Belajar Komitmen Terhadap Janji di Novel Bidadari Bermata Bening

Sekar Anindyah Lamase | Oktavia Ningrum
Belajar Komitmen Terhadap Janji di Novel Bidadari Bermata Bening
Bidadari Bermata Bening (Dok.Pribadi/Oktavia)

Meski tak semegah karyanya yang berjudul Bumi Cinta dan Api Tauhid, karya penulis satu ini jelas akan selalu dinanti dan punya keistimewaan tersendiri.

Di novel ini, penulis tengah mengeksplor tema baru dengan mengambil tokoh yang dimulai dari SMA. Kalau biasanya Kang Abik terkenal dengan novelnya yang sarat akan kedewasaan, di sini kita akan disuguhi kisah manis di bangku sekolah juga. 

Novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy telah diadaptasi menjadi serial original Viu yang tayang perdana pada 31 Maret 2023. Diangkat dari novel yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2017 oleh Republika, kisah ini menegaskan kembali ciri khas Kang Abik sebagai penulis novel religi yang kerap disebut sebagai “pembangun jiwa”.

Sinopsis Novel

Cerita berpusat pada Ayna Mardeya, seorang santriwati cerdas, santun, dan berprestasi. Ayna digambarkan bukan hanya cantik secara fisik, tetapi juga indah dalam akhlak.

Prestasinya di bangku SMA, keteguhannya dalam beragama, serta sikapnya yang tegas menjadikannya sosok yang dikagumi banyak orang. Di pesantren, pesona Ayna menarik perhatian Gus Afif, putra pengasuh pesantren yang dikenal sederhana, berilmu, dan disegani para santri.

Hubungan Ayna dan Gus Afif dibangun dalam nuansa cinta yang terjaga. Tidak ada ungkapan berlebihan, melainkan rasa yang dipendam, didiamkan, dan disandarkan pada adab. Namun, selepas lulus SMA dan keluar dari pesantren, hidup Ayna berubah.

Ia tinggal bersama paman dan bibinya, yang justru menjadi awal konflik besar dalam hidupnya. Paras cantik dan kepribadiannya membuat banyak lelaki datang melamar, hingga akhirnya Ayna dipaksa menerima pinangan seorang lelaki kaya yang jauh dari nilai agama.

Ayna mengajukan satu syarat mutlak: calon suaminya harus menghafal satu juz Al-Qur’an. Syarat ini menjadi simbol keteguhan prinsip Ayna. Sayangnya, hingga pernikahan berlangsung, janji itu tak pernah terpenuhi.

Pernikahan yang lahir dari paksaan dan keserakahan manusia menjadi ujian berat bagi Ayna, sementara di sisi lain, Gus Afif yang terlambat menyatakan perasaan memilih pergi berkelana untuk menyembuhkan luka dan menata ulang hidupnya.

Keduanya menjalani takdir masing-masing dalam jarak, kerinduan, dan kesabaran. Ayna tetap berjuang dengan ikhlas, bekerja keras, dan menjaga iman di tengah pernikahan yang tidak ia kehendaki. Gus Afif pun menjalani hidup dengan sederhana, menahan rindu, dan memperbaiki diri. Kisah mereka berjalan perlahan, sarat dengan nilai kesabaran, tawakal, dan keyakinan bahwa takdir Allah tak pernah salah alamat.

Kelebihan dan Kekurangan Novel

Salah satu kekuatan utama Bidadari Bermata Bening terletak pada nuansa pesantren dan muatan lokal yang kental. Kang Abik dengan detail menggambarkan kehidupan santri, relasi kyai dan bu nyai, hingga realitas sosial seperti kemiskinan, TKW, dan praktik korupsi yang dibungkus kekuasaan.

Ayna sebagai santriwati miskin yang merupakan anak seorang TKW, menjadi representasi perempuan kuat yang lembut, taat, namun tidak pasrah pada ketidakadilan.

Meski begitu, novel ini juga memiliki catatan kritis. Alur cerita cenderung mudah ditebak, dengan karakter utama yang hampir selalu digambarkan sangat ideal. Cerdas, saleh, sabar, dan nyaris tanpa cela, sebuah ciri khas karya Kang Abik. Beberapa konflik, terutama drama antara Ayna dan Gus Afif, terasa berlebihan dan di beberapa bagian seolah dipaksakan, sehingga memunculkan kesan “terlalu dramatis”.

Namun, terlepas dari itu, Bidadari Bermata Bening tetap menawarkan pengalaman membaca yang reflektif. Novel ini mengajak pembaca untuk lebih dekat pada nilai-nilai Islam, memperbanyak zikir, dan merenungi makna takdir. Seperti pesan yang kuat terasa di sepanjang cerita: apa yang ditakdirkan untuk kita, tak akan pernah melewati kita, sejauh apa pun jaraknya.

Identitas Buku

  • Judul: Bidadari Bermata Bening
  • Penulis: Habiburrahman El Shirazy
  • Penerbit: Republika
  • Tebal: 337 Halaman
  • Tahun Terbit: 2017
  • Isbn: 978-602-0822-64-8

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak