Ulasan

Shoplifters: Kisah Keluarga yang Dibangun dari Pencurian dan Kasih Sayang

Shoplifters: Kisah Keluarga yang Dibangun dari Pencurian dan Kasih Sayang
Poster film Shoplifters (IMDb)

Film Shoplifters karya Hirokazu Kore-eda adalah salah satu mahakarya sinema Jepang modern yang berhasil menyentuh hati penonton di seluruh dunia. Dirilis pertama kali di Jepang pada 8 Juni 2018, film drama berbobot ini langsung meraih penghargaan tertinggi Palme d’Or di Festival Film Cannes 2018.

Tak hanya itu, Shoplifters juga menjadi wakil Jepang di Academy Awards dan dinominasikan sebagai Best International Feature Film. Dengan durasi 121 menit, film ini mengajak kita merenungkan definisi keluarga, kemiskinan, dan ikatan manusia di tengah masyarakat yang keras.

Kini, pada 18 April 2026, film ini kembali tayang serentak di bioskop Indonesia melalui program KlikFilm Matinee. Kamu bisa menontonnya di lokasi CGV dan Cinépolis di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bekasi, dan lainnya.

Tiket regular 2D dijual mulai Rp40.000. Ini kesempatan langka bagi pencinta film untuk menikmatinya di layar lebar lagi setelah sebelumnya tersedia di platform streaming.

Kehidupan Keluarga Shibata di Pinggiran Tokyo

Salah satu adegan di film Shoplifters (IMDb)
Salah satu adegan di film Shoplifters (IMDb)

Cerita berpusat pada keluarga Shibata yang hidup di pinggiran Tokyo. Osamu (Lily Franky) dan Nobuyo (Sakura Ando) adalah pasangan yang bekerja serabutan. Mereka tinggal bersama nenek Hatsue (Kirin Kiki), putri remaja Aki (Mayu Matsuoka), dan anak laki-laki Shota (Kairi Jo).

Untuk bertahan hidup, mereka melakukan shoplifting atau mencuri kecil-kecilan di supermarket—bukan karena serakah, melainkan karena upah minimum yang tak mencukupi dan sistem sosial yang tak ramah terhadap yang miskin.

Suatu hari, mereka menemukan seorang gadis kecil bernama Yuri (Miyu Sasaki) yang ditinggal sendirian di luar rumah dalam cuaca dingin.

Tanpa pikir panjang, Osamu membawanya pulang dan mengadopsinya menjadi bagian keluarga. Dari sini, film perlahan mengungkap dinamika hubungan mereka yang penuh kasih, tapi juga penuh rahasia dan kebohongan.

Kore-eda, yang juga menulis dan menyunting naskah, dikenal dengan pendekatan humanisnya. Ia tidak menghakimi karakter-karakternya.

Keluarga Shibata bukanlah penjahat biasa; mereka adalah korban kemiskinan struktural di Jepang yang maju secara ekonomi tapi masih meninggalkan banyak orang di belakang.

Film ini mengkritik halus sistem kesejahteraan, norma keluarga tradisional, dan bagaimana media memberitakan kasus pencurian.

Pertanyaan inti yang diajukan Kore-eda: apa yang membuat sebuah keluarga? Apakah ikatan darah, akta kelahiran, atau justru kasih sayang, dukungan, dan kebersamaan sehari-hari? Jawaban film ini lembut tapi tegas—keluarga adalah pilihan, bukan takdir.

Ulasan Film Shoplifters

Salah satu adegan di film Shoplifters (IMDb)
Salah satu adegan di film Shoplifters (IMDb)

Akting para pemeran utama luar biasa. Lily Franky sebagai Osamu membawa nuansa ayah yang santai tapi penuh tanggung jawab dengan sangat natural.

Sakura Ando sebagai Nobuyo mencuri perhatian lewat ekspresi wajahnya yang kuat; ia adalah ibu pengganti yang tegar sekaligus rapuh. Kirin Kiki memberikan kedalaman emosional sebagai nenek yang menyimpan rahasia besar.

Miyu Sasaki sebagai Yuri kecil begitu menggugah—matanya yang polos mampu menyampaikan kesedihan tanpa banyak dialog. Kore-eda membiarkan aktor-aktornya bermain dengan improvisasi, sehingga dialog terasa seperti percakapan sehari-hari.

Sinematografi oleh Ryuto Kondo sederhana: ruang sempit rumah keluarga itu terasa hangat, sementara adegan di luar rumah menunjukkan kontras dinginnya kota Tokyo.

Gaya penyutradaraan Kore-eda mirip dengan film-filmnya yang lain seperti Nobody Knows (2004) atau Still Walking (2008), tapi Shoplifters lebih tajam dalam kritik sosial. Ia tak menggunakan musik dramatis berlebihan.

Soundtrack minimalis dan suara ambient sehari-hari justru memperkuat realisme. Adegan-adegan sepele seperti makan malam bersama atau bermain di pantai menjadi momen paling mengharukan sih, menurutku.

Tanpa spoiler, klimaks film ini bukan ledakan aksi, melainkan ledakan emosi yang pelan tapi menghancurkan. Kalau boleh jujur sih, kamu bakal merasa campur aduk: antara kasihan, marah, dan akhirnya ikut merenung tentang keluarga sendiri.

Secara teknis, film ini sempurna. Editing Kore-eda yang presisi membuat alur mengalir lambat tapi tak pernah membosankan. Tema kemiskinan dan keluarga non-konvensional relevan bukan hanya di Jepang, tapi juga di Indonesia yang masih bergulat dengan isu serupa.

Banyak penonton Indonesia pasti bisa relate dengan perjuangan bertahan hidup di tengah kota besar yang mahal. Resepsi global sangat positif; rating IMDb 7.9 dan Rotten Tomatoes 99% membuktikan kualitasnya.

Di Indonesia, film ini sempat tayang terbatas pasca-Cannes dan kemudian masuk platform streaming KlikFilm. Kembalinya ke bioskop adalah hadiah bagi penggemar sinema yang ingin merasakan pengalaman kolektif menonton di layar lebar.

Mengapa harus ditonton ulang di bioskop? Karena Shoplifters adalah film yang semakin kuat setiap kali ditonton. Detail kecil yang terlewat pertama kali akan terasa lebih dalam di tontonan kedua.

Di era film blockbuster penuh efek visual, Shoplifters mengingatkan kita bahwa kekuatan sinema terletak pada cerita manusiawi yang sederhana.

Kore-eda membuktikan bahwa keluarga tak harus sempurna untuk mencintai. Ia juga mengajak kita mempertanyakan moralitas: apakah mencuri untuk makan lebih buruk daripada sistem yang membiarkan orang kelaparan?

Buat kamu yang ada di kota lain, film ini tayang mulai tanggal 18 April 2026 di bioskop CGV atau Cinépolis terdekat mulai pukul 10.30 WIB. Segera cek aplikasi atau situs bioskop favorit untuk tiket, karena penayangan terbatas. Jangan lewatkan kesempatan ini.

Shoplifters bukan sekadar film tentang pencuri; ia adalah cermin lembut tentang kemanusiaan kita. Dengan 121 menit yang penuh emosi, film ini layak mendapat tempat di hati siapa pun yang percaya bahwa keluarga adalah rumah, bukan sekadar alamat.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda