Ulasan
How to Make Millions Before Grandma Dies: Ketika Warisan Bukan Lagi Tujuan Utama
How to Make Millions Before Grandma Dies merupakan film drama keluarga Thailand yang hadir pada 2024 dengan Pat Boonnitipat sebagai sutradara sekaligus penulis. Cerita ini diperkuat oleh jajaran pemain seperti Putthipong Assaratanakul atau Billkin, Usha Seamkhum, Tontawan Tantivejakul, Sarinrat Thomas, Sanya Kunakorn, Pongsatorn Jongwilas, dan Himawari Tajiri. Film ini juga masih tersedia untuk disaksikan melalui Netflix.
Cucu Merawat Nenek demi Warisan

Film berfokus pada M, seorang pemuda yang belum memiliki arah hidup setelah kariernya sebagai gamer tidak berjalan sesuai harapan. Ketika melihat sepupunya, Mui, memperoleh peninggalan keluarga karena sebelumnya merawat sang kakek dengan penuh dedikasi, M melihat kesempatan untuk mendapatkan keuntungan serupa.
Ia kemudian mendekati Amah, panggilan untuk neneknya, yang sedang menghadapi kanker usus stadium akhir. Kondisinya membuat M berpikir bahwa waktu yang dimilikinya bersama Amah tidak akan panjang. Namun, alasan utama M tinggal bersama neneknya bukanlah semata-mata rasa khawatir. Ia berharap dapat menjadi cucu kesayangan sehingga memperoleh bagian dari warisan, termasuk rumah milik Amah.
Pada awalnya, perhatian M kepada Amah terasa seperti sebuah strategi. Ia berusaha terlihat sebagai cucu yang penyayang, menemani neneknya berjualan bubur pada pagi hari dan mendampingi berbagai keperluannya, termasuk ketika harus pergi ke rumah sakit.
Namun, kebersamaan yang awalnya dilakukan dengan perhitungan perlahan membuka sisi lain kehidupan keluarga mereka. M menyaksikan hubungan yang tidak selalu harmonis antara Amah dan anak-anaknya. Persoalan ekonomi, perhatian yang terbagi, serta perbedaan kepentingan membuat hubungan keluarga tersebut terasa dekat dengan kehidupan nyata.
Menariknya, film tidak menggambarkan keluarga sebagai kelompok yang sepenuhnya baik atau buruk. Setiap anggota memiliki persoalan dan alasan masing-masing. Dari situ, penonton diajak melihat bahwa konflik keluarga sering kali muncul bukan karena tidak adanya rasa sayang, melainkan karena komunikasi dan cara menunjukkan kasih sayang yang berbeda.
Semakin lama tinggal bersama Amah, tujuan awal M mulai kehilangan kekuatannya. Ia perlahan memahami bahwa neneknya sebenarnya memiliki perhatian yang besar terhadap anak dan cucu-cucunya. Amah mungkin tidak selalu mengungkapkan kasih sayang melalui kata-kata, tetapi kepeduliannya terlihat dari berbagai tindakan sederhana.
Hubungan yang semula dibangun berdasarkan harapan mendapatkan harta akhirnya berubah menjadi kedekatan emosional. M mulai menyadari bahwa waktu bersama Amah jauh lebih bernilai daripada apa pun yang mungkin diwariskan kepadanya.
Pelajaran tentang Waktu, Kasih Sayang, dan Keluarga

Bagi saya, kekuatan terbesar film ini justru terletak pada kemampuannya membangkitkan kenangan pribadi. Setelah selesai menonton, saya langsung teringat kepada nenek saya yang sudah meninggal. Beberapa kali saya bahkan menangis karena kepergiannya membuat saya semakin memahami bahwa banyak hal yang dulu dilakukan nenek ternyata selalu berkaitan dengan anak dan cucu-cucunya.
Film ini membuat saya berpikir bahwa kehadiran keluarga tidak dapat digantikan oleh sejumlah uang. Ketika seseorang masih hidup, perhatian kecil seperti menemani makan, mendengarkan cerita, atau sekadar berada di dekatnya mungkin terlihat sederhana. Namun, setelah orang tersebut tidak ada, justru hal-hal kecil itulah yang paling dirindukan.
How to Make Millions Before Grandma Dies menyampaikan bahwa waktu adalah bentuk pemberian yang sangat berharga. Orang tua yang memasuki usia senja sering kali tidak membutuhkan sesuatu yang mewah. Mereka mungkin lebih membutuhkan teman berbicara, perhatian, serta perasaan bahwa keberadaan mereka masih berarti bagi keluarga.
Film ini juga menunjukkan bahwa kasih sayang yang tulus tidak seharusnya dihitung berdasarkan keuntungan. Kedekatan M dan Amah berkembang karena rutinitas sederhana yang membuat keduanya semakin mengenal satu sama lain. Dari sana, M belajar memahami kesepian dan kebutuhan emosional orang tua.
Selain itu, persoalan keluarga dalam film mengingatkan bahwa komunikasi yang terbuka sangat penting. Konflik yang dibiarkan dapat menciptakan jarak dan berujung pada penyesalan ketika kesempatan untuk memperbaikinya sudah tidak ada.
Menurut saya, How to Make Millions Before Grandma Dies berhasil menjadi drama keluarga yang sederhana tetapi emosional. Film ini tidak hanya berbicara tentang warisan, melainkan tentang bagaimana manusia sering terlambat menyadari nilai seseorang ketika kehilangan sudah terjadi.
Bagi saya, film ini layak mendapatkan 8/10. Ceritanya mampu menyentuh tanpa harus bergantung pada drama berlebihan, sekaligus mengajak penonton mempertanyakan kembali, ketika orang yang kita cintai masih ada, apakah kita sudah benar-benar meluangkan waktu untuk mereka?