Gangubai Kathiawadi (2022) adalah film India produksi Sanjay Leela Bhansali Film. Film ini menceritakan kehidupan gadis bernama Ganga (dibaca: Gangga, diperankan Alia Bhatt) asal Kathiawadi. Ayahnya pengacara. Keluarganya termasuk kalangan berada dan terhormat. Namun, Ganga malah kabur dari rumah, bersama pacarnya.
Keduanya pergi ke Kamathipura. Sang pacar menjanjikan gadis muda itu untuk bertemu bibinya, pekerja rumah produksi, yang akan membantu Ganga mewujudkan mimpi menjadi bintang film.
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Bukannya dipertemukan dengan film maker, Ganga malah diserahkan kepada Bibi Sheela (diperankan Seema Pahwa), seorang muncikari. Ya, sang pacar menjual gadis itu sebagai pekerja seks komersial.
Keluguan sekaligus kebodohan Ganga menutup logika berpikirnya. Dia pikir, sang pacar benar-benar cinta dan akan menolongnya mewujudkan impian. Nyatanya, tidak. Gangga terperosok jurang dalam, tanpa siapapun sudi membantu.
Keadaan yang serba menekan, membuat Ganga terpaksa merelakan Bibi Sheela menjual kegadisannya. Kemarahan, kekecewaan, penyesalan, membuat Ganga mengganti nama. Dia tak mau lagi dipanggil, kecuali dengan nama Gangu (baca: Ganggu).
Karier pelacuran Gangu cepat menanjak. Bukan saja karena pesona kecantikan, namun juga karena kecemerlangan otaknya. Dia menolak dipekerjakan terus-menerus olah muncikarinya. Sesekali dia minta jatah libur untuk jalan-jalan menghidup hiruk pikuk hiburan kota. Tidak cuma seorang diri, Gangu juga mengajak pelacur-pelacur lain.
Bibi Sheela tak dapat berkutik. Terpaksa mengizinkan, meski dengan berat hati. Gangu cepat menjadi populer. Pelanggannya bukan lagi orang sembarangan. Dari seorang pekerja seks, dia kemudian bertransformasi menjadi muncikari, menggeser majikannya terdahulu.
Kemudian hari, dia berkongsi dengan Rahim Lala (diperankan Ajay Devgan), bos mafia pengedar alkohol dan narkotika yang teramat disegani polisi. Perkongsian itu melonjakkan nasib Gangu, dari germo satu rumah pelacuran, menjadi politikus penguasa Kamathipura, mengalahkan Razia (diperankan Vijay Raaz), germo transgender yang sangat berpengaruh.
Namun, pelacur tetaplah pelacur. Kedudukannya tetap rendah di mata masyarakat, kendati di tangannya tergenggam kekuasaan. Mereka tidak dapat sekadar mengecap hiburan selesa di luar kompleks pelacuran, tanpa embel-embel perempuan murahan. Mereka tidak dapat mengakses pendidikan untuk anak-anak ‘tak resmi’ yang mereka lahirkan.
Gangu, dengan ketangkasan otak dan kelihaiannya bicara, menemui sejumlah orang berpengaruh, termasuk perdana menteri India, guna meminta hak pelacur sebagaimana layaknya hak warga negara lain. Dia juga berbicara di forum-forum terhormat dan menerima wawancara wartawan guna mengemukakan pembelaannya terhadap pekerja seks komersial.
Menonton film berdurasi 2 jam 30 menit ini, mengaduk-aduk pikiran serta perasaan saya. Antara prihatin dengan nasib gadis-gadis murni yang dijerumuskan jadi pekerja seks, sekaligus gregetan, kenapa di akhir-akhir cerita, Gangu justru gigih memperjuangkan legalisasi prostitusi dengan argumen-argumen yang tampak benar tapi salah?!
Saran saya, tonton dan cermati film ini dengan tetap mengedepankan rasa kritis. Ada nilai ‘kebenaran’ di tengah kerancuan yang diusung pembuat film Gangubai Kathiawadi ini.
Tag
Baca Juga
-
Pelajaran Tekad dari Buku Cerita Anak 'Pippi Gadis Kecil dari Tepi Rel Kereta Api'
-
Cerita-Cerita yang Menghangatkan Hati dalam 'Kado untuk Ayah'
-
Suka Duka Hidup di Masa Pandemi Covid-19, Ulasan Novel 'Khofidah Bukan Covid'
-
Akulturasi Budaya Islam, Jawa, dan Hindu dalam Misteri Hilangnya Luwur Sunan
-
Pelajaran Cinta dan Iman di Negeri Tirai Bambu dalam "Lost in Ningxia"
Artikel Terkait
-
Terpopuler: MUI Cilegon Buka Suara Soal Penolakan Pembangunan Gereja, Anak Soimah Meninggal di Pesantren Gontor
-
Cerita Haru Dokter Cantik Ini Saat Periksa PSK HIV AIDS, 'Pasien Tetap Layani Klien'
-
Video Viral Dokter Ceritakan PSK Positif HIV Tetap Layani Pelanggan
-
Geger Mantan Miss Kecantikan Dituding Terlibat Jaringan Prostitusi Online, Siapa Dia?
-
Curhatan PSK di Solo Hadapi Kenaikan Harga BBM: Terpaksa Naikkan Tarif 'Main' untuk Pelanggan Baru
Entertainment
-
Pesepak Bola Lee Kang In Gabung The Black Label, Siap Jajal Karier Hiburan
-
Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya
-
Flirty dan Sensual! Katseye Jadi Pusat Perhatian di Lagu Hootie Frutti
-
Xdinary Heroes Batalkan Fan Meeting THE X-TOWN, Mengapa?
-
Sinopsis Coyote vs. Acme, Debut dengan Skor Tinggi dan Tuai Pujian Kritikus
Terkini
-
Al-Adzkar An-Nawawiyah: Kitab yang Mengajak Kita Mengingat Tuhandi Tengah Notifikasi dan Kecemasan
-
PATRIBERA 2026 Hadirkan AHY hingga Diskoria, Warnai Langkah Awal Mahasiswa Baru UPNVJ
-
Seribu Teman Kurang, Satu Musuh Kebanyakan: Buku Seni Menemukan Kawan dan Menumbuhkan Diri
-
Festival Literasi Purworejo 2026: Dari Buku hingga Karya Seniman Lokal
-
Jangan Terlalu Cepat Menyalahkan Guru: Stop Saling Lempar Tanggung Jawab