Self Healing adalah buku psikologi ringan bertema self-improvement karya Alvi Ardhi. Buku ini mengajak pembaca untuk menyembuhkan luka masa kecil tanpa harus sibuk menyalahkan pola asuh orangtua. Cara penyampaiannya terasa dekat karena menggunakan bahasa sehari-hari, bukan bahasa akademis yang berat. Walaupun ringan, isi buku ini tetap berbobot karena penulis mencantumkan banyak teori serta referensi ilmiah.
Buku ini dibagi menjadi sepuluh bagian dengan judul berbahasa Inggris. Menariknya, setiap bagian membahas masalah yang sering dialami banyak orang, tetapi sering tidak disadari. Bagian pertama, Feels Like I Have the Worst Parents, membahas pengaruh pola asuh orang tua terhadap sikap seseorang ketika dewasa, terutama dalam hal penerimaan diri. Penulis mengajak pembaca menengok kembali masa lalu, mengingat pola asuh seperti apa yang dulu diterapkan orang tua, lalu perlahan belajar memaafkan dan berdamai. Beberapa jenis pola asuh dijelaskan, beserta catatan bahwa tidak ada rumus mutlak dalam parenting, tetapi tetap bisa dipelajari agar kelak kita mampu menerapkan pola asuh yang lebih baik.
Bagian Feels Like I Don’t Have Any Reason to Live membahas depresi yang tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Penulis menjelaskan bagaimana depresi bisa muncul perlahan, diawali dari emosi yang terus ditahan, dialihkan, atau tidak pernah benar-benar dirasakan. Lama-kelamaan seseorang menjadi mati rasa, lalu muncul sedih tanpa alasan jelas. Kebiasaan berpikir negatif dan menciptakan skenario buruk di kepala juga bisa memperparah kondisi mental.
Feels Like I Don’t Have a Friend, kesepian dibahas dengan cukup mendalam melalui berbagai tipe loneliness yang dijelaskan memakai teori para ahli. Penulis menggambarkan fase ketika seseorang yang awalnya punya banyak teman, lama-lama kehilangan mereka, dan akhirnya kembali pada kesendirian. Pembaca diajak menyadari bahwa tidak ada yang benar-benar bisa menemani seumur hidup, sehingga kesendirian perlu diterima dan dihadapi dengan cara yang sehat.
Feels Like Never Enough menyoroti perasaan insecure yang sering muncul tanpa disadari. Perasaan ini membuat seseorang merasa tidak berguna karena terus membandingkan diri dengan orang lain. Penulis menjelaskan bagaimana insecure bisa membuat seseorang stuck, namun di sisi lain insecure tetap diperlukan dalam kadar tertentu karena bisa menjadi dorongan untuk berkembang, selama tidak berlebihan.
Feels Like I Always Need Someone, penulis membahas ketergantungan emosional. Ada tipe orang yang selalu ingin membuat orang lain nyaman, tetapi lupa bahwa dirinya sendiri juga butuh kenyamanan. Termasuk di sini alasan mengapa orang yang terjebak dalam hubungan toxic sering kesulitan keluar. Penulis menekankan bahwa hubungan sehat harus memiliki keseimbangan, bukan ketergantungan sepihak.
Feels Like I Worry All the Time menjelaskan kecemasan sebagai alarm bahaya yang sebenarnya wajar dimiliki manusia. Namun alarm ini menjadi masalah jika muncul terus-menerus tanpa kontrol. Penulis membahas jenis-jenis kecemasan dan bagaimana membedakan prediksi yang realistis dengan prasangka yang hanya berasal dari ketakutan.
Feels Like I Was Born a Failure, kegagalan tidak seharusnya membuat seseorang merasa dirinya tidak berharga. Penulis mengajak pembaca memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari proses hidup. Ada pelajaran yang bisa diambil dari kegagalan jika seseorang mau melihatnya dari sudut pandang yang lebih luas.
Feels Like I’m Depressed menjelaskan bahwa tidak semua kesedihan berarti depresi. Depresi dijelaskan secara mendalam, dari gejala awal hingga kondisi akut ketika seseorang mati rasa dan merasa sedih tanpa tahu penyebabnya.
Feels Like I Do Is Wrong membahas rasa bersalah. Rasa bersalah yang berlebihan bisa melelahkan, tetapi tidak punya rasa bersalah sama sekali juga tidak sehat. Penulis menjelaskan pentingnya keseimbangan dalam mengelola rasa bersalah, termasuk langkah meminta maaf dan menghadapi situasi ketika maaf tidak diterima. Pola asuh orang tua disebut sebagai salah satu faktor yang membentuk seseorang menjadi pribadi yang selalu merasa bersalah.
Terakhir, bagian Feels Like No One Can Help Me menekankan bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan tidak ada yang bisa menjadi sandaran selamanya. Penulis mengarahkan pembaca untuk memahami bahwa manusia memiliki batas, sehingga perlu memiliki tempat kembali yang lebih kuat. Di bagian akhir ini, pembaca diajak mengenal Tuhan melalui pendekatan Islami yang disampaikan secara halus, tidak menggurui, dan terasa dekat.
Buku ini sangat membantu saya keluar dari beberapa masalah yang sebelumnya bahkan tidak saya sadari. Beberapa teman saya juga merasakan hal yang sama sampai berkata, “Wah, ini saya banget.” Buku ini juga dilengkapi mind mapping di setiap akhir pembahasan dengan coret-coret estetik, sehingga isi buku lebih mudah dipahami.
Ada cukup banyak campuran bahasa Inggris, sehingga kadang perlu membuka Google Translate. Namun secara keseluruhan, buku ini terasa ringan karena cara penulis menjelaskan psikologi seperti obrolan santai di warung kopi, tidak menggurui, dan justru membuat pembaca nyaman.
Identitas Buku
Judul: Self Healing
Penulis: Ardhi Mohammad
Penerbit: Alvi Ardhi Publishing
Tahun Terbit: 2022
ISBN: 978-623-97002-1-8