beragam suasana tersampaikan dengan baik ini dan pada akhirnya membantu saya selaku penonton untuk terkoneksi dalam ketegangan, keharuan, bahkan euforia yang terbangun di sepanjang jalan cerita. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak