Membedah Sisi Gelap Keadilan Manusia di Ulasan Novel The Hellbound

Lintang Siltya Utami | aisyah khurin
Membedah Sisi Gelap Keadilan Manusia di Ulasan Novel The Hellbound
Novel The Hellbound (goodreads.com)

Novel The Hellbound Vol. 1 karya Yeon Sang-ho bukan sekadar cerita horor supranatural biasa. Sebagai kreator di balik film legendaris seperti Train to Busan, Yeon Sang-ho, berkolaborasi dengan ilustrator Choi Gyu-seok, menyajikan sebuah narasi gelap yang menggali sisi paling kelam dari psikologi manusia, fanatisme agama, dan kerapuhan sistem sosial saat dihadapkan pada fenomena yang tidak masuk akal.

Cerita dibuka dengan sebuah premis yang mengerikan dan brutal. Di tengah keramaian kota Seoul, sebuah entitas misterius yang disebut sebagai "eksekutor" muncul secara tiba-tiba. Mereka menyerang seorang pria yang sebelumnya telah menerima "nubuat" atau pemberitahuan tentang waktu kematiannya. Pria tersebut dihajar hingga hancur dan akhirnya dibakar sampai menjadi abu di depan mata publik.

Kejadian ini memicu kepanikan massal sekaligus kemunculan sebuah kelompok agama baru bernama The New Truth (Kebenaran Baru). Kelompok ini dipimpin oleh Jung Jin-su, seorang ketua yang karismatik namun misterius. Ia berargumen bahwa fenomena ini bukanlah bencana alam atau serangan monster, melainkan "demonstrasi ketuhanan" untuk menghukum para pendosa dan memaksa manusia hidup dengan lebih benar.

Fokus utama dalam Volume 1 ini terbagi menjadi dua perspektif besar. Di satu sisi, kita mengikuti Detektif Kyun-hun, seorang polisi yang skeptis dan mencoba menyelidiki fenomena ini melalui lensa hukum dan logika manusia. Ia berhadapan dengan kenyataan pahit bahwa putrinya sendiri terlibat dalam lingkaran pengaruh Jung Jin-su.

Di sisi lain, pembaca diperkenalkan pada mekanisme kerja The New Truth. Yeon Sang-ho dengan sangat cerdas menggambarkan bagaimana ketakutan kolektif dapat diubah menjadi kekuasaan politik dan spiritual. Ketika masyarakat kehilangan kepercayaan pada sistem hukum yang dianggap "terlalu lemah" terhadap penjahat, mereka beralih pada keadilan instan yang ditawarkan oleh para eksekutor neraka ini.

Ketegangan semakin memuncak dengan kehadiran Arrowhead, kelompok pendukung radikal The New Truth yang terdiri dari anak-anak muda. Mereka melakukan aksi main hakim sendiri, menyebarkan kebencian secara daring, dan melakukan kekerasan fisik terhadap siapa pun yang berani mempertanyakan keabsahan fenomena ini atau mengkritik Jung Jin-su.

Salah satu elemen terkuat dalam novel ini adalah penggambaran karakter Jung Jin-su. Ia bukan antagonis klise yang berteriak-teriak tentang kiamat. Ia tampil tenang, sangat logis dalam argumennya, dan tampak tulus dalam keinginannya menciptakan dunia tanpa dosa.

Namun, di balik ketenangannya, ada kehampaan yang mengerikan. Ia memanfaatkan ketakutan manusia akan kematian dan ketidakpastian untuk membangun tatanan dunia baru. Interaksinya dengan Detektif Kyun-hun menciptakan dinamika filosofis. Apakah lebih baik hidup dalam dunia yang penuh dosa namun bebas, atau dunia yang suci namun diatur oleh teror?

Meskipun ini adalah novel, namun narasi yang dibangun Yeon Sang-ho sangat sinematik. Deskripsi tentang kemunculan para eksekutor terasa sangat intens dan mencekam. Ilustrasi (dalam versi komik) atau deskripsi suasana dalam novel memberikan kesan gritty (kelam) dan kotor, mencerminkan moralitas dunia yang sedang runtuh.

The Hellbound Volume 1 berhasil membangun misteri yang kuat. Pembaca tidak diberikan jawaban instan tentang dari mana monster itu berasal atau mengapa mereka memilih korban tertentu. Ketidakjelasan ini justru memperkuat tema utama: bahwa manusia lebih menakutkan daripada monster itu sendiri ketika mereka mulai saling menghakimi.

Yeon Sang-ho menggunakan The Hellbound sebagai kritik tajam terhadap budaya cyber-bullying dan paparan media sosial. Kelompok Arrowhead digambarkan melakukan live-streaming saat mereka menyiksa orang, mengubah penderitaan menjadi tontonan publik atas nama "keadilan."

Novel ini menyoroti betapa mudahnya massa dimanipulasi melalui narasi-narasi yang menyentuh emosi terdalam mereka (rasa takut dan rasa bersalah). Fenomena "demonstrasi" tersebut menjadi alat validasi bagi mereka yang haus akan hukuman bagi orang lain, tanpa pernah berkaca pada dosa mereka sendiri.

The Hellbound Vol. 1 adalah sebuah karya yang mengganggu kenyamanan pembacanya. Ia tidak hanya menawarkan aksi horor supranatural, tetapi juga sebuah eksperimen sosial tentang apa yang terjadi jika konsep "Neraka" menjadi nyata di depan mata manusia modern yang sangat bergantung pada teknologi.

Volume pertama ini diakhiri dengan sebuah twist yang mengguncang fondasi keyakinan yang dibangun oleh The New Truth, meninggalkan pembaca dengan pertanyaan besar tentang hakikat keadilan dan takdir. Ini adalah bacaan wajib bagi mereka yang menyukai cerita thriller psikologis dengan kedalaman filosofis yang kuat.

Identitas Buku

Judul: The Hellbound

Penulis: Yeon Sang-Ho

Penerbit: Dark Horse Manhwa

Tanggal Terbit: 1 Februari 2022

Tebal: 320 Halaman

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak