Ulasan

Menghilangkan Penat dan Stress dengan Berwisata Alam di Pancar Wonotirto

Menghilangkan Penat dan Stress dengan Berwisata Alam di Pancar Wonotirto
Tempat Wisata Pancar Wonotirto (Doc. Pribadi/Tika Maya)

Saat keinginan healing muncul, ada satu rekomendasi tempat wisata dari seorang kawan sekolah yang ternyata berdomisili di sekitar sana. Tempat wisata itu berjuluk Pancar Wonotirto, suatu eksekusi wisata dan rekreasi berbasis alam dengan memanfaatkan aliran sungai.

Wisata Alam yang Membangkitkan Nostalgia Jaman Bocah

Pancar Wonotirto memanglah mengadaptasi model wisata alam dan menawarkan keasrian pedesaan di mana sungai mengalir jernih dengan batu-batuan kali, rumpun bambu yang teduh, serta cahaya matahari yang menerobos kisi-kisi dedaunannya. Selain itu, terdapat beberapa jembatan kayu bernuansa jadul yang dihias sedemikian dengan ornamen sulur-sulur tanaman, yang bisa juga menjadi spot foto Instagramable.

Di sisi lain, lokasi ini juga ditumbuhi pepohonan rindang seperti waru, mahoni, rumpun tanaman pisang, dan tanaman hias lengkap dengan fasilitas hiburan seperti ayunan, dan kursi-kursi panjang yang ciamik. Pun ada kolam besar yang dipenuhi ikan koi, dimana pengunjung dapat memberi makan ikan guna menghilangkan stress.

Situasi dan kondisi yang teduh inilah, yang membuat Pancar Wonotirto berhasil menghidupkan nostalgia jaman kecil. Di mana aku sering main ke kali untuk mencari ikan, cuyu, atau sekadar bermain basah-basahan. Hari ini pun, aku mendapati ikan wader kecil saat keceh (bermain air) di sungainya.

Bisa Nyebur Main Air, Bisa Juga Karaoke

Pancar Wonotirto sendiri dikelola oleh badan desa sebagai desa wisata, dan sangat ramah bagi kantong pengunjung. Bila lewat jalan masuk selatan (masuk gang di depan minimarket), maka bakal dikenakan tarif parkir Rp 1.000 untuk sepeda dan Rp 2.000 untuk sepeda motor.

Nah, kalau lewat jalan masuk utara (masuk gang di selatan pasar Wonokasian), maka tidak ada tarif parkir. Namun, disediakan kotak masuk yang bisa diisi uang seikhlasnya. Umumnya, kendaraan besar seperti roda empat, atau kereta kelinci lebih sering lewat sini karena ketersediaan lokasi parkir yang luas.

Selain menyajikan pemandangan jernihnya sungai dan rimbun pepohonan yang sejuk, Pancar Wonotirto juga memiliki banyak stand penjual makanan berharga murah meriah. Terdapat makanan jadul seperti: krupuk pecel, tape ketan, cenil lopis, es garbis, hingga es tape. Ada juga makanan lain seperti: mie instan seduh, mie ayam, dan bakso yang dijamin nggak bikin kantong jebol. Nah, kalau menikmati pemandangan sambil jajan masih dirasa kurang menantang, kawan-kawan sekalian bisa menjajal karaoke-nya, lho!

Pancar Wonotirto juga menyediakan fasilitas umum seperti toilet di beberapa titik, dan musholla. Jadi, pengunjung merasa terbantu sekali.

Masih Memerlukan Upgrade

Kendati lokasinya sudah ciamik dan selalu ramai pengunjung, tetapi Pancar Wonotirto masih perlu melakukan upgrade lagi. Terutama pada titik dalam tepat di bawah terjunan air dari timur. Walau kini sudah diberi batas berupa garis dari rangkaian galon, tetapi posisinya masih membahayakan. Jadi, selain menambahkan pengamanan, juga diperlukan tim darurat dan pengawasan penuh.

Kemudian untuk spot-spot foto sepertinya memerlukan pembaharuan mengingat warnanya yang sudah mulai usang. Sebagaimana jembatan warna-warni, atau penambahan tanaman hias lain supaya kembali menyala. Pun pada titik spot foto kupu-kupu dari botol mineral bekas di utara sungai, sepertinya perlu inovasi warna agar terlihat makin kece. Mungkin bisa ditambah dengan ornamen-ornamen lain, atau pengecatan ulang.

Tempat Wisata yang Cocok Buat Ngadem

Kedalaman sungai yang sebatas mata kaki sangat cocok untuk area bermain anak-anak. Tentunya tetap harus dalam pengawasan orang tua, ya. Kemudian, ada beberapa titik dalam dan arus yang tidak terlalu deras, yang bisa dinikmati usia dewasa, atau para Bolang (Bocah Petualang).

Dengan biaya masuk gratis (hanya bayar parkir), menurutku Pancar Wonotirto sangat worth it sebagai tempat healing dan ngadem. Selain menikmati kesejukan dari rimbun rumpun bambu, kita bisa bermain air atau duduk-duduk sambil mengamati anak-anak kecil bermain. Area wisatanya yang luas, membuat kita merasa lega dari segala hiruk pikuk aktivitas harian.

Bersenjatakan Google Map, Pancar Wonotirto terletak di Dusun Wonokasihan, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, dan berjarak sekitar 10-15 menit dari monumen Simpang Lima Gumul, dan berjarak 20 menitan dari Kampung Inggris Pare. Lokasi ini buka setiap hari mulai pukul 7.30 - 16.00 dan bakal ramai di hari libur.

Kalau kawan-kawan mencari sensasi alam yang lebih kental, kusarankan lewat jalur utara saja. Yakni melintasi pasar Wonokasian ke barat, kemudian bangunan TK, dan jalanan aspal desa yang diapit lahan persawahan. Area parkir di sini juga lebih luas, dengan pohon-pohon rimbun yang tetap bisa dijadikan tempat ngadem. 

Mengingat sejarah berdirinya yang merupakan sinergi kerjasama masyarakat dan perangkat desa sejak 2018, Pancar Wonotirto patutlah mendapat nilai 8/10. Selain menawarkan sensasi healing yang bikin nostalgia, tempat wisata ini juga mendongkrak ekonomi warga sekitar sebagai pelaku usaha.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda