Ulasan

Ketika Iblis Iri: Pelajaran Berharga dari Rahasia Semesta Sebelum Dunia

Ketika Iblis Iri: Pelajaran Berharga dari Rahasia Semesta Sebelum Dunia
Rahasia Semesta Sebelum Dunia (Dok.Pribadi/Oktavia)

Banyak orang membeli buku karena judulnya menarik. Sebagian lagi karena sampulnya memikat. Namun, tidak semua buku yang memiliki sampul cantik mampu menawarkan isi yang seindah tampilannya. Beruntung, Rahasia Semesta Sebelum Dunia karya Hakim Tirmidzi termasuk pengecualian.

Buku terbitan Turos Pustaka setebal 368 halaman ini tidak hanya memanjakan mata melalui desain sampulnya, tetapi juga menyuguhkan gagasan-gagasan yang mampu mengubah cara pandang pembacanya terhadap kehidupan.

Di tengah rutinitas yang semakin melelahkan, generasi muda sering kali dihantui berbagai pertanyaan mendasar. Mengapa manusia dilahirkan, apa tujuan hidup, mengapa sebagian orang tampak lebih bahagia dibanding yang lain, atau mengapa kehidupan terasa begitu sulit.

Isi Buku

Di era media sosial dan algoritma saat ini, pertanyaan-pertanyaan tersebut justru semakin sulit dijawab. Kita dibanjiri informasi setiap hari, tetapi sering kehilangan kesempatan untuk merenungkan makna hidup itu sendiri.

Di sinilah buku Rahasia Semesta Sebelum Dunia menawarkan sesuatu yang berbeda. Alih-alih membahas persoalan agama secara normatif dan kaku, Hakim Tirmidzi mengajak pembaca menyelami berbagai misteri kehidupan melalui sudut pandang yang tidak biasa. Banyak topik yang sebenarnya akrab di telinga umat Islam, tetapi dibahas dengan pendekatan yang segar dan sering kali mengejutkan.

Salah satu bagian paling menarik dalam buku ini adalah pembahasan tentang perjanjian primordial antara manusia dan Allah sebelum manusia dilahirkan ke dunia. Hakim Tirmidzi mengangkat firman Allah dalam Surah Al-A'raf ayat 172 yang menceritakan bagaimana seluruh keturunan Nabi Adam pernah bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan mereka. Peristiwa ini dikenal sebagai mitsaq atau perjanjian ruhani yang terjadi sebelum kehidupan dunia dimulai.

Melalui penjelasan tersebut, pembaca diajak memahami bahwa kehidupan manusia bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Sebelum lahir, manusia telah memiliki hubungan khusus dengan Tuhannya.

Perspektif ini menghadirkan pandangan yang menenangkan sekaligus menguatkan. Ketika banyak anak muda merasa hidupnya tidak berarti atau kehilangan arah, kisah ini justru mengingatkan bahwa keberadaan manusia memiliki tujuan dan nilai yang sangat istimewa.

Kelebihan dan Kekurangan

Yang membuat buku ini menarik bukan hanya isi pembahasannya, melainkan cara Hakim Tirmidzi menjelaskan berbagai misteri agama. Ia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin pernah terlintas dalam pikiran pembaca tetapi jarang dibahas secara mendalam.

Misalnya, apakah benar ada tempat-tempat tertentu yang dihuni setan? Mengapa nama Iblis, Ibrahim, dan Fir'aun memiliki makna tertentu? Benarkah Adam diciptakan dari tanah, malaikat dari cahaya, dan Iblis dari api? Apakah huruf-huruf muqatha'ah seperti alif lâm mîm sekadar bunyi tanpa arti? Bahkan pertanyaan tentang kehidupan surga juga dibahas dengan rinci.

Keunggulan lain buku ini terletak pada sudut pandangnya terhadap kisah Adam dan Iblis. Jika kebanyakan pembahasan menyoroti kelemahan manusia yang mudah tergoda, Hakim Tirmidzi justru melihatnya dari perspektif berbeda.

Ia menggambarkan bahwa manusia adalah makhluk yang begitu istimewa hingga membuat Iblis iri. Perspektif ini terasa relevan bagi generasi muda yang sering terjebak dalam perasaan rendah diri dan tidak percaya pada potensi dirinya.

Menurut penjelasan dalam buku ini, kebencian Iblis bukan lahir karena manusia lemah, melainkan karena manusia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki makhluk lain. Pandangan tersebut menghadirkan optimisme bahwa manusia sejatinya diciptakan dengan potensi besar untuk mencapai kebaikan.

Rekomendasi Pembaca

Meski mengangkat tema-tema metafisik yang cukup berat, bahasa yang digunakan dalam terjemahan buku ini relatif mudah dipahami. Pembaca tidak harus memiliki latar belakang pendidikan agama yang mendalam untuk mengikuti alur pemikirannya.

Justru banyak bagian yang terasa dekat dengan problem kehidupan modern, seperti kecemasan, depresi, rasa tidak puas terhadap diri sendiri, hingga kecenderungan membandingkan hidup dengan orang lain melalui media sosial.

Buku ini merupakan ajakan untuk memahami kembali siapa diri kita, mengapa kita ada di dunia, dan bagaimana memandang kehidupan dengan lebih positif. 

Seperti sampulnya yang memikat, isi buku ini pun menyimpan keindahan yang tidak kalah mengagumkan. Ia mengajak pembaca menoleh ke masa yang bahkan terjadi sebelum dunia ada, untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang masih menghantui manusia hingga hari ini.

Identitas Buku

  • Judul: Rahasia Semesta Sebelum Dunia
  • Penulis: Hakim Tirmidzi
  • Penerbit: Turos Pustaka
  • Tahun Terbit: Januari 2023
  • ISBN: 978-623-7327-79-0
  • Tebal: 368 halaman
  • Kategori: Non Fiksi, Islam, 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda