Ulasan

Ulasan Dali and Cocky Prince: Relasi Setara di Balik Perbedaan Status

Ulasan Dali and Cocky Prince: Relasi Setara di Balik Perbedaan Status
Drama Korea Dali and Cocky Prince (netflix)

Dalam banyak drama romantis, perbedaan status sosial sering kali menjadi penghalang bagi dua orang untuk bersama. Kisahnya pun kerap mempertemukan orang kaya dengan rakyat biasa, lalu membawa keduanya dalam perjalanan untuk menjembatani perbedaan tersebut.

Pola semacam ini memang sudah sering muncul dalam drama Korea, tetapi Dali and Cocky Prince punya cara yang cukup menarik untuk mengolahnya. Dengan balutan komedi romantis yang kuat, drama ini juga menghadirkan dinamika karakter yang membuat kisahnya terasa hidup.

Hubungan antar tokohnya berkembang tanpa harus terus bergantung pada konflik yang dibuat-buat, sementara konflik yang mengiringi cerita memberi ruang bagi karakter untuk menunjukkan sisi lain dari dirinya. Hal inilah yang membuat Dali and Cocky Prince menarik untuk diulas lebih jauh.

Karakter Utama Punya Cara Pandang yang Berbeda

Dali and Cocky Prince mengikuti kisah Jin Moo Hak (Kim Min Jae), anak keluarga pemilik bisnis restoran yang pandai menghasilkan uang, dan Kim Da Li (Park Gyu Young), perempuan dari keluarga terpandang yang punya kecintaan besar pada seni.

Keduanya bertemu tanpa mengetahui latar belakang masing-masing, lalu dipertemukan kembali lewat masalah keuangan yang menimpa galeri seni milik keluarga Da Li. Dari sinilah hubungan mereka berkembang di tengah perbedaan status, cara berpikir, dan kehidupan yang sangat bertolak belakang.

Menurut saya, salah satu hal yang membuat Dali and Cocky Prince enak diikuti adalah karakter utamanya yang tidak dibuat serba bisa dan sempurna.

Moo Hak memang punya insting bisnis yang kuat dan tahu betul bagaimana menghasilkan uang, tetapi pengetahuannya tidak selalu luas. Ia sering bicara dengan cara yang terlalu blak-blakan dan melihat banyak hal dari sisi yang praktis.

Sementara itu, Da Li punya sisi yang hampir berlawanan. Ia berpendidikan, menguasai banyak bahasa, dan sangat memahami dunia seni. Namun, kemampuan tersebut tidak membuatnya otomatis bisa menghadapi semua masalah.

Menariknya, drama ini tidak lantas membuat salah satu dari mereka terlihat lebih pintar atau lebih unggul. Moo Hak punya sesuatu yang tidak dimiliki Da Li, begitu juga sebaliknya.

Chemistry yang Bikin Romansa Terasa Hidup

Kalau bicara soal kekuatan utama drama ini, chemistry antara Kim Min Jae dan Park Gyu Young rasanya sulit untuk dilewatkan. Moo Hak yang berisik dan ceplas-ceplos terasa lucu karena dipasangkan dengan Da Li yang tenang dan anggun. Perbedaan pembawaan mereka membuat percakapan sederhana pun bisa terasa menghibur.

Yang saya suka, hubungan mereka tidak dipenuhi konflik yang remeh-temeh. Memang ada masalah yang harus mereka hadapi, tetapi drama ini tidak terus-menerus membuat keduanya salah paham hanya untuk memperpanjang cerita. Mereka punya ruang untuk bicara dan memahami posisi masing-masing.

Hubungan Moo Hak dan Da Li tidak hanya dibangun dari adegan romantis, tetapi juga dari bagaimana mereka memperlakukan satu sama lain. Ada rasa percaya dan perhatian yang tumbuh perlahan, sehingga perkembangan hubungan mereka terasa lebih menyenangkan untuk diikuti.

Ringan Ditonton, tetapi Ceritanya Tidak Kosong

Meski romansa menjadi daya tarik utamanya, Dali and Cocky Prince bukan sekadar drama cinta-cintaan biasa. Ada konflik seputar galeri seni yang membuat ceritanya cenderung serius.

Perubahan nuansa ini menurut saya cukup menarik. Drama ini bisa terasa kocak sekaligus mengusung konflik yang berbobot. Dunia seni yang menjadi latarnya juga memberi warna tersendiri. Galeri, karya seni, sampai gaya berpakaian Da Li membuat drama ini punya visual yang cantik.

Meski begitu, bagian cerita yang lebih serius terkadang tidak terasa sekuat sisi romance-nya. Memasuki paruh kedua, konflik mulai terasa lebih rumit dan beberapa penyelesaiannya menurut saya agak terburu-buru. Karakter antagonisnya pun cenderung mudah ditebak sehingga tidak memberikan kejutan sebesar yang diharapkan.

Namun, kekurangan tersebut tidak sampai menghilangkan kesenangan menonton drama ini. Kalau mencari rom-com yang ringan, punya chemistry kuat, dan tidak membuat hubungan tokohnya terasa melelahkan, Dali and Cocky Prince masih cukup layak untuk masuk daftar tontonan.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda