Ulasan
Our Generation: Setting Lokasi Cakep dan Nuansa Psikologis Menggigit Abis!
Sehabis menonton cuplikan drama Persuit of Jade di youtube, aku cukup terpaku pada Zhang Ling He dan sorot matanya yang dalam. Eh, sewaktu browsing judul-judul drama yang dia mainkan, aku jadi kepincut pada Our Generation.
Melansir Mydramalist, Our Generation adalah drama yang diadaptasi dari novel berjudul Ying Tao Hu Po karya Yun Zhu, yang mengusung genre friendship, romansa, dan youth dengan rating 13+.
Drama ini resmi rilis di jaringan Youku sejak 14 Juli 2025 - 26 Juli 2025 dengan total 24 episode dibawah arahan sutradara Zhang Kai Zhou. Bila kamu adalah penikmat plot kekuatan friendship, barangkali drama ini bolehlah masuk dalam list.
Friendship Murni Tapi Terhalang Selera Orang Tua
Our Generation mengisahkan gadis kecil bernama Lin Qi Le (Zhao Jin Mai) alias Cherry, yang tinggal di pedesaan dekat area perbukitan bersama keluarga dan kawan-kawannya yakni: Yu Qiao (Wu Sheng), Qin Ye Yun (Shen Jia Yu), Du Shang (Ma Qi Yue), dan Chai Fang Yuan (Jeremy Zuo).
Tipe pertemanan ala bocah pedesaan, sampai mereka bertemu dengan Jiang Qiao Xi (Zhang Ling He) yang pindah bersama sang ayah. Bocah satu ini pendiam betul, tanpa ekspresi, dan bener-bener tertutup. Dia jarang bersosialisasi karena hubungan kedua orang tuanya retak, dan dia hanya dipandang sebagai pengganti sang kakak semata oleh ibunya.
Namun, keceriaannya perlahan bangkit saat dia bergabung ke dalam sirkel Cherry dan lainnya. Hingga suatu hari menjelang musim dingin, Qiao Xi dijemput oleh sang ibu untuk meneruskan pendidikan di kota, yang sekaligus menjadi perpisahan dengan para sahabatnya.
Di bangku SMP, Qi Le yang berganti nama menjadi Lin Ying Tao pun memperoleh kesempatan meneruskan studi ke SMP experimental terbaik di kota provinsi, guna menyusul keempat temannya yang lebih dahulu dissna. Namun siapa sangka, dia bertemu kembali dengan Qiao Xi yang jauh berbeda dari yang dia kenal. Berangkat dari sanalah, Ying Tao belajar akan kerasnya kehidupan, makna persahabatan mutlak, semangat hiduo, sampai pada batu-batu halangan. Akankah Qiao Xi dan Ying Tao berhasil menemukan jalan keluar bersama?
Drama yang Totalitas Memilih Setting Lokasi
Alasanku menonton drama ini ada dua. Pertama, karena ekspresi mata Zhang Ling He nggak pernah gagal di tiap drama. Kedua, karena dramanya berani mengeksplorasi setting lokasi.
Dari episode pertama saja, penonton diajak berwisata virtual dengan suguhan pemandangan pedesaan dan perbukitan tempat Cherry tinggal. Termasuk kemunculan jalan setapak, tanaman-tanaman perdu, sampai lanskap tatanan pemukiman yang khas pedesaan China, yang mirip dengan konten-konten youtube Liziqi.
Pun setting lokasi sekolahan yang betul-betul bersih, disiplin, dan masih menerapkan lingkungan hijau. Aku juga terpukau dengan sajian fasilitas umum yang ramah pelajar, mudah diakses, dan tentunya bersih rapi ya. Beneran memanjakan mata dan bikin penonton berandai-andai.
Zhang Ling He Mode Introvert, Keren Juga!
Kalau di Persuit of Jade Zhang Ling He berlakon jenderal perang yang garang nan maskulin abis, disini dia berperan sebagai pemuda yang terkekang. Iya, Qiao Xi dikekang ibunya, bahkan cuma dianggap sebagai pengganti kakaknya semata.
Aku betul-betul hanyut pada aktingnya yang totalitas, termasuk pada sorot mata yang sendu nan dalam, sampai garis senyum yang berbeda antara sedih, pasrah, atau betulan bahagia. Kemudian Zhao Jin Mai juga sukses mengimbangi dominasi kesenduan Ling He, dengan kedua matanya yang lebar dan senantiasa berbinar penuh harap. Melihat mereka beradu akting, beneran membawa vibes yang nyentuh keluar layar. Alih-alih bosan, aku justru mendapati kalau chemistry mereka kuat nan rekar banget.
Sinematografinya pun niat banget sih kataku. Pengambilan gambarnya bukan tipe kejar tayang, tapi di-take pelan nan pasti. Sehingga episode per episode yang disajikan terkesan tulus, dengan lighting yang masuk logika, dan setting lokasi yang nggak itu-itu terus. Jadi, penonton nggak cuma ditarik lewat visual Ling He semata, melainkan kekuatan world building dan eksplanasi yang logis.
Keberanian Cherry Mengejar Qiao Xi Bukanlah Hal yang Wajib Ditiru
Sepanjang plot drama, aku menyukai genre friendship yang kuat begini. Buatku, Cherry adalah manifestasi cewek tangguh, berani, dan cerdas dengan penuh empati. Sosoknya memiliki daya tarik, yang membuat cowok paling tertutup macam Qiao Xi pun berhasil diketuk pintu hatinya.
Namun, dalam real life ini bisa berbahaya.
Dalam sosial masyarakat, masih ada stigma buruk mengenai cewek yang mengejar cowok, karena dianggap kurang menghargai diri cewek itu sendiri. Lagipula, kehidupan remaja sudah tentu dibarengi dengan masa berbunga-bunga, dan mulai timbul ketertarikan terhadap lawan jenisnya. Meski begitu, bukankah seharusnya kita tetap fokus pada studi dan pendidikan alih-alih yang dikata memperjuangkan cinta itu?
Apalagi sudah mendapatkan warning dari orang tua, dan usia yang terlalu belia untuk dunia percintaan. Aku tahu bahwa Our Generation berusaha menyuguhkan romansa cinta sejati yang berangkat dari persahabatan. Namun, agaknya esensi pendidikan jadi sedikit terabaikan dengan kehadiran masa berbunga-bunga begini.
Memiliki crush alias seseorang yang disukai di sekolah memang berhasil sebagai mood booster. Tapi, hal ini juga bisa menimbulkan sakit hati kronis saat si crush bersama yang lain. Mengingat kondisi mental remaja masihlah labil.
Nuansa Psikologis yang Lebih Menggigit
Terlepas dari konsep friendship dan romansa manisnya, aku turut menyoroti nuansa psikologis yang menggigit dari drama ini. Sudah pasti mengenai Qiao Xi sendiri, dengan background anak broken home yang hidup dalam kekangan ibunya.
Oke, ini bukanlah hal sepele. Karena kebebasan berekspresi sampai kebebasan bersosialisasinya dirampas begitu saja. Menjadikan sosok anak tersebut kehilangan jati diri, dan hidup bak cangkang kosong semata. Alih-alih menyebalkan, ini adalah kekuatan psikologis kejam di kehidupan nyata.
Drama ini memang memiliki rating 13+ karena konfliknya diselesaikan dengan cepat. Namun, kalau boleh beropini, drama ini pasti bakal menuai pro dan kontra, hingga perbedaan sudut pandang dari berbagai usia. Makanya kusarankan, drama ini sebaiknya ditonton untuk usia 15 tahun ke atas, walau aku yakin ada banyak individu muda yang memiliki kemampuan logis dewasa.
After all, menilik dari pemilihan setting lokasi yang full niat, sampai akting Zhang Ling He dan Zhao Jin Mai yang saling melengkapi, aku memberikan nilai 8/10 untuk Our Generation.
Identitas Drama
Judul: Our Generation
Adaptasi: novel Ying Tao Hu Po karya Yun Zhu
Sutradara: Zhang Kai Zhou
Genre: friendship, romansa, youth
Rilis: 14 Juli 2025 - 26 Juli 2025
Jaringan: Youku
Negara Asal: China
Bahasa: Mandarin
Jumlah Episode: 24