Haid atau nama lainnya menstruasi adalah proses keluarnya darah melalui vagina karena meluruhnya sel telur dari dinding rahim. Biasanya kondisi ini terjadi tiap bulan dengan durasi waktu rata-rata 5-7 hari.
Saat mengalami telat haid, banyak orang yang memfokuskan diri pada kehamilan. Padahal, alasannya tidak hanya itu saja. Masih banyak penyebab haid yang terlambat, misal 6 poin di bawah ini.
Dirangkum dari hellosehat dan alodokter berikut ini penyebab telat haid yang tak melulu mencirikan tanda-tanda kehamilan.
1. Stres
Stres menjadi salah satu penyebab telat haid yang paling banyak dialami oleh para wanita. Pada kondisi seperti ini, tubuh akan memproduksi hormon kortisol berlebih, yang mana mampu memengaruhi otak guna mengatur menstruasi, yakni hipotalamus.
Hal tersebut dapat menyebabkan siklus haid menjadi tidak teratur. Bisa lebih cepat, terlambat, menyakitkan, bahkan tidak sama sekali. Oleh karenanya, kamu perlu mulai melakukan relaksasi untuk mengatasi stres.
Misal, dengan meditasi serta mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, menjaga pola makan dan olahraga teratur setiap harinya. Alternatif lain, guna memicu rasa bahagia, coba lakukan berbagai hal yang disukai.
2. Kenaikan dan Penurunan Berat Badan
Perubahan berat badan, baik naik atau turun secara drastis nyatanya dapat memperlambat siklus haid. Kondisi ini mengacaukan kerja hipotalamus, kelenjar pada otak yang berperan sebagai pengatur berbagai proses dalam tubuh. Salah satunya, menstruasi.
Kenaikan berat badan yang drastis akan menghasilkan estrogen berlebih, sedangkan penurunan bisa menghambat produksi hormon tersebut. Kedua hal ini mampu memengaruhi proses ovulasi, sehingga siklus haid mengalami gangguan atau terlambat.
Maka dari itu, cobalah untuk menjaga berat badan tetap ideal, guna haid berjalan lancar seperti sedia kala.
3. Gejala Tiroid
Kelenjar tiroid nyatanya dapat memperlambat siklus haid karena berperan dalam mengatur metabolisme tubuh, sehingga kadar hormon juga bisa berpengaruh.
Gangguan tiroid ini bisa hilang dengan pengobatan rutin yang begitu selesai dapat membuat siklus haid-mu kembali lancar.
4. Menopause Dini
Menopause adalah kondisi di mana wanita sudah tidak mengeluarkan darah kotor secara rutin tiap bulan. Biasanya terjadi pada seseorang di usia 45 - 55 tahun.
Namun, ada juga yang sudah mengalaminya ketika usia 40 ke bawah, yang dinamakan menopause dini. Saat seperti ini, suplai sel telur menurun, hingga menyebabkan masa menstruasi terlewat bahkan selesai.
5. Penyakit Kronis
Apakah kamu punya riwayat penyakit kronis? Jika iya, hal ini bisa saja berpengaruh pada telat haid yang tengah dialami. Misal, diabetes dan celiac. Nyatanya, kedua masalah ini dapat menghambat siklus menstruasi-mu.
Gula darah yang tidak stabil ada kaitannya dengan perubahan hormon, sehingga diabetes yang kurang terkendali bisa menjadi penyebab telat haid. Begitu pun celiac, kerusakan pada usus halus yang mengakibatkan tubuh sulit menyerap vitamin dan mineral.
Nah, gangguan menerima kedua nutrisi penting tersebut dapat menyebabkan kamu mengalami menstruasi yang terlambat.
6. Aktivitas Berat
Aktivitas yang terlalu berat juga bisa menjadi penyebab telat haid. Terlebih hingga stres karena penuh beban pikiran. Hal ini dapat mengacaukan siklus haid, karena berpengaruh dalam produksi hormon estrogen dan progesteron.
Ketidakseimbangan dua hormon ini yang menyebabkan haid terlambat. Lalu, kehilangan lemak secara berlebihan juga (misal, olahraga), mampu menghambat proses ovulasi, sel telur yang dilepas dari dindingnya.
Untuk itu, usahakan agar tidak melakukan berbagai aktivitas berat, meskipun diri sendiri merasa mampu dan kuat.
Itulah enam penyebab menstruasi telat selain hamil yang perlu diketahui. Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa tanyakan pada ahlinya. Jangan sampai terlalu sering mendiagnosa sendiri.
Tag
Baca Juga
-
Beri Cinta Lebih dariku by Sena
-
Punya Pengaruh Buruk, Ini 5 Cara Meminimalisir Screen Time pada Balita
-
Rasa Rindu di Balik Sepiring Indomie Goreng yang Sederhana
-
Tolak Bahasa Melayu, Warga Malaysia Ini Larang Indonesia Menonton Upin-Ipin
-
5 Alasan Buruk yang Bikin Seseorang Memutuskan untuk Menikah, Bisa Berdampak Negatif
Artikel Terkait
Health
-
Saatnya Kembali ke Akar: Membangun Imunitas dengan Kekayaan Pangan Lokal
-
Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya
Terkini
-
Menanti Taji BPKP: Saat Prabowo Mulai Bersih-Bersih Rumah Birokrasi
-
Manga GIGANT Karya Hiroya Oku Resmi Diadaptasi jadi Film Anime Layar Lebar
-
Film The Square, Pria Modern yang Sibuk Pencitraan dan Krisis Emosional
-
Review Serial My Royal Nemesis: Suguhkan Intrik Selir dengan Twist Modern
-
Idgitaf dan Hindia Rilis Masih Ada Cahaya, Bawa Pesan untuk Tetap Melangkah