Ulasan
Tayang 2 Episode Perdana, Gold Land Sudah Membuat Penonton Ikut Tegang
Setelah tampil sebagai anak kembar dengan dua karakter berbeda, Park Bo-young kembali mencuri perhatian pencinta drama Korea dengan penampilan terbarunya di drama thriller. Kali ini ia beradu akting dengan Lee Hyun-wook, Lee Kwang-soo, hingga Kim Hee-won.
Sebagai salah satu penggemar aktris berwajah imut tersebut, tentu saja saya langsung tertarik menyaksikan aktingnya di drama ini. Apalagi saat melihat premisnya yang juga tak kalah menarik.
Drama Gold Land bercerita tentang Kim Hee-joo yang bekerja sebagai petugas pemeriksaan di bandara internasional. Hidupnya yang tenang dan cenderung datar berubah drastis ketika ia menemukan sebuah peti berisi emas batangan bernilai miliaran won.
Sejak awal, drama ini sudah menampilkan alur yang menegangkan sekaligus mendebarkan. Di episode pertama, adegan pembukanya langsung pada saat Park Bo-young menaiki mobil van, di situ ia menerima telepon yang memintanya mengembalikan van tersebut.
Suasana tegang semakin terasa karena saat melakukan adegan tersebut, kita bisa mendengar napas Bo-young yang terengah-engah. Ditambah lagi dengan ekspresinya yang panik, ketakutan, tegang, semua campur aduk menjadi satu.
Kemudian di episode pertama kita juga dikenalkan dengan karakter Hee-joo yang ternyata memiliki masa lalu yang cukup kelam. Label “anak pembawa sial” yang diberikan sang ibu melekat kuat hingga membuatnya percaya bahwa dialah penyebab segala kesialan yang menimpa ibunya.
Rasa kesepian juga kasih sayang yang tak pernah ia dapatkan dengan cukup membawa Hee-joo pergi meninggalkan keluarganya. Saat berada di perantauan itulah, ia bertemu dengan Lee Do-kyeong yang kemudian menjadi kekasihnya.
Sejujurnya sampai dua episode ini, saya merasa cukup kesal dengan karakter Do-kyeong karena dialah yang menjadi penyebab awal kekacauan perebutan peti itu terjadi. Dia juga yang melibatkan Hee-joo ke dalam semua konflik tersebut.
Sampai sini, memang belum ada adegan aksi yang terlalu intens, tetapi itu tak membuat ketegangan berkurang. Terutama ketika salah satu anak buah pemilik van itu menemukan Hee-joo di dalam mobil dan selanjutnya mereka terlibat kejar-kejaran hingga Lee Kwang-soo naik ke atas van.
Tidak hanya dibuat tegang dan deg-degan, dua episode pertama ini juga sudah melahirkan banyak pertanyaan yang membuat saya makin tak sabar menunggu penayangan episode selanjutnya. Di antara pertanyaan yang terasa cukup mengganggu adalah siapa “bos” yang disebut sebagai pemilik peti tersebut?
Di dua episode ini, yang diperlihatkan hanya Park Ho-cheol sebagai seseorang cukup berpengaruh di kelompoknya. Namun, ada adegan yang memberikan petunjuk bahwa masih ada “bos” yang lebih berkuasa.
Kemudian apa sebenarnya hubungan antara kelompok gelap itu dengan salah satu petugas polisi dan siapa di pihak pemerintah yang melindungi mereka hingga memiliki pengaruh sekuat itu?
Pertanyaan lainnya muncul di akhir episode dua. Bagaimana nasib Hee-joo setelah keberadaan emas itu diketahui oleh orang lain, selain dirinya dan Do-kyeong? Apakah dia akan bekerja sama dengan orang tersebut dan menyembunyikan emasnya atau dilaporkan ke geng Ho-cheol dan emas itu direbut? Semua kemungkinan itu membuat saya semakin tidak sabar menantikan episode berikutnya.
Melihat banyaknya kemungkinan yang bisa terjadi, saya merasa Gold Land berpotensi menjadi salah satu drama thriller yang cukup sulit ditebak alurnya. Dua episode awalnya saja sudah berhasil membuat saya ikut panik, tegang, sekaligus penasaran.
Menariknya, drama ini sepertinya tidak hanya menawarkan ketegangan soal perebutan emas semata, tetapi juga akan memperlihatkan sisi gelap manusia saat dihadapkan pada keserakahan, pengkhianatan, dan kepentingan pribadi. Belum lagi luka masa kecil yang dimiliki Hee-joo tampaknya akan menjadi salah satu titik penting yang memengaruhi pilihan-pilihannya ke depan.
Buat Sobat Yoursay yang suka drama thriller dengan ketegangan intens, menurut saya Gold Land wajib masuk daftar tontonan. Namun, perlu diingat, drama ini bukan hanya bikin deg-degan, melainkan juga bikin penasaran setengah mati. Jadi, kalau tidak suka menunggu, mungkin lebih aman menontonnya setelah tamat 10 episode.