Ulasan
Awalnya Ragu, Drama Can This Love Be Translated? Ternyata Sebagus Itu
Bisakah seseorang menerjemahkan perasaan yang bahkan sulit dipahami oleh dirinya sendiri?
Mungkin, pertanyaan itu juga yang perlahan coba dijawab oleh Joo Ho-jin di drama Can This Love Be Translated?
Sejujurnya, ini bukan drama Korea yang ingin saya tonton sejak awal. Bahkan cenderung kurang tertarik karena saya lebih suka drama bertema gelap daripada percintaan. Namun, setiap kali saya scrolling di media sosial, potongan adegan drama ini selalu muncul. Banyak orang mengatakan Can This Love Be Translated? adalah drama yang bagus. Itu akhirnya membuat saya bertanya-tanya: benarkah sebagus itu?
Dan setelah selesai menonton sampai episode terakhir, ya, saya sepakat. Can This Love Be Translated? memang drama yang menyenangkan untuk diikuti.
Sinopsis Can This Love Be Translated?
Drama ini menceritakan tentang Joo Hoo-jin (Kim Seon-ho), seorang penerjemah multibahasa yang secara tak sengaja bertemu dengan Cha Mu-hee (Go Youn-jung) di sebuah kedai ramen kecil di Jepang. Saat itu, Mu-hee sedang mencari pria yang meninggalkannya tanpa kabar dan kesulitan berkomunikasi karena perbedaan bahasa. Meski awalnya enggan membantu, Hoo-jin akhirnya menjadi penerjemah bagi Mu-hee dan perlahan mulai memahami sisi rapuh perempuan tersebut.
Setelah pertemuan singkat itu, keduanya kembali menjalani hidup masing-masing. Mu-hee kembali ke Korea dan melanjutkan pekerjaannya sebagai aktris. Namun, hidupnya berubah setelah mengalami kecelakaan saat syuting hingga koma selama enam bulan.
Setelah sadar, Mu-hee mendadak viral karena aktingnya. Tetapi di saat yang sama, ia juga mulai dihantui alter ego karakter zombie yang ia perankan, Do Ra-mi. Sosok tersebut perlahan mencerminkan luka batin dan kekacauan emosional yang selama ini ia sembunyikan.
Ulasan Can This Love Be Translated?
Hal yang paling saya sukai dari drama ini adalah visualnya. Mulai dari visual pemain hingga latar tempatnya, semua terasa begitu menyegarkan mata. Kim Seon-ho tampil sebagai penerjemah tampan dengan senyum memikat. Karakternya digambarkan sebagai laki-laki green flag yang bikin penonton meleleh, termasuk saya. Sepanjang menonton, saya dibuat senyum-senyum sendiri.
Sementara itu Go Youn-jung di sini melakoni peran sebagai aktris cantik dengan kehidupan yang cukup rumit. Keduanya menampilkan akting dan chemistry yang sangat memuaskan di mata saya.
Kemudian dari sisi sinematografi, saya merasa sangat dimanjakan. Pengambilan adegan di berbagai negara, seperti Korea, Kanada, Italia, Jepang membuat saya merasa seolah sedang diajak keliling dunia melalui drama ini. Setiap scene berhasil diambil dengan perhitungan yang matang dan tepat.
Yang membuat drama ini semakin menarik adalah Can This Love Be Translated? tidak sekadar mengangkat kisah cinta yang hangat, tetapi juga mengangkat isu kesehatan mental dari tokoh Cha Mu-hee yang diperankan oleh Go Youn-jung. Karakternya yang memiliki ketakutan dan kecemasan akibat trauma masa kecil yang belum terselesaikan sangat terasa nyata.
Ada beberapa adegan yang terasa begitu memorable menurut saya. Pertama, ketika Kim Young-hwan mengatakan bahwa setiap orang memiliki bahasa masing-masing untuk menyampaikan sesuatu. Saya setuju dengan pernyataan itu. Karena di dunia ini, meskipun menggunakan bahasa yang sama, manusia belum tentu benar-benar saling memahami. Tapi di sini kita juga diingatkan bahwa hal itu bisa dipelajari. Sebagaimana Ho-jin yang berusaha memahami bahasa cinta dari Cha Mu-hee.
Adegan lainnya adalah ketika Ho-jin mengatakan dia berada di pihak Mu-hee. Di bagian ini, seolah saya ikut merasakan ketenangan yang dirasakan oleh Cha Mu-hee saat mengetahui ada seseorang yang berada di pihaknya. Seseorang yang bisa membuat kita percaya bahwa keberadaan kita tidak sia-sia.
Bukan hanya kisah pemeran utama yang menarik, di sini saya juga cukup menyukai chemistry antara Choi Woo-sung dan Lee E-dam. Mereka berhasil menampilkan kisah cinta yang manis dan lebih menghidupkan alur drama.
Di beberapa episode awal, sejujurnya saya merasa ritmenya terasa cukup lambat karena drama lebih banyak membangun emosi dan hubungan antar karakter dibanding langsung masuk ke konflik besar. Tapi hal ini mungkin memang menjadi cara penulis menyampaikan bahwa kisah cinta antara Ho-jin dan Mu-hee yang tidak instan dan terjadi tiba-tiba. Mereka harus melalui banyak hal, bahkan melawan alter ego Mu-hee sendiri yang terus muncul karena trauma masa lalunya.
Menonton Can This Love Be Translated? membuat saya menyadari bahwa memahami seseorang ternyata tidak sesederhana mendengar apa yang mereka ucapkan.
Ada orang yang terlihat baik-baik saja, padahal sebenarnya sedang berusaha keras melawan pikirannya sendiri. Ada juga yang kesulitan mengungkapkan rasa takut, sedih, atau kecewa, bukan karena mereka tidak ingin dimengerti, tetapi karena mereka sendiri tidak tahu bagaimana cara menjelaskan semuanya.
Dan mungkin, itulah alasan mengapa drama ini terasa begitu hangat. Can This Love Be Translated? bukan hanya berbicara tentang bahasa antarnegara atau pekerjaan penerjemah dan aktris. Drama ini lebih banyak berbicara tentang bagaimana manusia mencoba memahami satu sama lain—meski sama-sama membawa luka, trauma, dan cara mencintai yang berbeda.
Ho-jin tidak selalu punya jawaban untuk semua hal yang dirasakan Mu-hee. Tetapi ia memilih tetap tinggal, mendengarkan, dan berusaha memahami. Dan menurut saya, itu adalah bentuk cinta yang paling menenangkan.
Melalui drama ini, saya seperti diingatkan bahwa terkadang yang paling dibutuhkan seseorang bukanlah solusi atau nasihat panjang, melainkan seseorang yang bersedia berada di pihak kita saat dunia terasa terlalu melelahkan.
Can This Love Be Translated? mungkin memang dibungkus sebagai drama romansa yang ringan dan manis. Namun, di balik visual indah dan chemistry hangat para pemainnya, drama ini diam-diam menyampaikan sesuatu yang lebih dalam: bahwa dicintai adalah tentang dipahami, bahkan saat kita sendiri masih kesulitan memahami diri kita sendiri.
Jika Sobat Yoursay menyukai drama romansa dengan visual memanjakan mata, chemistry yang hangat, dan kisah yang menyentuh sisi emosional penonton, Can This Love Be Translated? layak masuk watchlist kalian.