Dia bisa ke mana pun dia mau, tidak bisa dikurung.
Dia bisa pergi kapan pun dia ingin pergi, tidak ada pintu, tidak ada dinding yang bisa menahannya.
Jangan dibicarakan, jangan dibahas, jangan diganggu.
Maka mereka tidak akan mengganggu kita.
Sesuk.
Kamu akan tahu apa dan kenapa…
Kamu akan tahu siapa dan mengapa…
Semua kejadian…
Semoga itu belum terlambat.
Blurb-nya saja sudah sangat mencekam, seperti kehadiran sosok jailangkung. Sesuk adalah novel karya Tere Liye dengan genre horor, namun sangat “bergizi”. Berbeda dengan novel horor pada umumnya yang sering hanya menonjolkan ketakutan, di sini justru sarat pesan moral, parenting, psikologi anak, dan luka pengasuhan. Ini bukan horor mistis semata, melainkan horor yang dijelaskan melalui kecanggihan teknologi.
POV dan Premis
Yang menarik, POV novel ini adalah aku sebagai Gadis. Seluruh cerita terasa personal karena dituturkan lewat diary Gadis. Pembaca diajak masuk ke batin seorang anak yang tampak kuat, mandiri, dan dewasa sebelum waktunya.
Premisnya sangat sesuai dengan judulnya. Sesuk dalam bahasa Indonesia berarti besok. Akan selalu ada hal baik setelah melewati masa sulit. Akan selalu ada hari esok yang lebih baik jika kita mempercayainya. Akan selalu ada pelangi setelah hujan.
Melalui kisah ini, Tere Liye menegaskan bahwa: luka pengasuhan bisa melahirkan dua kemungkinan—kehancuran atau kedewasaan. Dan pilihan itu ada pada bagaimana seseorang memaknai lukanya.
Hal ini ditegaskan dalam kutipan berikut:
“Aku tahu kamu juga marah, benci pada ayah dan ibumu yang sibuk bekerja. Tapi kamu tidak akan membuat benda-benda mematikan gara-gara itu. Kamu bisa mengubah kebencian itu menjadi energi positif. Maka didiklah Bagus, jadikan dia sepertimu, agar besok lusa dia juga tidak membuat android jahat mematikan. Agar dia menjadi anak dengan pemahaman yang baik seperti kamu.” (hlm. 311)
Kutipan ini menjadi inti dari keseluruhan cerita. Bahwa kemarahan tidak harus berubah menjadi kehancuran. Bahwa kebencian bisa diolah menjadi energi untuk memperbaiki. Bahwa masa depan—sesuk—ditentukan oleh cara kita menyikapi luka hari ini.
Sinopsis
Menceritakan sebuah keluarga kaya raya beranggotakan lima orang: ayah, ibu, Gadis, Bagus, dan Ragil. Mereka pindah ke desa karena sebuah kejadian yang membuat orang tua merasa perlu lebih memperhatikan anak-anaknya.
Ragil pernah jatuh dari lantai dua saat ibunya sibuk melayani followers—maklum, sang ibu adalah aktris sekaligus selebgram dengan jutaan pengikut. Untung saja saat itu ada keranjang cucian pembantu tepat di bawahnya, sehingga Ragil selamat. Sementara ayahnya adalah pekerja profesional yang pergi sebelum anak-anak bangun dan pulang ketika mereka sudah tertidur.
Gadis sangat mandiri, cekatan, dan pandai merawat adik-adiknya meski masih SMP. Di lingkungan baru—rumah Belanda tua yang sudah direnovasi—Gadis mudah bergaul dan mendapatkan teman-teman baik.
Namun keanehan demi keanehan mulai terjadi. Bagus menghilang dan diduga tercebur ke danau. Muncul sosok anak kecil Belanda yang disebut “Hantu Jongen”. Danau tiba-tiba berubah merah. Warga marah karena merasa tempat itu diganggu. Ada keluarga yang meninggal misterius. Ribuan burung walet jatuh. Ternak mati mendadak. Sosok anak kecil mengintip dari balik pohon tua berusia ratusan tahun. Semua kejadian itu dikaitkan dengan kemarahan Hantu Jongen karena rumah Belanda tersebut ditempati kembali.
Sejak Ragil jatuh, sebenarnya orang tuanya sempat berniat bekerja dari rumah, ibunya pun berhenti sejenak dari dunia hiburan. Namun, pada akhirnya mereka kembali pada kesibukan masing-masing.
Setelah Bagus tenggelam, ia sering berteriak-teriak dan meronta, mengatakan bahwa ayah dan ibunya bukan manusia. Banyak yang menganggap ia sakit mental atau kerasukan Hantu Jongen. Orang tuanya lalu membawa Dokter Sesuk, seorang ahli psikologi dengan alat-alat yang sangat canggih.
Ternyata Dokter Sesuk bukan manusia biasa, melainkan android supercanggih ciptaan Bagus di masa depan. Ia prihatin melihat kondisi penciptanya yang perlahan memiliki kecenderungan untuk berbuat jahat.
Terungkap bahwa orang tua Bagus sebenarnya telah digantikan robot android, begitu pula Ragil. Kejadian Ragil jatuh dulu sebenarnya berakhir tragis—kepalanya pecah dan meninggal. Ibunya marah besar, ingin bunuh diri, dan malah menembak ayahnya. Bagus menyaksikan semuanya. Tidak pernah ada keranjang cucian yang menyelamatkan Ragil.
Dunia yang ditinggali Gadis selama ini adalah dunia rekayasa. Sebuah simulasi yang diciptakan Dokter Sesuk untuk memperbaiki masa lalu Bagus. Setelah tragedi itu, Dokter Sesuk membersihkan darah dan mengganti anggota keluarga dengan android yang tak bisa dibedakan dari aslinya. Namun eksperimen itu gagal, karena robot orang tua tetap memiliki pola yang sama: gila kerja, ambisius, dan abai secara emosional.
Hal-hal mistis dijelaskan sebagai bug atau anomali sistem: tabrakan arus listrik, gangguan program, error dimensi. Air waduk yang merah, ternak yang mati, burung yang jatuh ribuan, hingga Bagus yang “menghilang” ke dimensi lain—semuanya adalah kerusakan sistem simulasi.
Dokter Sesuk menyadari bahwa Gadis memiliki luka pengasuhan yang sama dengan Bagus, tetapi dengan respons berbeda. Gadis marah, namun mampu memendam dan mengolahnya. Ia tetap menjadi anak baik, meski sulit. Karena itu, ia diminta untuk mendampingi Bagus agar tidak tumbuh menjadi pribadi yang menyimpang.
Endingnya, waktu di-reset kembali sebelum mereka pindah ke rumah Belanda. Gadis melupakan semuanya. Hanya beberapa halaman diarynya yang hilang—padahal seluruh cerita ini adalah isi diary Gadis. Ending ini terasa sedikit mengecewakan karena penjelasan sci-fi dan reset waktu terasa dipaksakan untuk menutup cerita.
Kelebihan
Novel ini kuat dalam ilmu parenting dan psikologi pengasuhan. Menegaskan bahwa karakter anak di masa depan—sesuk ditentukan oleh pola asuh hari ini. Anak bukan hanya butuh materi, tapi kehadiran dan perhatian. Untuk ukuran horor, isinya sangat mendalam dan reflektif.
Kekurangan
Penjelasan sci-fi dan reset waktu di bagian akhir terasa dipaksakan untuk menutup cerita, meski tetap relevan dengan tema harapan akan “hari esok”.
Identitas Buku
Judul: Sesuk
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Sabak Grip Nusantara
Tanggal Terbit: Agustus 2022
Jumlah Halaman: 327–329 halaman
ISBN: 978-623-99878-8-6
Dimensi: 20 cm
Genre: Fiksi, Horor/Thriller