Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan, Tragedi Sebuah Kecantikan

Lintang Siltya Utami | Fifi Farikhatul Munfaridah
Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan, Tragedi Sebuah Kecantikan
Cover novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan (instagram/sastragpu)

Eka Kurniawan adalah salah satu penulis Indonesia kelahiran 28 November 1975. Alumni Universitas Gadjah Mada ini telah melahirkan lebih dari 12 karya baik non fiksi, novel, maupun kumpulan cerita pendek. Kepiawaian menulis Eka Kurniawan terbukti dengan melejitnya novel pertamanya berjudul Cantik Itu Luka.

Pertama terbit pada 2002, novel Cantik Itu Luka masih eksis hingga sekarang. Pada 2016 lalu, novel Cantik Itu Luka berhasil meraih penghargaan World Readers Award di Hongkong. Bahkan novel ini telah diterjemahkan kedalam 30 bahasa termasuk bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Spanyol, hingga bahasa Perancis.

Bergenre realisme magis, novel Cantik Itu Luka mengandung unsur sejarah, politik, dan magis yang dibalut dengan cerita keluarga. Latar yang diambil adalah masa kolonial hingga masa pra kemerdekaan. Novel ini disajikan dengan penuh keberanian, bahasa yang detail, vulgar, dan penuh bebas. Keberanian Eka Kurniawan dalam mengolah cerita dalam novel Cantik Itu Luka menjadi daya tarik tersendiri.

Memiliki total 505 halaman, novel Cantik Itu Luka mengisahkan seorang perempuan bernama Dewi Ayu yang bangkit dari kubur setelah 21 tahun kematian. Telah hidup sejak masa Hindia-Belanda membuat Dewi Ayu melihat dan menghadapi langsung sejarah kelam bangsa. Dewi Ayu adalah gadis yang terkenal karena kecantikannya. Warisan kecantikan tersebut ia peroleh dari wajah Belanda kedua orangtuanya.

Namun, kecantikan yang Dewi Ayu miliki bukan semata-mata anugerah. Hidup di masa perang, membuat dirinya harus mengorbankan kecantikannya untuk menjadi pemuas nafsu. Tiga dari empat putri yang ia lahirkan pun mewarisi sepenuhnya kecantikan Dewi Ayu, kecuali sang bungsu. Si Cantik adalah anak Dewi Ayu yang terakhir, sesuai doanya, Si Cantik memiliki wajah buruk rupa, berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain. Nasib anak-anak Dewi Ayu pun tak jauh berbeda dari dirinya. 

Meskipun tokoh dalam novel ini tergolong banyak, namun setiap tokohnya dijelaskan secara detail. Mulai dari backstory, hingga nasib akhir tokoh tersebut. Novel Cantik Itu Luka sangat berani mengungkap berbagai kekerasan, perlakuan tidak adil, balas dendam, hingga penghilangan nyawa dengan bahasa yang terperinci. Pembaca seakan dibawa merasakan bagaimana keadaan tokoh tertentu saat mengalami rentetan kejadian tidak mengenakkan. 

Selain itu, kisah romansa juga mewarnai novel Cantik Itu Luka. Romansa yang ditawarkan bukan sekedar perasaan cinta antara dua orang, namun romansa yang justru membawa pada sebuah tragedi. Kisah cinta yang terus menghantui, perasaan yang membuat batas keluarga menjadi semu. 

Tidak hanya dalam segi cerita, kualitas novel Cantik Itu Luka juga dapat dilihat dari desain covernya. Warna dasar merah menjadi simbol sebuah keberanian dengan setiap detail peristiwa dalam cerita. Pembaca pasti memahami detail cover Cantik Itu Luka setelah membaca keseluruhan isi novel.

Kecantikan yang digambarkan dalam novel Cantik Itu Luka bukan hanya sebuah kelebihan, namun juga mampu berbalik sebagai malapetaka bahkan kutukan bagi yang memilikinya. Terutama kecantikan yang dimiliki Dewi Ayu, Alamada, Adinda, Maya Dewi, Nurul Aini (Ai), dan Rengganis Si Cantik yang nyatanya tidak membawa kedamaian. Kecantikan tersebut justru membawa sebuah kutukan keluarga, membuat hidup keluarga Dewi Ayu perlahan-lahan berubah menyedihkan.

Bagi kamu yang menyukai cerita dengan nuansa sejarah dan sentuhan magis, novel Cantik Itu Luka cocok untuk kamu baca. Namun, pastikan kamu telah cukup umur ya, karena novel ini hanya dapat dibaca oleh seseorang yang telah berumur 21 tahun. Tertarik? Yuk masukkan booklistmu!

Identitas Buku

Judul: Cantik Itu Luka
Penulis: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2004
Halaman: 505 halaman
ISBN: 9786020312583
Bahasa: Indonesia

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak